Aside

Make Money By Sharing Music Knowledge


If you find this page, chances are you are a musician or a music lover who has a broad insight into the world of music. And guess what? You can share it with readers everywhere. In this website, you can share your knowledge about music, make a review of a piece of music, posting your video reaction while listening or watch music, and even put your own YouTube videos there. In short, you can make money by sharing music knowledge.

How Can This Make You Money?

Since you are free to put anything into your own pages, you can earn money from:

  • Google AdSense.
  • Got paid through PayPal donation button.
  • Get more subscribers and earn money from YouTube.
  • …and many more. It all depends on how creative you are in monetizing your page.

This video shows how you can make money by sharing music knowledge by using AdSense.

We will cover the topic on how to monetize your page in other ways later.

So, what are you waiting for? Register and join other tutors there.

King Diamond


Who does not know Kim Bendix Peterson? I’ll bet if not many people know the name when compared to the stage name, King Diamond. Danish singer who also became the lead vocal in Mercyful Fate band is successfully made a breakthrough by releasing the first horror music album in the world.

With a theatrical performance equipped with a variety of attributes and nimble makeup make King Diamond as its own visual entertainment for its fans.

King Diamond’s albums were one thing that turned me from a disco kid to a metalhead and put me into graphic design (I later make fortune from making album artworks).

Horror Music Album

Present among the incessant birth of other metal bands, King Diamond can be easily recognized from the packaging of his album. I still remember how one album became the narrative of an epic story that I think could already be a horror movie script.

At first glance, we can hear that the King Diamond vowel has a resemblance to Dave Mustaine of Megadeth, when not using the falsetto techniques that characterize him.

In 1999, King Diamond had performed live with Metallica singing “Evil”. It became historic because King Diamond performed without his distinctive makeup. In 2004, King Diamond contributed vocals to “Sweet Dreams”, Dave Grohl’s project, Probot with a video clip that invites controversy. You might know Probot as one of Lemmy’s (Motorhead) music video.

Here it is…

Today’s generation might recognize him as one of the playable character in Guitar Hero game with Mercyful Fate’s song, Evil. King Diamond was a special celebrity guest star in four episodes of the Warner Bros. adult-oriented cartoon Metalocalypse as The Blues Devil, Ronald von Moldenberg, a fast food manager, and one of the Klokateers in 2006 on Adult Swim.

The God and The Demon - Morgan Freeman Slated To Play King Diamond In New Film ...

The god and the demon

tunecore

Jadi Musisi Mandiri Lewat TuneCore


Musisi Mandiri Tahun 90-an

Kalau ngomongin soal distribusi musik, ingatan gw jadi kembali ke tahun 90-an, di mana saat itu buat jadi musisi aja rasanya susah banget. Boro-boro meyakinkan orang lain kalau jadi musisi itu bisa jadi penopang hidup yang layak, buat ngeyakinin orangtua aja kayanya susah banget kok. Apalagi saat itu belum ada TuneCore dan YouTube.

Saat itu, buat jadi musisi yang diakui itu ada standard yang menurut gw “cetek” banget, yaitu:

  1. Udah punya album
  2. Udah masuk TV

Kalau jalan ketemu orang di kampung dan mereka tahu gw musisi, pasti mereka nanya, “udah masuk TV?” Ya mungkin salah gw aja sih mainnya ke kampung ya?

Tapi gw termasuk yang beruntung dapat restu dari orangtua, mungkin lantaran mereka juga akhirnya luluh sama kekerasan hati gw (atau mereka malah khawatir gw gak jadi apa-apa). Dengan mengikuti standard yang baku di atas itu, maka gw pun punya album dan video klip pertama gw dengan penjualan yang lumayan walaupun gak sampai meledak. Tetap sebuah prestasi buat gw sih. Pokoknya kan udah punya album dan udah masuk TV ya?

Di sini gw sempet terheran-heran ketika ada anak band yang sampai jongkok-jongkok di samping meja kami makan di sebuah food court sambil “ngemis” minta demonya didengerin sama produser gw. Gw jadi mikir, “wow, gak usah gitu-gitu amat kaleee…”

Seselesainya proyek ini, gw melanjutkan studi ke luar negeri dan pulang buat lanjutin bermusik. Banyak yang bilang gw salah langkah di sini. Tapi ya nasi udah jadi subur.

https://lap.lazada.com/generator/banner.php?banner_id=5a4a7b72498c2

Nawar-Nawarin Demo

Ternyata restu orangtua gak bikin jalan gw semulus dagu artis Korea, semuanya perlu duit. Bikin demo pakai duit, anter-anterin demo ke label-label rekaman juga perlu duit dan nyebelinnya lagi adalah gak jarang gw jauh-jauh berpanas-panasan naik Mikrolet cuma buat denger celetukan “artist and repertoire” yang menurut gw sih gak konstruktif banget.

Coba pikir apa konstruktifnya komen kaya gini, “kemarin ini ada orang yang suka lagu metal tabrakan di lampu merah dan waktu diautopsy di tengkoraknya ada tanduk.”

Dari mana coba dia tahu kalau itu anak metal? Emang tahu dia dengerin apaan sehari-hari? Mungkin dari atributnya ya? Terus, udah tabrakan ngapain diautopsy? Ngarep nemu apa gitu?

Ya pokoknya singkat cerita gw pulang dengan tangan penuh, alias demo kaset (ya, masih kaset) gw bawa pulang lagi. Tapi pengalaman dengan si beliau itu gw jadiin patokan sehingga gw gak begitu saat gw jadi ANR, dan gw berhasil bikin beberapa proyek album dari situ.

Pengalaman ini juga bikin gw ingat sama anak band yang ngemis-ngemis di food court itu. Gw gak rela musisi diperlakukan begitu, jadi gw harus bikin karya yang “terdengar” tanpa harus ngemis.

https://www.billboard.com/files/styles/article_main_image/public/media/tunecore-logo-2016-billboard-650.jpg

Dapat Record Deal

Lantas gw dapat kabar kalau ada salah satu perusahaan rekaman yang mau bikin proyek kompilasi. “Wah, keren nih!” pikir gw saat itu. Langsung kebayangnya tuh kompilasi ala Log Zhelebour yang gak pernah gagal nerbitin artisnya. Sekali kirim demo, lantas band gw diterima buat masuk ke kompilasi itu.

Apa lantas selesai? Nope! Jauh dari selesai (dan jauh dari impian ala Log Zhelebour pula). Kami, para pengisi kompilasi ini harus mau manggung di acara promo yang diadakan sama label ala-ala ini dengan bayaran tujuh puluh lima ribu Rupiah… buat satu band.

Proyek Berseri

Dari hasil nabung-nabung, gw ngumpulin musisi dan bikin album kompilasi sendiri. Semua proses recording dilakukan di kamar gw sendiri dengan peralatan yang menurut gw saat minim. Bermodalkan software Cakewalk dan soundcard (lupa namanya) yang rasanya waktu itu udah keren banget.

https://lap.lazada.com/generator/banner.php?banner_id=5a4a7b72498c2

Rasanya sangat menyenangkan loh! Apalagi ngeliat para musisi ini antusias banget bantuin gw jualin kaset dan tampil di berbagai acara dengan memakai identitas proyek gw.

Kerjasama kami pun berlanjut ke proyek kedua. Sayangnya gw harus menghentikan kegiatan gw karena gw memilih banting setir.

TuneCore dan YouTube

Sekarang ada TuneCore, distributor musik yang bergerak secara global. Yup, global yang artinya karya musik yang kita masukin ke sini bakal bisa dinikmati dan dibeli oleh orang dari seluruh dunia. Bayangkan gimana kerennya!

Kenapa gw gabungin TuneCore dan YouTube di sini?

Sederhananya, TuneCore ngebantu dan ngontrol penjualan lagu kita walaupun kita gak ngerasa jualan. Bingung?

Begini contohnya:

Buat yang rajin main YouTube pasti pernah ngerasain dapet notif dari YouTube bahwa videonya memakai backsound lagu yang berlisensi, lantas ditawarin buat ganti lagu dan saat dicari ada opsi buat milih lagu yang sesuai durasi videonya.

Kalau yang dipilih adalah lagu kita yang sudah “dilindungi” oleh TuneCore, maka kita otomatis dapat bagian setiap kali video tersebut menghasilkan uang. Asik kan?

Tanpa dipakai di video orang pun, kita bisa menghasilkan uang dengan sistem airplay, yaitu penayangan di Spotify, iTunes dan lain-lain. Yang paling menghasilkan tentu aja kalau sampai lagu kita dibeli oleh pendengar.

Suka bikin cover version? Ini pun bisa diduitin secara legal karena perijinannya diurus sama TuneCore.

thunderstruck malcolm young

Fenomenal: ThunderStruck Malcolm Young R.I.P


Siapa Itu Malcolm Young?

Malcolm Young adalah gitaris sekaligus pendiri band legendari AC/DC yang baru saja wafat. Kalau kalian ada yang belum tahu dia siapa, mingkin inget pernah denger lagu ini di salah satu film favorit kalian:

Masih gak ingat juga? Ini lagunya di film Planes Fire and Rescue:

Tetap gak ingat? Keterlaluan! Gimana kalau video yang jadi viral ini?

Keren kan? Kerenlah… anak gw yang balita aja langsung suka dan suka nyanyi-nyanyi lagu ini. Salah satu pemilik label rekaman pernah berujar, “kalau sebuah lagu sudah sampai dinyanyikan oleh anak kecil, itu tandanya lagu itu laku.”

Ada benarnya juga sih. Anak gw yang sulung malah sering nyanyiin lagu Peter Pan yang liriknya, “…buka dulu topengmu…” lantaran tuh musik emang ear-catching banget. Terlepas dari suka atau tidak suka. Soalnya sob, bagus/gak bagus dan suka/gak suka ditentuin sebagian besar oleh seberapa sering kita dapat infonya.

Sesuatu yang keren tapi gak konsisten bakal gampang dilupain, kecuali kalau pelakunya memang fenomenal. Soalnya si fenomenal ini sebelumnya pasti sudah masuk jajaran fenomenal karena mereka konsisten duluan. Contohnya nih, lagu Power To The Music yang disajikan Motley Crue:

Maka lagu Power To The Music ini jadi fenomenal lantaran bandnya juga fenomenal. Band ini sendiri jadi legendaris karena dikenal dengan lagu-lagunya yang rock ballads dan slow rock.

Balik lagi ke Mister Malcolm Young, doi juga perform sama bandnya dengan lagu ngehitz yang berjudul “Highway To Hell”. Kira-kira sekarang doi lagi Highway To Hell apa malah milih Starirway To Heaven ya?

Halusinasi

Ini sih udah gak ada hubungannya dengansi mister tadi, gw mau ceritain soal halusinasi gw kemarin. Tadi sebelum gw mulai nulis tulisan ini, laptop gw masih ngebuka halaman yang tadi pagi gw tulis. Jujur gw takjub sendiri sama tulisannya, soalnya gw ga inget detailnya, dan ditambah lagi tulisannya amburadul banget. Gw juga amburadul sih, bedanya kalau gw tuh amburadul disengaja… keren kan ga nyerah sama nasib?

Jadi tadi pagi gw nanya yayang gw apakah doi juga denger musik yg sama? Ternyata gak ada musik sama sekali.

Gw jadi kepikiran begini, misalnya:

  1. Kita bikin kelompok berisi 10 orang lalu, orang ke-1 kita suruh keluar ruangan.
  2. 9 orang di dalamnya nyalain musik dari alat yang diumpetin dan kompakan untuk pura-pura gak denger musik.
  3. Orang ke-1 tadi masuk lalu nanya soal musik yang dia dengar.
  4. 9 orang itu berusaha meyakinkan orang ke-1 bahwa gak ada musik.
  5. Apa yang terjadi?

Gw rasa si 1 orang itu lama-lama percaya kalau dia itu halu doang.

Percobaan ini bisa dibuat pakai model lain juga, misalnya mindahin meja ke tempat yang gak biasa lalu semua kompakan gak tahu menahu soal meja itu. Uuu… horror.

Lalu salah satu dari 9 orang itu menawarkan sesuatu pada orang ke-1 supaya dia bisa sembuh dari “halusinasinya”. Tentunya dengan embel-embel biaya jasa yang biasaya dibalut “penawaran istimewa”. Nah, kena deh!

Update: Gw ga inget pernah nulis ini.

Playlist

Playlist Seru di YouTube


Playlist Seru di YouTube

Barusan secara gak sengaja gw nemu playlist seru di YouTube yang isinya lagu-lagu gahar dan membangkitkan adrenalin. Ini asik banget buat bikin gw yang mager jadi melek (walaupun tetap malas mandi). Yuk kita tonton bareng-bareng.

Buat yang seneng sama gitarnya, bisa coba baca tulisan gw di daftar 30 gitaris keren dunia ini.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Nah, kebetulan gw lagi sangat-sangat senggang… Gw coba tulisin ya beberapa link yang ada di web ini yang mungkin gak kepikiran buat lu buka:

Dan ada juga hasil gw ngedit-ngedit saat mager abis, yaitu film Memento dan film dengan twisted ending atau akhiran yang betul-betul ga ketebak.

perjalanan kita

Video Klip Perjalanan Kita


Untuk info selengkapnya bisa lihat langsung di website Danidaks, ya. Kalau belum tahu Danidaks itu siapa, coba deh buka link ini.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Danidaks : Coming Home

Danidaks : Coming Home Feat. Gideon Tengker


Danidaks : Coming Home Music Video Feat. Gideon Tengker

Asik yah video musik Danidaks ini? Tunggu editorialnya sebentar lagi, eh… udah liat editorial sebelumnya belum?

Dan kalau mau lebih kenal sama musisi yang satu ini, bisa langsung lanjut ke websitenya.

Jangan lupa subscribe dan like videonya ya.