Make Money From Home Using Facebook Pt.02


Once we’re done converting our Facebook Profile to Facebook Page. We can start filling it with anything. Such as news, jokes, photos just like you do with your personal Facebook profile. But, keep this in mind… our post here should be viewers oriented. We can’t post deliberately we do on our personal page.Unless you’re one of the Kardashians or Trump.

Don’t know what we’re discussing here? Check the first part.

Verify Your Facebook Page

You may want to verify your Facebook Page even you don’t need to. It will raise the trust of your future followers on your page. This is how you do it:

To verify your Page:
  1. Click Settings at the top of your Page
  2. In General, click Page Verification
  3. Click Verify this Page, then click Get Started
  4. Enter a publicly listed phone number for your business, your country, and language
  5. Click Call Me Now to allow Facebook to call you with a verification code
  6. Enter the 4-digit verification code and click Continue

And Now… The Nasty Part

This is where things got confusing, we might even have to open more than one tab to make it works. But, this is the essential part, we won’t be able to monetize our Facebook Page without successfully doing this part.

  1. Go to https://instantarticles.fb.com/
  2. Click Sign Up
  3. Choose your Facebook Page
  4. Skip to the Instant Article section below.

If you don’t have a Facebook Page, you can start here.

  1. Do step 1 to 4 above
  2. Pick your page type.
  3. Take your time and choose what suits your page.
    page
  4. Make your first Facebook Page setup
    pp
  5. Invite your friends while being selective. Kicking out hundreds of people is a hard thing to do and there is no bulk delete option.
    invite

Instant Article

Facebook has a strict rule for Instant Articles as stated here.

  1. Click the checkbox beside “By proceeding, you agree to the Instant Articles Terms.”
  2. Click Access Instant Articles Tools
  3. Continue here
    next

Done! Start filling up your page with articles. Facebook needs at least 10 articles to get reviewed.

After Facebook is done reviewing the articles on your Facebook Page, you can click the monetize menu from the left and follow the instructions given. It’s a step by step tutorial, so I believe you can manage your way from here.

If you like this article, please follow my Facebook Page to find more tutorials like this.

Cheers and good luck!

 

 

Aside

Facebook Being Abandoned by Young User


Facebook Abandoned by Young User

Facebook left behind by some young users, this is seen from the results of survey and calculations. Young people in their twenties began to switch to other social media platforms. This is not the first time it occurred on Facebook. A few years ago Facebook anticipated this by buying Instagram that has many juvenile users. But this time Instagram began to be abandoned by users aged 18-24 years.

Users at that age move to a more concise platform, Snapchat from Snap inc. Snapchat is an old app, but the real development started when they became an open company.

Younger users are more concerned with quick and concise usage and do not necessarily have to read something unimportant that could suddenly appear on their Facebook page. Not to mention there are still users who are noxious Facebook by sharing sadistic photographs, pornography or a thousand narcissistic photographs in a day. Oh, did I mention the tag “friends” at random?

Also, read how to get rid of the toxic Facebook user.

However, despite Facebook being abandoned by young users, Facebook is still ranked first as a social media.

Does this fact imply that Snapchat will also be bought by Facebook?

Also, read how to customize your Facebook color and theme.

Status

This Is How To Change Facebook Color and Theme


Got bored with the original look of Facebook? This Is How To Change Facebook Color and Theme. Simply install Color and Theme Changer for Facebook, the extension made for Chromebook/Chrome browser. It will instantly change your Facebook to a whole new and fresh look. And you can choose and set the color of your Facebook according to your own personal taste. No amen needed!

Change facebook color and Theme

Where Can I Get It?

Get Color and Theme Changer fo Facebook here.

Also read: How to Handle Annoying Facebook Spammer.

 

ada di facebook

Aneka Mahluk Yang Ada di Facebook dan Media Sosial Lainnya


Sekarang gw bakal nulis aneka mahluk yang ada di Facebook dan media sosial lainnya yang gw temui sejak jaman Mirc. Ada yang modus, tapi ada juga yang jujur. Yuk kita baca sama-sama kaya gimana sih mahluk-mahluk itu…

Warning! Banyak caci-maki di sini:

  1. Basa “basi”.
  2. Nyamar.
  3. Horny bastard.
  4. Perayu.
  5. Sok akrab.
  6. Pede banget.
  7. Nongol setahun sekali.
  8. Kepo.
  9. Kolektor dan eksklusif.
  10. Cari Jodoh.
  11. Gelar dumay.
  12. Caper.
  13. Multi akun.
  14. Tipe “too soon” dan TMI.
  15. Tukang ngeluh.
  16. Non responsif/lemot.
  17. Asal share.
  18. Tukang debat.
Basa “Basi”

Tipe kaya gini gw tulis pertama kali lantaran tipe ini yang paling sering gw temui setiap harinya. Entah karena memang banyak yang seperti ini, atau memang gw ini semacam “basa ‘basi’ magnet” aja. Basa-basi kaya apa yang sering gw temui? Kaya gini nih…

Selamat pagi/siang/malam…

Entah apa kerennya basa-basi kaya gini, tapi setiap hari selalu muncul dari yang gw kenal atau yang baru nambah pertemanan sama gw. Untungnya adalah, mahluk ini gak terlalu spesifik. Gak kebayang kalau gw harus ngeladenin orang yang nyapa, “Selamat jam satu kurang seperempat menit dan dua puluh detik”… kok jadi kaya dial 103 dari telpon rumah jaman dulu aja ya?

Udah makan belum?

Dafuq? So what gw udah makan atau belum? Kalau dia ini dokter yang ngasih tau kita waktu makan obat sih okelah ya?

Apa kabar?

Ini sih standard kalau diucapin sama teman lama yang mau tahu kabar kita. Apalagi kalau kita lama gak ada kabar, misalnya habis terdampar di pulau terpencil. Nah, kalau diucapin sama orang asing gimana? Emang yang mau dia catch-up dari kita tuh apa sih? Kenal aja belum kok.

Ada contoh basa “basi” lainnya? Tulis di komen yah 🙂

Nyamar

Yang kaya gini juga banyak, dan sepertinya hak pribadi masing-masing orang buat nentuin dia mau dikenal publik atau lebih nyaman dengan penyamarannya. Kaya Batman yang harus pakai topeng demi melindungi orang-orang sekitarnya dan memberi efek seram ke lawan-lawannya. Tahu kan kalau Batman itu sebetulnya orang biasa yang kau berantem juga bisa kalah? Baca Batman Year One deh…

Horny Bastard

Entah apa yang lebih memuakkan dari tipe manusia ini. Gaes, kan ada fasilitas dan web lain yang khusus buat penyaluran libidolu. Kalau diblokir, cari akal dong ah. Tanya ke temenlu yang punya skill IT supaya tetap bisa buka. Ya atau Googling aja. Jangan terlalu pelit untuk dapat fasilitas lebih ya… Atau kalau mau dapet gratisan, jagan terlalu random dan membabi-buta ngirimin “pick dic” lu ke orang-orang gak berdosa. Buat yang sering kena ginian, gw ada tips yang sering gw lakukan… screenshot aja chatlu sama orang itu yang ada hal-hal gak senonoh yang dia kirimin, terus sebarin ke kerabatnya biar kapok. Sebaiknya sih kasih warning dulu… kita kan manusia bijak.

Perayu

Tipe kaya gini sebetulnya gak terlalu gengges asal gak lebay aja. Kalau kerjaannya terus-terusan ngirim emoji, gif dan meme cinta-cintaan sih lama-lama bingung juga musti jawab apa. Terlebih kalau mereka ini pengguna bahasa yang berbeda sama kita yang berujung pada pembicaraan yang isinya love melulu. Serasa kaya disuitin abang-abang ngeliat rok mini gak sih?

Sok Akrab

Gimana rasanya kalau tiba-tiba lu disapa gini sama orang asing, “hai gimana kabarnya si mbak yang kerja di situ?” Satu kata yang ada di kepala gw adalah stalker! I mean make it global, will you? Ada di Facebook seseorang bukan berarti perlu ngebahas terlalu detail juga.Stalking ya sekedar cari info buat bahan obrolan aja, pinter-pinterlah biar sukses ngegombalnya. Orang itu ngasih info dirinya yang ada di Facebook memang buat dikonsumsi publik kok, kecuali kalau dia gak paham cara atur privasi.

Pede Banget

Ini contoh dialog sama orang kepedean:

D: Tinggal di mana?
G: Ada deh.
D: Oh, sori kakak suka yang jujur.
G: Anjir!

Nongol Setahun Sekali

Ini sih gw banget. Nongol di timeline orang cuma waktu temen gw ulang taon. Itu juga lantaran diingetin Facebook atau kalender lainnya. Tapi jangan salah, saat kita susah kadang-kadang justru mereka ini yang nongol duluan.

Kepo

Ciri-ciri orang kepo adalah, waktu kita sakit cuma nanya kita sakit apa, dan bukannya ucapin semoga cepet sembuh.

Kolektor dan Eksklusif

Kalau kolektor tuh yang nambahin jumlah teman sebanyak-banyaknya. Gak masalah sebetulnya, asal dia tahu kalau yang dia tulis itu bakal nongol di timeline semua orang yang follow dia dan seringkali ga sesuai sama selera khalayak banyak. Tipe ini bertolak belakang sama tipe eksklusif yang bener-bener ngejaga isi medsosnya hanya untuk orang tertentu, misalnya khusus buat nge-add cewek-cewek berwajah Camera 360. eh, bahkan orang ini gak segan-segan memaki kita di “muka umum” cuma gara-gara dia kita tag loh. Mungkin dia kira kita tuh termasuk mahluk sok akrab kali.

Cari Jodoh

Ini bagus, asal sopan ya. Dan jangan ngerecokin rumah tangga orang, walaupun orang itu cari kesempatan. Gak sesuai norma dan hukum aja sih. Tapi seringkali yang beresiko itu justru yang hasilnya lebih keren. Mirip judi ya? Sementara judi sendiri tuh dilarang. Jadi… ?

Gelar Dumay

Gampang banget buat orang bikin pencitraan jadi layaknya orang bergelar di dunia maya ini, wong sumbernya gampang dicomot kok. Hampir tiap hari gw ngeliat mahluk yang nyebarin komentar politik, warta kebaikan, ayat-ayat, quote kata-kata bijak dan blablabla was weswos, sementara di kesehariannya tuh jauh banget sama apa yang dia citrakan. Buat apa? Ya buat bikin target market dong. Kalau udah kejebak kan tinggal dituai hasilnya. Lihat contohnya di artikel sebelum ini.

Caper

Yang kaya gini ini sebetulnya jadi hiburan tersendiri buat gw. Serasa nonton  sitkom aja. mahluk kaya gini bahagia banget kalau postingannya dapat banyak Like dan jadi viral. Sayangnya, mahluk kaya gini gak tahu akibatnya pada dirinya dan relasinya yang ada di Facebook.

Multi Akun

Mahluk yang memiliki akun banyak ini bisa jadi karena dia punya kepentingan lain layaknya tipe nyamar di atas. Lalu apa bedanya? Bedanya ya pemilik multi akun ini memang dengan sengaja misahin medsosnya antara untuk kepentingan kerjaan atau pribadi misalnya. Atau mahluk ini multi talenta, jadi dia bikin satu akun dirinya sebagai Mehong si balerina, dan satu lagi akun untuk dirinya sebagai Mamat si juara Thai-boxing. Mungkin dia gak tahu kalau Facebook udah sediain fasilitas Facebook Page yang lebih mendukung kebutuhan bisnis. Kasian.

Tipe “Too Soon” dan TMI

Sering banget gw liat tipe “too soon” atau “terlalu dini” kaya gini. Biasanya mahluk kaya gini bakal muncul kalau sesuatu lagi booming. Ngeselin banget kalau misalnya gw niat banget nonton film Justice League tapi belum sempat dan harus lihat postingan dia yang bilang, “Yes, film Justice League keren. Supermannya muncul, gw bahagia.” Damn! cukup bilang keren aja, atau bilang abis nonton gitu. Jangan TMI (too much information).

Tukang Ngeluh

Ini gw banget. Apa-apa dikeluhin. Tapi gw cuma ngeluhin apa yang gw ngerti sih, ya sesuai kapasitas dong. Misalnya kaya gw sekarang yang ngeluhin soal mahluk yang ada di Facebook ini hahaha… Hus!

Non Responsif/Lemot

Lemot atau lemah otak adalah mahluk yang gak respon sama apa yang kita bahas. Contoh ngeselinnya nih ya:

D: hi, sibuk apa?
G: Bikin video.
D: Video apa?
G: *ngasih link YouTube*
D: apaan tuh?

Buset, tinggal klik aja keleus. Nanti kalau gw udah mulai terpaksa dengan lebay minta dia buka link baru deh dia bilang, “maaf paketnya dah mau habis”.

Asal Share

Ini mahluk yang gak boleh dijadikan teladan ya sob! Mungkin mau dianggap kekinian, semua yang nongol di timeline dia tuh dia bagikan ke teman-temannya. Bayangin betapa dropnya mood gw waktu lagi scrolling Facebook dan nemu postingan yang isinya hoax, sadisme terhadap binatang atau yang nunjukin korban-korban kecelakaan. So Sucking ftupid! Bayangin perasaanlu kalau lu lagi sedih lantaran rumahlu digrebek Robocop dan tau-tau temenlu nyebarin foto mukalu yag lagi kaget itu di sosmed.

Tukang Debat

Mahuk kaya gini dapat kepuasan dengan segala pro-kontra yang terjadi baik di postingan dia atau postingan orang. Semua didebatin, bahkan kadang hal-hal yang bukan jadi expertise dia ikutan didebatin. Bukanya kita diajarin buat meninggalkan debat ya? Seperti kata pepatah lama:

Anjing menggonggong, kafilah rebut kembali.

Kesimpulan Soal Mahuk yang Ada di Facebook

Gak bisa dipungkiri kalau justru keanekaragaman ini yang bikin isi medsos kita dinamis. Ada suka dan dukanya. Itu betul, tapi harus diingat kalau kita punya kemampuan untuk memilih. Ya memang susah sih kalau misalnya tiba-tiba kita disamperin tante kita sendiri buat approve permintaan pertemanan dari dia. Takut beliau marah kalau kita tolak, tapi kalau diterima bisa-bisa kita sendiri yang jadi gak bisa berekspresi. Di saat inilah kita mulai mempertimbangkan punya multi akun.

Btw, dengan kebijakan pemerintah soal registrasi nomer telpon ini bakal mempengaruhi akun-akun nyamar kita yang ada di Facebook dan medsos lainnya gak ya? Jejeng!

Demikian, selamat berak… hir pekan.

facebook

Facebook: Antara Butuh dan Ga Butuh


Facebook: Antara Butuh dan Ga Butuh

Berapa orang di antara lu yang masuk ke web ini gara-gara link dari Facebook, dan berapa orang yang dari sosial media lain? Gw yakin banget pasti banyakan yang nyasar ke sini dari Facebook daripada sosmed yang lain seperti Twitter dll. Ya gw belom buktiin pake analisa apa-apa sih, cuma keliatan aja dari jumlah follower gw di beberapa sosmed itu.

Sekarang balik ke pikiran gw nih, yang mungkin jadi pikiran luluolang juga… perlu gak sih kita punya Facebook?

Sekarang kita lihat dulu fitur-fitur umum yang sering dijadiin alesan buat orang bikin akun FB:

Video

Ada pilihan lain buat video seperti YouTube dan Vimeo, tapi FB juga nyediain itu, walaupun untuk monetize video di FB lumayan ribet (dan gak gratis juga).

Foto

Wew, kalo buat foto sih Instagram lebih ngetop walaupun gw bingung apakah IG ini masuk sosmed atau bukan. Soalnya, waktu gw dulu bikin IG, tujuannya ya berbagi foto yang langsung gw klik dari kamera HP, tapi sekarang ya lebih kaya buat portfolio. Sampai-sampai bisa menerbitkan selebriti yang disebut dengan SELEBGRAM.

Berbagi

Kalau buat berbagi, rasanya dari fitur dasar setiap sistem operasi tuh udah ada ya? Lebih-lebih sekarang fasilitas chat udah bisa langsung kirim data selain foto dan video. udah coba fasilitas-fasilitas yang ada di Chromebook (yang menurut gw ya kaya browser Chrome yang dikurung dalam laptop. Di Chrome (belom cek browser lainnya), berbagi itu semudah klik ekstensi aja, danlangsung masuk ke sosmed kita (yang gw yakin salah satunya ke FB juga dong?)

Cari Jodoh

Ya terserahlah buat cari jodoh atau gebetan atau cinta satu malam o oh indahnya. Banyak app lain yang memang dikhususkan buat ini. Seperti yang lagi getol gw cobain untuk promo adalah Twoo dan Bigo (ini bisa juga kan ya?).

Silaturahmi

Yakin? Gw rasa lebih dari setengah manusia virtual yang menghuni daftar “teman” di FB lu justru bukan orang yang lu kenal. Betul ga? Asal profile picture cakep, kena add deh. jujur, gw sering jadi korban ginian dan ujung-ujungnya nyesel lantaran sebagian besar orang macam ini justru jadi orang yang sangat mengganggu dengan keimpulsifan mereka akan perhatian (spam chat, video call dan parahnya kirim-kirim foto gak pantas). Dan kalau gak diladenin malah balik marah.

Networking

Sebetulnya udah ada LinkedIn yang lebih mengkhususkan untuk urusan ini. Bahkan lengkap dengan segala macam bumbu-bumbu yang berbau profesionalisme, namun ujung-ujungnya bergaya kaya sosmed juga.

Dan Lain-Lain

(masukin alesanlu di sini)

Lalu Kenapa Tetap Pakai Facebook?

Jawaban gw sih sederhana, karena Facebook itu sederhana. Ya walaupun kalau lu sejenis developer jatohnya gak sederhana-sederhana banget. Tapi Facebook itu bisa dipake mulai dari pemilik HP abal-abal di dalam hutan sampai yang pakai produk yang harganya selangit.

Lu tau gak seberapa kagetnya gw begitu tahu kalau ada orang yang Facebookan pakai SMS? Pasti gak tau kan? Ya udah…

Ketika gw ketemu sama mereka yang totalitasnya di Facebook, maka semua strategi promosi gw lewat media lain langsung basi sob…

Contoh dialog yang sering gw temuin dan ngeselin adalah:

(Setelah chat panjang)
G: *ngirim link video yang padahal tinggal klik*
D: Apaan tuh?
G: (contoh biar cepet) Ya diklik aja.
D: Ok, nanti dicek kalau (sudah sampai kantor/sudah isi pulsa/ketemu wifi/sempat)
G: *merasa gagal*
D: Kamu tinggal di mana?
G: tai!

Yo wes, cukup deh buat tema kali ini. Gimana, gak berguna kan? Kalo mau yang gak berguna, Like dong Facebook gw… jiaaaah!

 

 

Streamed: Kelas Makeup Martha


Hari ini baru aja kami selesai kelas makeup untuk Martha. Sambil ngajar, kami juga tampil LIVE di YouTube, Facebook dan Bigo (link di bawah). Walaupun sempat habis batre dan kami ga nyadar lantaran proses belajar-mengajarnya seru banget, ternyata terupload juga video-video ini ke YouTube dan Facebook. Ga tau deh kalo di Bigo. Hilang kali ya?

Soalnya, yang sebelumnya sempat LIVE di Bigo juga ga ketemu.

Link Kelas di Facebook dan Bigo

Wah, seru banget kan? Ya walaupun putus nyambung lantaran kendala abis batre, koneksi putuslah, tapi ya jadi juga lima video terpisah ini terupload ke YouTube.

Selain di YouTube, kami juga live di Facebook dan di Bigo loh.

Curhat Di Sosial Media?


Curhat di sosial media hmmm,
Gw punya teman beberapa hampir setiap kali nulis status tentang masalah sama suaminya , keuangan , hutang dan lain-lain di sosial media , yaitu facebook.

Terkadang gw bingung sama orang yang dikit-dikit nulis status di sosmed dan parahnya yang ditulis urusan pribadi banget yang harusnya bukan konsumsi publik (kasian ya suaminya).

Apa mungkin mereka yang suka curhat di sosmed adalah orang yang suka caper dan mau semua orang tahu siapa dia, apa kegiatannya sehari-hari sampai masalah pribadinya orang-orang juga mesti tahu.

Terkadang parahnya ada yang harus gitu nulis status kalau dia lagi kebelet BAB , sempet-sempetnya gitu nulis status padahal lagi kebelet BAB.

Gw sempet nanya teman gw yang hobbynya curhat di sosmed, hampir setiap refresh timeline dia melulu yang update, mengeluh, marah-marah, nyindir-nyindir dengan link.

Jawabnya dia juga ga tau maksudnya apa cuma seneng aja, (gubrak deh wkwkwkw)

Gw tanya apa se FB isinya temen lu semua di dunia nyata maksudnya bukan teman di dunia virtual.

Jawabnya ga semuanya gw kenal dan pernah ketemu, ( yaeelaaah…)

Sebenarnya sih sah-sah aja, karena sosmed-sosmed lu, mau tulis apa juga hak lu asal ga mengandung SARA.

Hanya aja sayang ya kalau lu harus curhat masalah pribadi lu, karena ga semua pemirsa yang ada di sosmed lu itu berpihak sama lu, bisa aja ada orang yang memang ga suka sama lu dan tertawa atas penderitaan lu, atau memanfaatkan kegalauan lu untuk kepentingannya sendiri. Dan yang benar teman baik lu mungkin mereka akan kasihan atas apa yang terjadi sama lu.

Ya paling ga kalau lu hobby curhat , atau meracau paling ga pada tema yang tepat dan tempat yang tepat, sekali pun lewat sosmed.

Seperti halnya gw yang hobby ngoceh, hahaha, gw memutuskan untuk bergabung di blog ini untuk ngoceh aja apa yang gw lagi pikirkan.