Dokumentasi : Wisuda POLITEKNIK SOCA


Yuk lihat galeri selengkapnya di sini.

Menjadi Make Up Artist


Sejak dari sekolah dasar saya menyukai make up, sering kali saya mengikuti kegiatan menari dan acara-acara sekolah lainnya, yang saya pikirkan saat itu bukan hal manggung di pentas  yang menyenangkan atau acaranya, namun saya lebih memikirkan hal yang menyenangkan lain, yaitu di dandanin atau di makeup.

Setiap ada acara tersebut saya bangun lebih pagi dari sebelumnya, segera mandi dan menghampiri mama saya untuk di dandani atau dimakeup, mama saya termasuk ibu yang bisa di bilang tomboy, mama tidak suka berdandan, hanya saja dia mempunyai beberapa alat makeup seperti eyeshadow, lipstik, bedak. Perangkat yang beliau gunakan hanya kalau ada pesta kondangan saja.

Menurut mama saya itu genit karena suka dimakeup, jadi saya berpikir kalau perempuan makeupan itu perempuan genit.

Tapi saya tidak terlalu perduli hal itu, yang saya suka mempercantik diri saya menggunakan kosmetik, terkadang kalau mama pergi, saya mengajak adik- adik ke kamar mama untuk main dandan-dandanan atau makeup-makeupan, hahaha konyol sih karena adik saya dua-duanya adalah laki-laki, namun tidak ada orang lain yang saya bisa ajak untuk melakukan hal tersebut selain adik-adik saya.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Saat usia saya 12 tahun, saya mulai mendapat uang jajan yang nominalnya lumayan besar ya pada jamannya, saya tabung uang tersebut untuk membeli peralatan makeup, dan bahan- bahan make up, pada usia tersebut saya sudah diizinkan mama untuk menggunakan uang tabungan sendiri untuk keperluan sendiri, belajar mengirit-ngirit untuk membeli bahan-bahan makeup.

Mama tidak menyukai apabila saya bermakeup, jadi saya membelinya tanpa sepengetahuan mama, dengan informasi terbatas tentang kosmetik dan baik atau buruk produknya saya membeli beberapa product yang sebenarnya tidak cocok untuk kulit anak seusia saya. Saat itu yang saya pikirkan adalah bisa pakai bedak, lipstik, blush on sudah cukup, tidak perduli merk apapun.

Alhasil kulit wajah saya sedikit bermasalah, dan terasa pada usia menginjak 20 ke atas. Kulit saya kusam dan sering berjerawat.

Setelah lulus sekolah mama ingin saya melanjutkan ke kursus-kursus untuk bekal saya dikemudian hari, saat itu saya bilang mama, saya ingin belajar make up, namun mama tidak mengizinkan, mama ingin saya belajar menjahit dan cutting rambut. Saya sedih sekali saat itu, namun saya tidak bisa melawan apa yang mama mau, saya mengikuti yang mama mau, namun saya tidak punya hati di kursus-kursus yang mama daftarkan, alhasil saya tidak lulus baik menjahit dan cutting rambut.

Menjahit saya sering bolos karena saya bosan dengan kedaan yang diusia saya harus berkumpul dengan para ibu-ibu seusia di atas saya bahkan seusia mama saya, belum lagi saya pusing dengan hitung menghitung pola dan sering kali saya ceroboh menggunakan jarum yang berakibat sering sekali jari saya tertusuk, akhirnya saya bilang sama mama  bahwa saya ga mau lagi meneruskan les menjahit, tapi saya sempat membuatkan satu buah kemeja untuk mama yang lengannya panjang sebelah.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Cutting rambut, setelah tidak berhasil di kursus menjahit mama mendaftarkan saya di kursus cutting rambut, lagi-lagi saya bosan, cukup banyak rambut mannequin saya refill,karena saya selalu salah potong, bahkan salah potong jari hahahaha, luka-luka jari terjadi disetiap minggunya, dan saya menyatakan ketidak sanggupan untuk melanjutkan cutting, kemudian saya belajar styling dan lumayan berhasil ilmu yang saya dapatkan dari styling.

Setelah usia saya bertambah dewasa, saya sudah mampu dalam hal materi untuk diri saya sendiri, keinginan yang belum tercapai ingin saya wujudkan, belajar makeup menjadi makeup artist, sebelumnya saya sudah bisa bermakeup alakadarnya, hanya saja saya belum paham beberapa tehnik bermakeup yang membuat wajah saya malah keliatan menor dan aneh.

Saya mendaftarkan diri di sekolah tata rias yang pada jamannya cukup terkenal bahkan sampai sekarang, yaitu di Martha Tilaar Beauty School. Saat itu bahagia sekali, dan singkat cerita setelah tamat belajar, guru saya mendorong saya untuk ikut salah satu kejuaraan make up, awalnya saya ragu dan ga pede karena saya baru saja tamat dari sekolah make up belum berbekal pengalaman apa-apa.

Saya mendapat seorang guru yang luar biasa baiknya, dia support saya terus, dia bilang saya punya bakat dan saya pasti bisa, apapun nanti hasilnya di kejuaraan make up tersebut, saya akan mendapatkan banyak hal, seperti pengalaman dan sertifikat, dst.

Jujur berpikir menang itu tidak sama sekali, melihat para make up artist lain yang sepertinya sudah berpengalaman dan ahli, dalam pikiran saya hanya seperti yang guru saya katakan “pengalaman”. Tapi saat itu saya berusaha sebaik-baiknya dan semampu saya.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Di penghujung acara saya sudah mengganti sepatu boots saya dengan sendal jepit karena terasa lelah dan sakit kaki saya harus berdiri di atas panggung.

Kemudian Mc menyampaikan pengumuman pemenang dari juara pertama sampai ketiga kelas advance makeup ( creative fantasy makeup), beauty makeup , dsb. Tidak disangka nama saya di sebutkan di juara ketiga kelas advance makeup, awalnya saya tidak sadar kalau nama saya di sebutkan, setelah model yang saya makeup menarik saya untuk ke atas panggung, saya baru tersadar dan OMG ga sangka banget, dan hal konyol terjadi di mana saya naik ke atas pangung menggunakan sandal jepit di mana banyak mata melihat tentunya. Tapi itu tidak membuat saya merasa risih karena saya sudah terlalu senang dan bahagia saat itu.

Setelah acara selesai saya telepon mama saya menangis saat itu ( lebay kan hahaha ) saya bilang ke mama, saya juara ke tiga dan saya berhasil kali ini, ini yang saya mau dari saya kecil, belajar merias atau makeup, setidaknya saya bisa membuat mama saya bangga atas apa yang saya raih, karena sebelumnya saya banyak mengecewakan beliau.

Dari cerita saya ini, saya ingin menyampaikan bahwa makeup itu adalah salah satu  bagian dari bakat, salah satu hal yang menyenangkan, salah satu impian. Menjadi makeup artist itu membanggakan dan menyenangkan, dapat membuat seseorang wanita menjadi lebih cantik adalah salah satu kepuasan. Menjadi makeup artist itu tidak susah namun juga tidak gampang. Tetapi sesuatu yang berasal dari bakat dan keinginan kuat akan bertahan lama, melekat seperti jiwa di dalam tubuh.

Banyak makeup artist pada jaman sekarang, dan memiliki bakat masing-masing dibidangnya, kunci yang selalu saya pegang adalah “tidak pernah merasa puas untuk terus belajar” karena makeup adalah seni bagi saya yang dimana seni tidak ada batasnya, dan disetiap pergantian jaman seni terus berkembang, begitu juga dengan makeup.

 

oke sekian dulu ya tulisan saya hari ini, terima kasih sudah membaca dan selalu mengikuti cerita-cerita kami di rtdisoho.

Perjalanan menuju Royal Tulip Gunung Geulis



Pengalaman yang tidak terlupakan dalam hal perjalanan saya kali ini ke Royal Tulip Gunung Geulis, untuk make up acara pernikahan client di sana.

Kurang lebih jam 02.00 WIB saya dengan team melakukan perjalanan menuju hotel Royal Tulip Gunung Geulis, dari arah Bogor kota bermodalkan google maps, yang dimana saya belum pernah ke lokasi dan belum tau separah dan semulus apa perjalanan ke sana.

Dan client saya juga tidak memberitahukan jalan menuju ke Royal Tulip Gunung Geulis dengan benar.

Google maps mengarahkan saya melalui Sentul, terlihat setelah di Sentul jalanan gelap dan sepi, saya pikir karena masih tengah malam, jadi ga ada yang berlalu lalang.

Makin jauh jalanan yang kami telusuri, makin gelap dan sempit jalanan tersebut, lika liku , kanan kiri hutan dan mungkin jurang karena beberapa spot saya merasa jalanan mendaki. Dan jalanan hanya satu jalur pas banget untuk 1 mobil.

Ga ada lampu jalanan dan hanya beberapa rumah penduduk setempat menerangi jalanan yang kami lalui menuju Royal Tulip Gunung Geulis.
Kaki ,tangan mulai gemeteran, mata fokus ke jalanan yang sangat sempit,pikiran saya udah mulai ngaco, ngeri-ngeri ada penampakan sesuatu yang ga lazim ,mobil mogok , atau ada manusia jahat yang tiba-tiba nongol depan mobil.

Satu teman diteam berusaha mengalihkan pembicaraan ke hal lain supaya tidak menakutkan, tapi satu teman satu team saya berbicara hal menakutkan, rasanya pengen berenti dan tinggalin dia di tengah hutan hahahha , jadi horor beneran kan.

Kanan kiri pohon besar yang saya lihat dan pemandangan kosong mungkin jurang. cukup jauh kami melalui medan jalanan tersebut dan belum menemukan jalan raya atau keramaian.
Hati mulai was-was sesekali saya liat maps berapa menit lagi sampai. Tanpa lampu sorot mobil jalanan tidak terlihat.

Dan akhirnya di google maps terlihat 4 menit lagi saya sampai tujuan, dan saya melihat jalanan aspal yang lebar dengan plang-plang penunjuk arah, tapi saya belum bisa tenang karena gelap sekali jalanan tersebut dan sampai saya menemukan satu lokasi besar yang tampak seperti hotel , dan merasa itu adalah lokasi Royal Tulip Gunung Geulis. Saya segera masuk ke dalam lokasi Royal Tulip Gunung Geulis tersebut dan pertama yang gw ucapkan “terima kasih Tuhan”.Dan saya segera menghubungi suami saya lewat chat.

Setelah sampai di Royal Tulip Gunung Geulis bergegas kami menuju kamar yang telah disediakan client untuk make up keluarganya. Untuk bersiap-siap melakukan pekerjaan yang telah dipercayai client kepada kami.

Saat itu kami harus menyelesaikan make up dan hair do sebelum jam 8.00 WIB, untuk 8 orang keluarga, dikarenakan jam yang telah ditentukan kami sebelumnya meminta pihak client menyampaikan kepada keluarga untuk bersiap, dan ketika kami sampai ke lokasi sudah siap untuk melakukan pekerjaan kami, namun sesampainya kami di kamar tersebut hanya ada satu orang yang baru saja bangun, dan kami meminta team wedding organizer untuk memberitahukan keluarga lain untuk segera bersiap untuk di make up. Jam sudah menunjukan kurang lebih pukul 6.00 WIB namun kami baru menyelesaikan dua orang , dikarenakan keluarga lain yang belum bersiap-siap dan belum berada di kamar tersebut.

Terkadang keterlambatan memulai acara bukan dikarenakan dari pihak kami sebagai make up artist, namun lebih banyak dikarenakan pihak client ataupun wedding organizer yang tidak bisa bekerjasama dengan baik dengan kami untuk kelancaran sebuah acara.

Setelah menyelesaikan pekerjaan kami , kami beristirahat dan menghabiskan waktu menunngu touchup di sana.

Dan siangnya saya bertanya kepada security hotel , apakah ada jalan lain menuju jalan raya karena mengingat perjalanan kemarin yang sangat menyeramkan, percakapan saya dengan beliau :

security : “bisa lewat gadog, ga jauh mba langsung jalan raya, pasti mba lewat hutan ya tadi”
Gw : “saya pakai google maps dan lewat hutan”
Security : “oh pantesan mba pakai google maps, pasti diarahin ke hutan,banyak yang lewat hutan kalau pakai google maps” dan dia menambahkan ” serem lewat jalan hutan suka ada yang aneh-aneh mba “.
OH MY GOD , jadi sebetulnya jalan ke Royal Tulip ini sangat singkat dari jalan raya dan jelas jalanannya kalau udah tau ya.

Buat kalian yang belum tau jalanan menuju Hotel Royal Tulip Gunung Geulis , pengalaman saya  mending kamu arahin maps kamuke arah gadog dulu sebelum kamu arahin ke Hotel Royal Tulip Gunung Geulis.

Hotel Royal Tulip Gunung Geulis bagus dari segi pemandangan dan cukup besar dan nyaman.