How to Use Google Drive and Maximize Its Functionality Pt. 01


How to Use Google Drive and Maximize Its Functionality

All Google users, including Android, automatically have Google Drive, regardless of whether they use it or not. What is generally known is that Google Drive is a cloud-based storage medium. Which means that anything that we put into it will be stored on the server. But that’s not just what Google Drive is for. Let’s discuss how to use Google Drive and maximize its functionality.

iCloud Replacement

As mentioned above, Google Drive is a storage medium. Not only that, for Mac users, Google Drive can be a good replacement for iCloud. I once wrote that iCloud is a very narrow, expensive and “trap” storage medium. Until now there is no easy way to free my files that “stuck” in iCloud since I unsubscribe iCloud. Google Drive has been renamed for Mac, being Backup and Sync from Google. This time with new features, not just sync in Google Drive folder, but in any folder we want. This is amazing. I can start a photo edit on my MacBook, then finish it on my Chromebook. Just like iCloud, but it can work seamlessly cross-platform.

Also, read about iCloud.

How to Use Google Drive and Maximize Its Functionality Pt. 01

This is how Google Drive appears on my Mac and where all the settings are made

 

This is how my computer is managed by Google Drive

Gmail

Whenever we attach an attachment to Gmail, Gmail will give us a choice of whether we’ll put it or use Google Drive. When we choose to use Google Drive, Gmail will upload it to Google Drive. Uploading to Google Drive has advantages, the files we send will be stored securely so we can find them later. And, the file we can share with others without the need to upload again. Practical!

File Hosting and Sharing

If you’re a Google Sites user, you know how easy it is to use your files stored in Google Drive. And it is also possible to do with other sites. This is how you do it:

1. Right-click on your file

2. Copy the URL given

3. Paste aforementioned URL in the placeholder (your website): https://drive.google.com/open?id=19hq_ciG1zQc9ERfDbFJSzcqwVs9sixqH

The result: File from Google Drive

The same method applies to file sharing, just give them the code instead of placing it on your page, duh. You can also share a whole folder using this method. Make sure you play with the privacy setting a bit. You don’t want your personal files flying around on the web. Or do you?

Video Hosting

As for video files, we want them to be watchable. So here is the step:

1. Click the three dots and choose Öpen in new window”

2. Choose Embed Item

3. Copy the code and paste it into your web page

 

…and here’s the result. Neat, huh?

File and video hosting are great if you have limited web space, but I wouldn’t encourage you if you have a slow website since this method will only make your website even slower.

hdd vs ssd

HDD VS SSD


HDD

Hard Disk Drive ini berisi piringan magnetik yang menyimpan data. Walaupun sudah lebih disempurnakan dari pendahulunya (bahkan saat pameran hdd ini dihantam-hantaman ke meja sama salesnya), namun hdd tetap punya umur… alias bisa mati.

Pengalaman gw adalah hdd yang jadi lompat-lompat (bunyi tok-tok) gara-gara diforsir waktu lagi tergila-gila bikin film animasi 3D pakai Lightwave. Ini kerusakan lantaran kesalahan pemakaian. Kalau pemakaian normal sih, rata-rata satu tahun sudah pasti satu hdd yang gw ganti.

Lalu keluarlah SSD ke pasaran, yang diclaim anti-error… tiba-tiba hdd yang barusan dihantam sama si mbak-mbak sales jadi obsolete. Kok kompak amat ya? Masa semua hdd jadi berumur?

Kesimpulan HDD VS SSD

Kelebihan vs ssd: Lebih murah, kapasitas lebih besar (dengan harga yang sama).
Kekurangan vs ssd : Lebih lambat jauh, bikin perangkat jadi berat.

WD Scorpio Blue [WD5000LPCX]

SSD

Selain diclaim anti banting*, Solid State Drive juga terbukti jauh lebih cepat. Jujur saja, sejak ada SSD, gw jadi gak terlalu perduli soal upgrade RAM dan lain-lain. Mungkin karena pemakaian gw juga yang biasa-biasa aja. Ini gw buktiin dengan “membangkitkan” Macbook Air yang udah SSD dari sananya dan upgrade Macbook Pro Mid 2010.

Saking kerennya Macbook Pro Mid 2010 gw ini, gw rela kalau diajak tukeran sama Macbook Pro terbaru loh!

*Buat yang mau tahu kenapa SSD anti banting, “SSD tidak memiliki komponen bergerak seperti HDD. Jadi kalau jatuh aman-aman aja, kecuali kalau sampai ada komponen yang copot ya.”

Kesimpulan SSD VS HDD <— yaelah musti ditulis?!?

Kelebihan vs ssd: Lebih cepat dan tahan banting, ringan banget.
Kekurangan vs ssd : Kapasitas relatif lebih kecil (yang gede masih mahal).

SAMSUNG Solid State Drive 850 EVO 250GB

Mega dan Degoo : Cloud Storage Kapasitas Besar


Sejak kita dikenalin sama yang namanya gadget, otomatis istilah “Cloud Storage” juga jadi makin sering kita dengar. Kalau masih gak “ngeh” apa itu cloud storage, gimana dengan nama iCloud, Google Drive, Dropbox, One Drive atau mungkin CloudBacko?

Kemungkinan besar sih pasti pernah dengar salah satunya kan? Atau malah gak sadar kalau app itu udah terinstall di hapelu? Di bawah ini gw mau coba bahas dua dari banyak solusi cloud yang ada di pasaran serta kapan dan kenapa kita butuh cloud storage.

Mega

Hari ini gw baru aja install aplikasi cloud yang namanya Mega. Dengan kapasitas cloud 50GB, rasanya Mega sudah lebih dari cukup buat menampung kebutuhan sebagian besar pengguna gadget.

Dapatkan Mega di:

https://mega.nz/sync untuk versi desktop dan di: https://mega.nz/mobile untuk versi mobile.

Degoo

Note: Tidak untuk Ubuntu

Penyimpanan cloud yang satu ini jadi favorit gw karena secara gak tanggung-tanggung kita dikasih jatah penyimpanan sebesar 100GB!

Menurut sumbernya, Degoo bisa ngasih kita space sebanyak itu karena mereka hanya fokus di media penyimpanan. Gak kaya beberapa nama lain yang juga memberikan fasilitas berbagi file, misalnya.

Kelemahan lain yang gw temui adalah lambatnya koneksi. Seperti yang gw sebutin di video sebelumnya, untuk restorasi kumpulan file sebesar 6GB saja butuh waktu hampir tiga hari! Lumayan disayangkan sih, tapi setidaknya gw tahu kalau file yang sudah terbackup tersimpan baik di sana.

Kapan dan Kenapa Kita Butuh Cloud?

Menurut pengalaman pribadi, gw butuh penyimpanan cloud sebagai tempat di mana gw menaruh file-file besar yang akan gw link ke website. Contohnya, gw bisa kasih file film berukuran besar, padahal gw cuma berlangganan paket hosting yang murah.

File-file di bawah ini gak gw masukin ke web ini:

Aplikasi Android ini dan film ini.

cloudbacko-affiliate-banner2-370x308.jpg

Baca juga : Cloudbacko, Backblaze dan iCloud.

Selain jadi “tumpangan” untuk web lain, gw jadi lebih merasa nyaman karena otomatis gw bisa menghemat biaya yang seharusnya dipakai untuk membeli hardisk atau ssd baru. Tahu kan kalau harganya gak murah? Oke deh, sebelumnya kita bahas dulu plus minus masing-masing di artikel selanjutnya.

cloudbacko

CloudBacko : Solusi Backup Cloud dan Lokal Kuat dan Terjangkau


CloudBacko : Solusi Cloud & Local Backup Kuat namun Terjangkau

cloudbacko

Download dan Cobain Sekarang!

Lu bisa cobain CloudBacko Pro dan CloudBacko Lite secara gratis selama 30 hari. CloudBacko Home bisa dipake segera setelah masuk dengan akun media sosial favoritlu. Gak pake kartu kredit atau informasi pribadi yang diperluin.


CloudBacko Pro

lite
CloudBacko Lite

home
CloudBacko Home

mobile
CloudBacko Mobile

Nah, asiknya CloudBacko ini, OS yang didukung banyak, kalo ga bisa dibilang ampir semua sistem operasi. Liat aja gambar di samping, dan di bawah buat versi mobilenya.

mobile OS
OS

Berapa Harga CloudBacko?

149USD
lite
19USD
home
Gratis
mobile
Gratis

Ternyata harganya lumayan yah? Tapi gak usah khawatir, pembaca setia digressingme dapet kode referal khusus buat dapetin diskon 10%!!! *lebay* Nih kodenya : Jangan disebar ya, biar kita-kita aja yang tau xixixi…

Coupon Code: 769a499793

…Iklan dulu yah dikit…

Apa sih kelebihan yang Pro, kok harganya jauh bingitz?

Nih coba lu liat sendiri :


Gimana? Ngarti kan? Gw sih kagak… Yah pokoknya begitulah. Kalo lu mau datalu aman-aman aja, apalagi sekarang jaman udah canggih tapi harga SSD masih selangit. Bolehlah solusi penyimpanan cloud jadi pertimbangan.

Merdeka!

Backblaze

Backblaze Cloud Backup Buatan “Jebolan” Apple


Masih menyambung tulisan gw sebelumnya mengenai iCloud dan Degoo sebagai backup/storage, sekarang gw mau ngebahas produk yang namnya Backblaze. Yang konon dikerjain sendiri sama ex-Apple. Ex-Apple… ex apanya? Mantan pacarnya gitu?

Tapi dengan tetap berpikir positif, gw melanjutkan buat menginstal trialnya. Dan… memang terbukti, Backblaze ini beda sama yang lain. Seolah-olah memang buatan Apple sendiri, mulai dari tekstur dan tampilan lainnya. Ga percaya?

Tar kita liat sendiri sama-sama….nggg… sendiri kok sama-sama sih?

Ya pokoknya, pertama kita harus download dulu installernya di sini.

backblaze

Selesai install

Backblaze tadi bisa kita pakai untuk waktu limabelas hari. Setelahnya, berbayar dengan harga segini.

Backblaze

degoo

Degoo Solusi Backup Online Yang Gak Sempit


Tuh, langsung gw kasih banner buat linknya. Buruan deh download Deegoo di situ.

Atau, kalo mau liat-liat dulu, bisa pelajari di web mereka nih.

Buat awalnya sih gw dikasih 100GB, tapi bisa terus sampai 615GB kalo lu rajin invite temen.

Ya kaya yang lagi gw kerjain ini.

Sebetulnya kenapa sih gw sampe perlu Degoo ini? Ya soalnya tadi pagi gw dikasih tau kalo”Time Machine” (HDD Backup gw udah kepenuhan), ya salah gw sih ga sediain space gede-gede. Ya abis gimana? Kapasitas HDD gw tuh emang mini-mini. Itu aja udah ditambahin 128GB SSD.

Sementara media penyimpanan iCloud aja cuma” nyediain 50gb setelah gw bayar dengan harga yang sepadan sih. Tapi dibanding Degoo yang gratis? Hayooo…

 

Time Machine yang perlu bandtuan Degoo

 

Nah, biar ga sedih berlarut-larut, gw inget kalo gw punya akun Degoo ini dan juga aplikasi desktopnya yang ternyata belum gw uninstall.

 

Simple kok makenya. Gw punya 1 Tab Samsung Note Pro 901 yang juga gw login ke Degoo. Jadi satu akun tuh bisa kita pake buat beberapa perangkat. Jadi lebih aman kan?

 

Cuma memang ada downsidenya sih, buat aplikasi desktopnya lumayan lemot. Tapi cobain aja, siapa tau emang notebook gw yang udah mulai uzur.

Pemakaian iCloud Yang Kesempitan


Makin ke sini berasa banget kalo gak semua perangkat musti dijejali storage yang gede-gedean. Selain karena biaya produksi media penyimpanan besar (hdd/ssd) itu mahal, juga karena ada bisnis penyewaan media penyimpanan online. Sebut aja Google Drive, Microsoft OneDrive , Dropbox, Box dan iCloud.

 iCloud sebagai salah satu penyedia jasa penyimpanan online (cloud) memberikan cuma-cuma 5gb kepada para pemilik akun Apple. Tapi apa cukup? Tentu aja gak cukup. Ini ladang bisnisnya. Dengan meningkatnya kemampuan kamera menghasilkan kualitas foto lebih baik (yang otomatis ukuran file pun lebih besar), pengguna seperti “dibujuk” untuk selalu haus akan kebutuhan storage lebih lega. Termasuk gw tentunya. Oh iya, pernah kepikiran gak kenapa makin ke sini kebutuhan cuman supaya bisa main satu game keren aja bikin kita musti rela ngapus game sebelumnya lantaran gadget kita gak muat lagi. Mana game sekarang jarang yang ada tamatnya lagi. Ngeselin kan?

Gw “terpaksa” rela merogoh kantong sebesar Rp. 15rb/bulan untuk tambahan storage hingga jadi 50gb. Harga yang manusiawi secara gw punya beberapa perangkat yg bisa ikutan nebeng di sini juga.

Mungkin gw bakal ngupdate tulisan ini pake perbandingan antara cloud yang satu dan yang lain, tapi kayanya sih gak deh… 😋

Jujur sih gw lebih suka Google Drive, soalnya gw ngerasa lebih gampang comot satu file dan nempatinnya sekaligus nampilin ya ke tempat laen. Jadi ga cuma nyuguhin link. Kaya kalo lu perhatiin postingan spoiler film di sini rata-rata gw embed dari Google Drive gw.