Digressingme "" poster

Kalau Orang Tau Kapan Bakal Mati : The Brand New Testament


Semalam gw nonton film The Brand New Testament, sebuah film komedia yang sayangnya berbahasa Perancis, jadi kurang menghayati aja gitu. Untung ada teks Rusianya.

Film dimulai dengan intri Ea (anak Tuhan) sebagai narator yang memberi tahu bahwa Tuhan tinggal di Kota Brussels, di bumi. Dikisahkan bahwa Tuhan adalah pribadi dengan moral yang menyedihkan dan semena-mena terhadap keluarganya. Bukan cuma pada keluarganya, tapi juga pada semua mahluk ciptaan di alam buatannya. Ya kira2 kaya kita yang seneng mati2in karakter kalo lagi maen The Sims kali ya? Loh, kok The Sims dibawa2? Iya, soalnya bapaknya ini bikin segalam macem termasuk karakter2nya di dalem sebuah komputer yang selalu dia kunci.

Suatu saat, Ea ngeliat isi komputer bapaknya (kalo kaya gini… siapa yang berkehendak lain ya?), di situ Ea tau kalo bapaknya itu seneng banget bikin manusia perang demi namanya. Plus bapaknya itu bikin ribuan aturan yang ngeselin banget buat manusia. Hal2 yang sepele, tapi kalo kita pikirin… iya juga yah… sering banget terjadi. Ini bikin Ea marah sama bapaknya, makin bosan di rumah dan ga tahan dikurung di sebuah apartemen kecil di Brussels, sampai pada hari dia memutuskan untuk memberontak melawan bapaknya setelah berkonsultasi/bersekongkol dengan kakaknya, J.C.

digressingme J.C

Mula-mula Ea login lagi ke komputer bapaknya, dan menyebarkan info kepada seluruh penduduk bumi tentang kapan mereka mati. Dengan begitu setiap orang tau dan bisa memutuskan apa yang mereka mau kerjakan dengan sisa waktu hidup mereka. Ya tapi ternyata… namanya manusia yah… malah lucu2 kelakuannya. Yang tau mati masih lama, malah jadi suka nekad2an. Bener juga sih… tapi gimana kalo ga mati tapi cacat doang? Bukannya malah apes? Seketika dunia menjadi damai, semua sibuk untuk menikmati sisa hidup mereka, termasuk para tentara di medan perang.

Setelah itu, berangkatlah Ea ke bumi untuk mengacaukan pekerjaan bapaknya dengan rencana membuat kitab baru yang berisikan tulisan para rasul-rasul baru yang dipilihnya secara acak di “perpustakaan” bapaknya.

digressingme Ea

Namun, baru aja Ea memulai misinya… bapaknya tau dan buru2 nyusulin Ea ke bumi. Dan bisa gw bilang kena batunya sih, soalnya di sini dia jadi kaya orang biasa aja. Dan malah kena semua aturan nyebelin yang dia bikin.

Film ini dipenuhi banyak scene sureal dan yang jelas film ini layak masuk ke koleksi Film Layar Lebar yang Bawa-Bawa Tuhan.

 

Digressingme "Wilson" poster

Spoiler : Wilson


Wew… dari posternya aja kita bisa liat kalo dia ini rada2 aneh. Masa orang pipis di”skakmat”?

Wilson (Woody Harrelson) adalah seorang pengidap ketidak seimbangan mental yang kesepian karena sahabat satu2nya diajak pindah rumah oleh istrinya. Ditambah lagi, ayahnya meninggal tidak lama setelah itu. Hanya dengan ditemani anjingnya ke mana2, Seringkali Wilson memulai pembicaraan dengan orang2 yang ditemuinya, malah jadi sering dicuekin kan? Dan ujung2nya dia malah kesel sendiri.

Selain kolot, dia itu terlalu blak2an kalo ngomong. Bahkan di saat dia yg perlu pun, dia tetep blak2an, makanya sering kena sial. Di saat2 itulah dia memutuskan untuk memulai kembali kehidupannya. Berkenalan dengan cewek baru malah gak sukses. Tapi dari hasil pembicaraannya dengan “teman kencannya” dalam pembicaraan yang cenderung searah, ditemukanlah cara buat nyari mantan istrinya yg kabur ninggalin dia sesudah aborsi.

Inti ceritanya dimulai dari sini… Wilson yang akhirnya menemukan sang mantan, Pippi (Laura Dern), seorang mantan cewek bermasalah yg lagi bebenah hidup. Dari Pippi inilah Wilson mengetahui bahwa anaknya, Claire (Isabella Amara) itu gak diaborsi, tapi diadopsi oleh keluarga kaya raya.

Wilson berhasil meyakinkan Pippi dan Claire untuk “bermain keluarga2an”, walau akhirnya apes lantaran Pippi mukul sodaranya yg rese, Polly (Cherryl Hines) waktu “keluarga2an” itu berkunjung ke tempat Polly. Mereka ditangkap polisi, dengan tuduhan penculikan anak (Claire).

Claire disuruh orang tua angkatnya untuk bilang kalo Wilson memang nyulik dia. Masuklah Wilson ke dalam penjara. Lagi2… di dalam penjara Wilson harus berkenalan dengan cara yang ga enak gara2 kebiasaan ceplas-ceplosnya itu. Tapi lama2… Wilson beradaptasi dan malah memiliki teman di penjara.

Pippi menjenguk Wilson dan ngasih tau kalo dia akan pindah tempat tinggal bersama “sponsornya”, Wilson pun patah hati sambil terus menunggu hari kebebasannya. Ga abis di situ kesialan Wilson, anjingnya yg dititipkan pada Shelly (Judy Greer) ternyata sudah mati. Eh tau gak? Ternyata Wilson lebih sedih waktu anjingnya mati loh daripada waktu ditinggal Pippi dan ditinggal bapaknya meninggal.

Claire menemui Wilson begitu dia bebas dari penjara, meminta maaf atas tuduhan palsu, dan memberi tahu bahwa dia sedang hamil dan gak bakal aborsi.

Singkat cerita, Wilson pun makin dekat dengan Shelly dan akhirnya sering berhubungan sama anaknya melalui tekhnologi yang selama ini selalu “diharamkannya”.

Moral cerita 1 : Kebenaran akan terungkap, walau gak semua bakal nikmatin hasil ungkapannya.
Moral cerita 2 : Betapapun kesepiannya seseorang yang aneh, akan ada satu orang lain yang siap merangkulnya.