Have you ever imagine watching a romantic comedy on the big screen in the comfort of your sofa, and then Christian Bale appear as one of the stars? I believe you would act exactly like I would spill my coke all over the couch by surprise.
Yes, this is our today’s topic.
It’s still fresh in our head how he figured Batman perfectly for years and that brought the storm of negative voices when Ben Affleck was announced to be the next Batman replacing him. Not only because Bale was so good bringing Batman to life, but also because many people think that Ben Affleck has failed in another superhero movie, Daredevil. Recently, Ben Affleck stars a movie entitled “Hostile”.
I think Affleck as Daredevil is cool
though.
Another Bale’s great performance was on The Prestige, a story about two magicians compete for each other to the death. He played twins against Hugh Jackman, a great magician who performs across the street. Another movie who launched his name among the stars was American Psycho, a story about an American… well… psycho. This is the movie where I first know about the essence or a business card. 🙂
Source: ibtimes.co.in
And Now The Interview
Time’s up, so a final question: has he considered romantic comedy?
Bale bats the question back with what sounds like a challenge. “Have you ever enjoyed a romantic comedy?” I pause and he presses the point. “Have you ever enjoyed a romantic comedy?”
A few, I say, but my mind blanks.
“Can you name ’em?”
Er, When Harry Met Sally.
“That’s going back quite a ways, isn’t it? You’re hard pressed.” He shakes his head. “I was asked to do a romantic comedy recently and I thought they’d lost their minds. Cats have those insane half hours every evening. I think it must have been that for the production company. I don’t know why anyone would ever offer me a romantic comedy. I find American Psycho very funny.” ~ Theguardian.com
Well, for me Christian Bale on Romantic Comedy is the Comedy Itself, at least for now.
No no… bukan Musa ini. Barusan itu cuplikan film History of The World Part I (1981) Genre film komedi, kalo lu penasaran mau liat untuk sekedar ditonton atau dinista2kan.
Buat gw pribadi nih, Musa tuh nabi paling keren yang gw tau. Bener2 jadi agen Tuhan buat nunjukin sedikit aja apa yang bisa Dia bikin kalau marah. Begini kataNya menurut Yeremia 46:25 :
Jadi sebelumnya memang ada tuhan2 (kata benda) lain sebelum Dia hancurin. Rasain tuh… makanya jangan suka aneh2 deh. Ikutin aja tuhan yang Tuhan (bisa bedain ga?), ga usah tuhan2an yang pake minta korban manusia dan minta dibikinin tempat2 pemujaan yang lebay segala.
Diceritain kalo Musa itu diselamatkan dengan cara dihanyutkan ke sungai supaya selamat dari pembantaian, lalu ditemukan dan dibesarkan sebagai salah satu keluarga kerajaan Mesir (yang melakukan pembantaian itu sendiri).
Musa tumbuh besar dan menjadi bijak terhadap keadaan sekelilingnya yang penuh perbudakan dan melakukan pemberontakan terhadap Firaun. Tuntutannya? Membawa seluruh bangsa Israel dari perbudakan ke daerah yang dijanjikan Tuhan.
Firaun juga bukan orang cupu, sob. Dia ga gitu aja ngasih ijin Musa bawa kabur budak2nya dong. Apa sih seorang Musa dibanding Firaun? Emang sih pendukungnya banyak, tapi ya tetap budak (fisik dan mental). Dulu belom jamannya pilkada, jadi ga ada debat2 di TV dan pengitungan ulang kalo kalah.
Lalu Musa dapat wahyu dari suara Tuhan yang menampakan diri sebagai pohon terbakar. Dia dibekali kesaktian dalam tongkat yang dibawanya, kita sebut tongkat itu sebagai The Rod of God. Kereeeen…
Setelah adu kesaktian antara The Rod of God VS dukun2 yang setia sama Firaun, Firaun ga juga bebasin rakyat Israel. Ngeselin kan? Tapi di sini awal kisah ini jadi makin keren sampe2 gw jadiin Musa sebagai sosok idola gw (tapi gak gw tuhankan loh).
Lalu Tuhan menurunkan wabah terhadap Mesir, kaya gini sob :
Wabah di Mesir (Ibrani: מכות מצרים, Makot Mitzrayim), juga disebut sepuluh tulah alkitabiah, adalah sepuluh malapetaka yang, menurut Kitab Keluaran Alkitab, Yahweh menimpa Mesir untuk meyakinkan Firaun untuk melepaskan orang-orang Israel yang diperlakukan buruk dari perbudakan. Firaun menyerah setelah wabah kesepuluh, yang memicu kepergian/kebebasan (Keluaran) orang-orang Ibrani.
Malaikat-malaikat tersebut berusaha untuk membedakan kekuatan Allah Israel dengan dewa-dewa Mesir, yang membuat mereka tidak berlaku. [1] Beberapa komentator telah menghubungkan beberapa malapetaka dengan penghakiman terhadap dewa-dewa tertentu yang terkait dengan Nil, kesuburan dan fenomena alam. [2] Menurut Keluaran 12:12, semua allah Mesir akan diadili melalui wabah kesepuluh dan terakhir: “Pada malam yang sama aku akan melewati Mesir dan menyerang setiap anak sulung dari manusia dan hewan, dan aku akan memberikan penghakiman atas semua Dewa-dewa Mesir, Akulah TUHAN. ” Sumber – Wikipedia.
Terusin bacanya sambil dengerin ini yah :
Tulah Air menjadi Darah: Allah membunuh Dewa Hepi, Dewa Sungai Nil
Tulah Katak untuk menunjukkan bahwa Dewi Haket, dewi katak, adalah dewi yang membuatmu kesusahan. Kematian Katak yang menjadi bangkai menunjukkan lagi kalau Allah mengalahkan Dewi Katak sebesar apapun jumlah mereka dan Allah biarkan mereka membusuk
Tulah Nyamuk dari Debu, adalah bentuk perlawanan Tuhan terhadap Dewa Tanah, bahwa Tuhanlah yang berkuasa membuat hidup apa yang berasal dari debu (peringatan juga terhadap manusia yang berasal dari debu), dan bahkan ahli-ahli sihir Firaun tidak dapat.
Tulah lalat, adalah bentuk perlawanan Tuhan terhadap Dewa hepri yang berkepala lalat, merupakan dewa penciptaan, reinkarnasi, dan dewa pergerakan matahari. Disini Tuhan lagi-lagi menujukkan kalau Tuhan bahkan dapat membuat dewa-dewa mesir malah merepotkan orang-orang Mesir ketimbang memberi berkat
Tulah Sampar, menyebabkan ternak mesir Mati. Tulah ini adalah bentuk perlawanan terhadap Dewi Hathor, Dewi perlindungan dan Cinta. Seringkali Dewi ini digambarkan berwajah Lembu, tidak heran Patung Lembu Emas yang dbuat Israel itu sebenarnya melambangkan Dewi Ini, pada saat Patung lembu emas dibuat, Israel melakukan “pesta sex” yang membangkitkan Murka Allah. kembali ke konteksnya dengan Tulah, Dengan sampar ini sekaligus melumpuhkan segenap ekonomi Mesir, dengan demikian Dewi perlindungan ini telah gagal melindungi Mesir
Tulah Barah, perlawanan Tuhan terhadap Dewi Isis, Dewi kesehatan dan kedamaian. Dalam tradisi Mesir, orang-orang yang “kotor” tidak boleh mengadakan persembahan terhadap dewa-dewi Mesir, dan karena semua orang Mesir terkena barah, tidak ada yang dapat melakukan penyembahan (Bandingkan dengan Allah yang terbuka terhadap orang-orang yang “kotor”, namun umat Israel terlindung dari Barah ini)
Tulah Hujan Es, Perlawanan Tuhan terhadap dewi Nut, dewi langit. Bahkan dewi langit ini tidak berkuasa melawan kekuasaan Tuhan atas langit sehingga mendatangkan hujan Es.
Tulah belalang, Perlawanan terhadap Dewa Seth, Dewa badai dan ketidakteraturan. Dengan Tulah ini Tuhan sealigus membuat Mesir dalam keadaan benar-benar kacau: tumbuh-tumbuhan pun, sisa-sisa pangan Mesir, habis sama sekali dan jumlah belalang begitu banyak hingga suasana Mesir gelap bagaikan diterpa badai. Bahkan Dewa Seth tidak bisa menyamai Tuhan dalam mendatangkan bencana semacam ini
Tulah Kegelapan, Perlawanan Tuhan terhadap Dewa Ra , yang merupakan Dewa Matahari, Dewa di atas segala Dewa Mesir. Bisa dikatakan, melalui Tulah Ini, Tuhan secara efektif membunuh Dewa Ra
Tulah paling simbolis, kematian anak sulung Mesir. Tulah ini berhubungan dengan makna Paskah yahudi dan juga akhirnya Paskah Kristen, tapi kita khususkan untuk membahas dalam konteks perlawanan Tuhan terhadap para Dewa Mesir. Firaun dianggap sebagai Dewa Mesir yang setara dengan Dewa Ra. Anak Sulung di Mesir adalah pemegang kekuasaan ayahnya kelak, termasuk Putrea Sulung Firaun. Dengan matinya semua anak sulung Mesir, maka secara simbolis kekuasaan orang-orang Mesir menjadi hampa karena adanya satu generasi anak sulung yang hilang. Terlebih lagi bahwa Kekuasaan Firaunpun mengalami kehampaan, maka dengan demikian kekuasaan Mesir lenyap dalam satu generasi.
Ini juga balasan Allah karena anak-anak sulung Israel dulu dibunuh, dengan suatu maksud.Dulu semenjak jasa Yusuf di Mesir, orang-orang israel banyak mendapat tanah terbaik di Mesir. Firaun generasi berikut itu khawatir atas keungglan Israel atas tanah-tanah Mesir ini, karena itu Firaun berpikir jika anak laki-laki sulung Israel mati, mau tidak mau wanita Yahudi harus menikahi pria Mesir dan akibatnya kekuasaan atas tanah itu berpindah ke Mesir.
Dan, ini menurut sains dan sejarahwan :
Beberapa sejarawan menyarankan bahwa wabah tersebut terdiri dari beberapa bencana alam, beberapa berdiri sendiri, yang lainnya berperan dalam reaksi berantai. Penjelasan alami telah disarankan untuk sebagian besar fenomena:
Wabah 1 – air berubah menjadi darah; Ikan mati
Dr. Stephen Pflugmacher, seorang ahli biologi di Institut Leibniz untuk Ekologi Air dan Perikanan Darat di Berlin percaya bahwa kenaikan suhu bisa mengubah Sungai Nil menjadi kondisi air liur yang lamban dan lamban, yang menguntungkan penyebaran alga air tawar yang beracun. Saat alga Planktothrix rubescens mati, ternyata air merah dalam fenomena yang dikenal sebagai “Burgundy Blood”. [36]
Sebagai alternatif, penampilan berdarah bisa disebabkan oleh perubahan lingkungan, seperti kekeringan, yang dapat menyebabkan penyebaran bakteri Chromatiaceae yang berkembang dalam air stagnan dan kekurangan oksigen. [39]
Wabah 2 – katak
Setiap hawar di air yang membunuh ikan juga akan menyebabkan kodok meninggalkan sungai dan mungkin mati.
Wabah 3 dan 4 – serangga menggigit dan binatang buas
Kurangnya katak di sungai akan membiarkan populasi serangga, biasanya disimpan di cek oleh katak, meningkat secara besar-besaran. Mayat ikan dan kodok yang membusuk pasti akan menarik lebih banyak serangga ke daerah dekat Sungai Nil.
Wabah 5 dan 6 – penyakit ternak dan bisul
Ada lalat yang menggigit di wilayah yang menularkan penyakit ternak; Kenaikan mendadak dalam jumlah mereka bisa memicu epizootics.
Wabah 7 – berapi-api (what?!? kok ga nyambung? Ada yang bisa jelasin di komen?)
Letusan gunung berapi, mengakibatkan hujan batu dan api.
Wabah 8 – belalang
Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa, ketika mereka merasa lapar, satu gerombolan belalang seberat satu ton bisa memakan makanan dalam jumlah yang sama dalam satu hari sebanyak 2.500 manusia. [40]
Wabah 9 – kegelapan
Penyebab langsung dari wabah ini adalah berteori untuk menjadi “hamsin”, angin selatan atau barat daya yang diisi dengan pasir dan debu, yang berhembus tentang ekuinoks musim semi dan terkadang menghasilkan kegelapan yang menandingi kabut terburuk di London. [41]
Wabah 10 – kematian anak sulung
Jika wabah terakhir yang secara selektif cenderung mempengaruhi anak sulung, bisa jadi karena makanan tercemar pada masa kegelapan, baik oleh belalang atau oleh jamur Cladosporium hitam. Ketika orang muncul setelah kegelapan, anak sulung akan diberi prioritas, seperti biasanya, dan akibatnya lebih mungkin terkena racun atau penyakit yang dibawa oleh makanan. Sementara itu, orang-orang Israel makan makanan yang disiapkan dan dimakan dengan sangat cepat sehingga membuatnya tidak terkontaminasi lagi. Namun, ini tidak menjelaskan bagaimana anak sulung saja juga akan binasa.
Gw juga pernah baca versi buku Kartun Riwayat Peradaban jilid 1 yang isinya beda lagi. Tapi adek2 lu jangan dikasih baca, tar malah jadi galau lagi keimanannya.
Singkat cerita, Musa berhasil ngajak kaumnya mengungsi ke daerah yang dijanjiin Tuhan. Eh…ternyata dikejar lagi sama Firaun dan tentaranya yang masih emosi berat. Musa bingung dong, di belakang ada gerombolan Firaun yang lagi napsu2nya, di depannya ada Laut Merah.
Lagi2 Tuhan ngasih petunjuk pada Musa, maka terbelahlah laut merah. Grup Musa menyeberang, namun gank Firaun ga berhasil nyebrang, malah kelelep di laut itu. Kasian deh, niatnya hunting malah jadi fishing.
Beuh! Keren kan?!?Apa tugas Musa selesai setelah lolos dari kejaran Firaun? Kagak! Ternyata para budak yang diselametinnya emang mental budak, ada2 aja ulahnya. Ngeluh melulu lagi. Sampe mereka harus ditemani tiang api dan tiang awan biar ga kepanasan dan ga kedinginan. Musa hampir putus asa sama kelakuan mereka, refreshing ke gunung, lalu sama Tuhan ditulisin 10 Perintah Allah. Musa seneng banget. Tapi waktu turun gunung, dia ngeliat rakyatnya lagi2 muja berhala. Dasar ga tau terimakasih ya? Musa marah, terus bacain 10 Perintah Allah yang didapatnya. Dibantailah para pemuja berhala itu, dan cuma yang setia yang boleh ikut. Tapi kayanya Musa sempet nyasar, soalnya buat sampe ke tanah perjanjian itu memerlukan waktu 40 tahun loh. Tapi jangan salahin Musa juga. Emang dari lahir ga ada bakat buat baca arah dan jejak kaya Pocahontas kali. Jaman dulu gak ada GPS dan kompas loh.
Ya emang musti gitu kali, soalnya ada yang bilang mereka itu mondar-mandir lantaran menghindari daerah2 yang justru bahaya buat mereka (tanpa mereka tahu). Misalnya nih ya, menurut gw aja sih, rakyat yang masuk ke tanah perjanjian itu bener2 udah “siap” dan “terseleksi”. Bayangin aja kalo udah masuk tanah perjanjian eh masih mental budak juga. Terus leha2, bikin dosa lagi, sia2 kan adegan2 keren yang barusan kita saksiin?
Kenapa ga dari awal aja langsung nurunin 1 bencana di Mesir yang ngebunuhin semua dewa yang dituhankan rakyat Mesir? Ya lantaran sebetulnya itu sentilan2 aja dari Tuhan. Kalo mau sih ya bisa aja. Ini kan gara2 Firaunnya aja yang bandel.
Kenapa ga Firaunnya aja dimatiin atau dihipnotis biar ngasih budak2nya pergi? Semua kan perlu persiapan keleus… tau2 dibubarin gitu aja, kalo budak2nya malah berontak terus nagih gaji yang belom dibayar gimana? Apa gak makin chaos edih nantinya?
Udah deh, jangan banyak tanya lagi… tar bukannya ngerti, malah dianggap murtad loh. Tau gak hukuman orang murtad di jaman dulu? Serem deh… tergantung kreatifitas yang ngasih hukuman aja. Mendingan lu tonton dulu nih trailer The Ten Commandments dan Exodus : Gods and Kings. Gw pegel nih…
Udah pada nonton film The Prestige? Kalo belum, liat dulu deh trailernya ini :
Keren kan? Iyalah! Bisa liat pemeran Batman (Christian Bale) plus Alfred (Michael Caine), Wolverine (Hugh Jackman) dan Black Widow (Scarlett Johansson) dalam satu cerita fiksi misteri.
Bercerita tentang persaingan dua pesulap yang berlomba membuat sulapan pamungkas yang tidak bisa ditebak oleh orang lain, terutama oleh pesaingnya.
Kalo lu pikir tulisan ini tanpa spoiler… jejeng! Lu salah besar, karena gw suka merusak kebahagiaan lu yang pada fanatik ga jelas. Lagian ini film 2006, sob… ke mana aja lu?
Ada tokoh sejarah yang disertakan dalam film ini, namanya Tesla. Atau lengkapnya, Nikola Tesla. Bukan… ini bukan band Tesla pelantun lagu Heaven, karena Heaven itu lagunya Warrant. Nikola Tesla itu konon adalah orang yang menemukan energi yang harusnya bisa bersih dan gratis, dan di film ini dia ikut membantu Robert Angier (Hugh Jackman) untuk menciptakan sulapan pamungkasnya, yaitu “teleport”. Yang padahal caranya adalah …spoiler alert!… membuat cloning dirinya, sementara yang awal dimusnahkan. <—highlight kalo penasaran.
Nah gimana dengan pesaingnya, si Alfred Borden (Christian Bale)? Ternyata dia punya jurus pamungkas juga, pake bantuan orang lain juga yang ternyata adalah….. jejeng! Yakin mau terus baca?
Ternyata adalah…kembarannya. <— dihighlight juga sob. 🙂
Yang menarik (dan agak satir sih), sehebat apapun sulapan pamungkasnya, mereka tidak pernah bisa menikmati apresiasi penonton terhadap karya mereka. Ngehe banget kan?
Mungkin perasaannya sama kaya gw kalo berhasil bikin gambar2 keren buat blog gw ini tapi ga bisa gw pamerin lantaran gw ga mau temen2 gw tau ini blog gw.
Udah pada nonton film The Prestige? Kalo belum, liat dulu deh trailernya ini :
Keren kan? Iyalah! Bisa liat pemeran Batman (Christian Bale) plus Alfred (Michael Caine), Wolverine (Hugh Jackman) dan Black Widow (Scarlett Johansson) dalam satu cerita fiksi misteri.
Bercerita tentang persaingan dua pesulap yang berlomba membuat sulapan pamungkas yang tidak bisa ditebak oleh orang lain, terutama oleh pesaingnya.
Kalo lu pikir tulisan ini tanpa spoiler… jejeng! Kamu salah besar, karena Aku suka merusak kebahagiaan lu yang pada fanatik ga jelas. Lagian ini film 2006, sob… ke mana aja lu?
Ada tokoh sejarah yang disertakan dalam film ini, namanya Tesla. Atau lengkapnya, Nikola Tesla. Bukan… ini bukan band Tesla pelantun lagu Heaven, karena Heaven itu lagunya Warrant. Nikola Tesla itu konon adalah orang yang menemukan energi yang harusnya bisa bersih dan gratis, dan di film ini dia ikut membantu Robert Angier (Hugh Jackman) untuk menciptakan sulapan pamungkasnya, yaitu “teleport”. Yang padahal caranya adalah …spoiler alert!… membuat cloning dirinya, sementara yang awal dimusnahkan. <—highlight kalo penasaran.
Nah gimana dengan pesaingnya, si Alfred Borden (Christian Bale)? Ternyata dia punya jurus pamungkas juga, pake bantuan orang lain juga yang ternyata adalah….. jejeng! Yakin mau terus baca?
Ternyata adalah…kembarannya. <— dihighlight juga sob. 🙂
Yang menarik (dan agak satir sih), sehebat apapun sulapan pamungkasnya, mereka tidak pernah bisa menikmati apresiasi penonton terhadap karya mereka. Ngehe banget kan?
Mungkin perasaannya sama kaya Aku kalo berhasil bikin gambar2 keren buat blog Aku ini tapi ga bisa Aku pamerin lantaran Aku ga mau temen2 Aku tau ini blog Aku.
Udah pada nonton film The Prestige? Kalo belum, liat dulu deh trailernya ini :
Keren kan? Iyalah! Bisa liat pemeran Batman (Christian Bale) plus Alfred (Michael Caine), Wolverine (Hugh Jackman) dan Black Widow (Scarlett Johansson) dalam satu cerita fiksi misteri.
Bercerita tentang persaingan dua pesulap yang berlomba membuat sulapan pamungkas yang tidak bisa ditebak oleh orang lain, terutama oleh pesaingnya.
Kalo lu pikir tulisan ini tanpa spoiler… jejeng! Kamu salah besar, karena Saya suka merusak kebahagiaan lu yang pada fanatik ga jelas. Lagian ini film 2006, sob… ke mana aja lu?
Ada tokoh sejarah yang disertakan dalam film ini, namanya Tesla. Atau lengkapnya, Nikola Tesla. Bukan… ini bukan band Tesla pelantun lagu Heaven, karena Heaven itu lagunya Warrant. Nikola Tesla itu konon adalah orang yang menemukan energi yang harusnya bisa bersih dan gratis, dan di film ini dia ikut membantu Robert Angier (Hugh Jackman) untuk menciptakan sulapan pamungkasnya, yaitu “teleport”. Yang padahal caranya adalah …spoiler alert!… membuat cloning dirinya, sementara yang awal dimusnahkan. <—highlight kalo penasaran.
Nah gimana dengan pesaingnya, si Alfred Borden (Christian Bale)? Ternyata dia punya jurus pamungkas juga, pake bantuan orang lain juga yang ternyata adalah….. jejeng! Yakin mau terus baca?
Ternyata adalah…kembarannya. <— dihighlight juga sob. 🙂
Yang menarik (dan agak satir sih), sehebat apapun sulapan pamungkasnya, mereka tidak pernah bisa menikmati apresiasi penonton terhadap karya mereka. Ngehe banget kan?
Mungkin perasaannya sama kaya Saya kalo berhasil bikin gambar2 keren buat blog Saya ini tapi ga bisa Saya pamerin lantaran Saya ga mau temen2 Saya tau ini blog Saya.