Kue Remang-Remang Available on iBooks


//banners.itunes.apple.com/banner.html?partnerId=&aId=&bt=catalog&t=catalog_white&id=1299295466&c=us&l=en-US&w=320&h=50&store=books

Sebuah kisah horor Berbahasa Indonesia.

Cerita seorang tukang kue Dorayaki yang selalu mengerjakan hal yang sama setiap hari, karena phobia dan trauma yang diakibatkan masa lalunya yang penuh kengerian dan hal-hal yang tak bisa dijelaskan.

Beberapa bab awal dari buku ini pernah gw tulis sebagai cerita bersambung di sini dan di sini.

Requirements: To view this book, you must have an iOS device with iBooks 1.5 or later and iOS 4.3.3 or later, or a Mac with iBooks 1.0 or later and OS X 10.9 or later.

 

https://widgets.itunes.apple.com/widget.html?c=us&brc=FFFFFF&blc=FFFFFF&trc=FFFFFF&tlc=FFFFFF&d=&t=&m=ebook&e=ebook&w=250&h=300&ids=1299295466&wt=discovery&partnerId=&affiliate_id=&at=&ct=

 

Semoga buku ini bisa diapresiasi dengan baik dan menghibur para penggemar kisah horror pada khususnya.

Untuk koleksi buku selengkapnya, bisa dilihat di sini.

Kue Remang-Remang Bab 2


geralt / Pixabay

Kue Remang-Remang Bab 2

Kisah perkelahian ayah menyebar dengan cepat, ya karena rumah nenekku berada di daerah perkampungan, di mana siapa saja bisa tahu apa saja dengan cepat. Makanya aku bingung kenapa ada orang yang menggunakan Twitter di jaman sekarang, ingin merasakan sensasi tinggal di kampung mungkin? Menyebar cepat bukan hanya karena ayah adalah penduduk baru di situ, walaupun bisa dibilang kampung itu adalah kampung halaman tempat beliaubeliau dibesarkan. Tapi juga karena komandan tentara yang merasa malu beberapa anak buahnya berhasil dikalahkan sekaligus. Maka dipanggillah ayahku ke markas tentara itu. Ayahku diminta mengisi formulir bila menyetujuinya. Di bagian atas surat itu tertulis Kontrak Kerja Sama. Wah, apa ini? Ayahku bingung dan sambil merangkulku membacanya bersama-sama denganku. Ternyata ayahku ditawari menjadi pelatih bela diri di markas itu, dengan upah yang cukup lumayan pula. Setelah beberapa lama menganggur, kini ayahku bekerja lagi, di bidang yang sangat dicintainya pula.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Bagaikan anak kecil yang mendapat nilai bagus, kami berlari ke rumah untuk menunjukkan surat perjanjian itu pada ibu. Tapi ayahku terus ke belakang dan mengunci diri di gudang. Aku panggil-panggil, tapi tak menyahut, begitu pula ibu, tidak ada. Kuintip ke dalam kamar, tapi ada kunci di lubangnya, lalu kulekatkan kupingku di pintu, dan kudengar, “ibu bangga padamu, ibu tahu ini akan terjadi dan kau akan mendapat peruntungan di sini. Karena itu adalah janjiku padamu, dan akan kuberikan lebih lagi…”, lalu kudengar suara ibu memanggilku. Suara siapa tadi di dalam kamar? Mendengar suara ibu, ayah bergegas menunjukan surat kontraknya pada ibuku, tapi aku melihat pipi ayah berwarna semu kebiruan seperti terkena lunturan tinta.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kue Remang-Remang Bab 1


nguyentuanhung / Pixabay

Kue Remang-Remang Bab1

Seperti kau lihat, aku adalah penjual kue di depan Kedutaan ini. Kadang-kadang orang membeli kueku karena kasihan, seringnya aku tidak dimintai kembalian oleh mereka. Bahkan ada yang sengaja dari jauh berjalan cepat-cepat untuk menaruh recehan di dekat tempat jualanku. Padahal, kue yang kubikin ini betul-betul untuk kujual loh. Bukan seperti pengamen yang habis terima uang, alat musiknya dibawa pergi lagi.

Tapi tak apalah, hitung-hitung sebagai tambahan penghasilanku juga, karena dari dinas sosial sendiri, gajiku tak seberapa. Kenapa dari Dinas Sosial? Ya, karena dengan umurku yang sudah tua ini, aku sebetulnya sudah tidak diterima masuk di dinas kebersihan. Karena aku membandel untuk bekerja saja makanya pihak Dinas Sosial mengijinkanku bekerja dan memberi upah seadanya. Dengan satu aturan, “Jangan pernah memasuki Kedutaan”. Bukan hal sulit.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Oh, sungguh aku tidak sopan ya? Asal nyerocos tanpa memperkenalkan diri padamu dulu. Namaku Sata, kau boleh memanggilku Sata saja, karena sudah terlalu pendek juga untuk disingkat kan? Dan siapa namamu tadi? Oh, baiklah… Akan kucoba mengingatnya. Aku memiliki daya ingat yang buruk kalau soal nama dan wajah. Maka aku seringkali salah memperlakukan orang. Ya, tapi kebanyakan dari mereka ternyata masih ingat aku, dan memaklumi kelakuanku.

Kau percaya kalau kubilang aku tidak selalu setua dan sekeriput ini? Hahahaha, kau benar. Tentu saja aku pernah muda. Dan aku cukup populer di kalangan teman-teman sebayaku walaupun aku sangat menjauhi pergaulan. Siapa sangka aku berakhir menjadi seorang tukang sapu. Aku menjuarai bidang olahraga bela diri Karate, berkali-kali. Kau tahu Karate? Bela diri dari Jepang, yang kupelajari dari ayahku, yang beliau pelajari langsung dari Masutatsu Oyama, ada satu kejadian yang membuatku percaya padanya.

Lalu negeri ini terkena krisis ekonomi, dan ayahku yang bekerja dengan resiko kegagalan tinggi, sangat merasakan akibatnya. Sampai-sampai kami sekeluarga harus pindah ke rumah almarhum nenekku yang sebelumnya disewakan sebagai markas tentara. Kami hanya membawa pakaian, buku-buku sekolah dan mobil. Hanya itu yang tersisa, ayahku membereskan kerugian usahanya dari uang hasil menjual rumah. Kami sebagai anak-anak senang-senang saja selama kami bisa berkumpul dan bermain, tapi ayahku terlihat terguncang mentalnya. Beliau jadi suka marah-marah, terutama terhadap ibuku. Apapun yang dilakukan ibuku dinilainya salah.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Untunglah ada nenekku yang selalu menghibur kami ketika kami ketakutan melihat orangtua kami bertengkar. Oh apa? Kubilang nenekku? Bukan, nenekku kan sudah meninggal. Meninggal dengan agak aneh menurutku. Aku termasuk yang pertama kali menemukan jasadnya, dan kulihat nenekku telah meninggal dengan hidung terlepas dan ranjangnya dipenuhi semut. Tapi pemakaman dilakukan dengan biasa-biasa saja. Tidak ada penyelidikan detektif seperti di film-film seperti yang kuharapkan.

Suatu hari ibuku pulang dari pasar, dan melewati markas tentara yang tadinya berada di rumah almarhum nenek. Ibuku sangat cantik, menurut orang-orang. Lalu para tentara itu mulai menggoda ibuku sampai ibuku tersipu malu dan lari ke dalam rumah. Namun beliau kaget setengah mati ketika beliau baru saja mengunci pintu dan membalikkan badan dan melihat ayahku sudah berdiri di situ. Ayahku menampar ibuku karena menurutnya ibuku senang digoda orang seperti itu. Dan keluarlah ayahku untuk menantang para tentara itu berkelahi.

Para tentara itu ada yang meremehkan tantangan ayahku, ada pula yang mengacuhkannya karena menganggap meladeni ayahku sebagai hal yang buang-buang waktu saja. Tapi ayahku yang sudah bersikeras jadi naik pitam, maka ditendangnyalah meja tempat para tentara itu duduk-duduk sampai terpental. Barulah para tentara itu meladeninya. Aku membayangkan perkelahian ayahku melawan para tentara itu bagaikan Oyama sedang melawan banteng, tapi kali ini bantengnya banyak sekali.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Ayahku pulang dalam keadaan luka-luka, namun dengan hati yang sudah sangat lega. Ibuku spontan membersihkan lukanya dan mengobati sebisanya sambil terus-terusan meminta maaf. Tapi ayahku bilang ini bukan salah ibuku, memang para tentara itu ternyata kurang ajar.

Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Aku membukakan pintu itu dan kulihat salah satu tentara yang tadi berkelahi dengan ayah berkata, “Kalau Tuan ijinkan, bisakah Nyonya antarkan kami ke rumah sakit? Tidak ada satu pun dari kami yang sanggup membawa mobil”.

Lalu aku lari keluar dan melihat lima teman tentara tadi yang lukanya lebih parah dari ayah. Pada saat itu aku jadi yakin, ayahku memang murid Oyama.

Akan dilanjutkan besok…

horor thailand

Horor Thailand yang Aku Temuin di Nobar


Ceritanya Aku dapet website yang kayanya sih bakal jadi spesialisasi film-film Horor Thailand begitu. Nama websitenya Nobar.

Pas Aku liat sih isinya masih sedikit, tapi kontennya diupload baru-baru ini aja. Jadi mendingan buat yang tergila-gila sama film Thailand, apalagi yang horor, burur-burur deh lu bookmark tuh web, biar ga bingung nyarinya.

Aku pribadi sih awalnya ga terlalu demen ya sama film Thailand, secara dari kecil nontonin film horor Hollywood yang secara visual tuh keren-keren.

Sementara kalo Aku perhatiin film horror Thailand kok gaya bajunya begituuuu terus. Kaya liat film yang shootingnya di kampung melulu, sarung ama kembenan doang. Sampe suatu saat Aku nonton film Nangnak yang mengharukan banget deh ceritanya.

Terus masuk eranya DVD bajakan, yang isinya banyak banget film-film horor Thailand. Aku pun tergugah buat nonton itu film satu persatu, ya gak semuanya bagus sih. Tapi Aku akui, kesan serem yang ditinggalin film-film horor Thailand itu lebih membekas daripada nontonin film horor Hollywood.

Gak percaya? Coba aja lu bandingin Shutter adaptasi Hollywood sama film Shutter asli Thailandnya. Moga-moga aja film Shutter ini bakal ada deh di web Nobar tadi. Aku pengen juga nonton ulang.

horor thailand

Horor Thailand yang Saya Temuin di Nobar


Ceritanya Saya dapet website yang kayanya sih bakal jadi spesialisasi film-film Horor Thailand begitu. Nama websitenya Nobar.

Pas Saya liat sih isinya masih sedikit, tapi kontennya diupload baru-baru ini aja. Jadi mendingan buat yang tergila-gila sama film Thailand, apalagi yang horor, burur-burur deh lu bookmark tuh web, biar ga bingung nyarinya.

Saya pribadi sih awalnya ga terlalu demen ya sama film Thailand, secara dari kecil nontonin film horor Hollywood yang secara visual tuh keren-keren.

Sementara kalo Saya perhatiin film horror Thailand kok gaya bajunya begituuuu terus. Kaya liat film yang shootingnya di kampung melulu, sarung ama kembenan doang. Sampe suatu saat Saya nonton film Nangnak yang mengharukan banget deh ceritanya.

Terus masuk eranya DVD bajakan, yang isinya banyak banget film-film horor Thailand. Saya pun tergugah buat nonton itu film satu persatu, ya gak semuanya bagus sih. Tapi Saya akui, kesan serem yang ditinggalin film-film horor Thailand itu lebih membekas daripada nontonin film horor Hollywood.

Gak percaya? Coba aja lu bandingin Shutter adaptasi Hollywood sama film Shutter asli Thailandnya. Moga-moga aja film Shutter ini bakal ada deh di web Nobar tadi. Saya pengen juga nonton ulang.

horor thailand

Horor Thailand yang Gw Temuin di Nobar


Ceritanya gw dapet website yang kayanya sih bakal jadi spesialisasi film-film Horor Thailand begitu. Nama websitenya Nobar.

Pas gw liat sih isinya masih sedikit, tapi kontennya diupload baru-baru ini aja. Jadi mendingan buat yang tergila-gila sama film Thailand, apalagi yang horor, burur-burur deh lu bookmark tuh web, biar ga bingung nyarinya.

Gw pribadi sih awalnya ga terlalu demen ya sama film Thailand, secara dari kecil nontonin film horor Hollywood yang secara visual tuh keren-keren.

Sementara kalo gw perhatiin film horror Thailand kok gaya bajunya begituuuu terus. Kaya liat film yang shootingnya di kampung melulu, sarung ama kembenan doang. Sampe suatu saat gw nonton film Nangnak yang mengharukan banget deh ceritanya.

Terus masuk eranya DVD bajakan, yang isinya banyak banget film-film horor Thailand. Gw pun tergugah buat nonton itu film satu persatu, ya gak semuanya bagus sih. Tapi gw akui, kesan serem yang ditinggalin film-film horor Thailand itu lebih membekas daripada nontonin film horor Hollywood.

Gak percaya? Coba aja lu bandingin Shutter adaptasi Hollywood sama film Shutter asli Thailandnya. Moga-moga aja film Shutter ini bakal ada deh di web Nobar tadi. Gw pengen juga nonton ulang.

Spoiler Film-Film M. Night Shyamalan (Yang Aku Suka Aja) Part. 1


Terus terang, walau Aku bukan bukan fans M. Night Shyamalan, waktu pas buka imbd.com, ternyata Aku udah nonton dan suka sebagian film buatannya. Mungkin salah Aku aja lantaran nontonnya sebagian2 ya? Wew… Nih beberapa film bikinan dia yang Aku urutin menurut keblingsatan Aku saat nonton film ini, Aku cuma kasih spoiler di film2 yang Aku suka yah :

  1. Udah ketebak banget kalo Sixth Sense bakal masuk urutan satu di daftar Aku ini. Selain filmnya keren, endingnya ga ketebak juga. Bercerita soal seorang psikolog anak, Dr. Malcolm Crowe, yang jadi hantu penasaran gara2 Vincent Grey (Donnie Wahlberg) nembak dia dan lalu bunuh diri. Tapi Crowe ga sadar bahwa dirinya itu hantu dan ga sadar bahwa dia nyoba nyembuhin Cole (Haley Joel Osment) yang diduga menderita skizofrenia (suka halu2 gitu) lantaran dia gagal nyembuhin Grey. Akhirnya, Cole pun bisa nerima kelebihannya dan malah ngebantu hantu2 yang sebelumnya dianggap nakutin. Nah ini sebetulnya nyebelin banget buat Aku! Paling sebel sama film hantu yang ujung2nya ternyata cuma mau minta tolong (kaya si Ed (My House!) yg nyeremin di Conjuring 2). Maksud Aku, kenapa gak dari awal sih nongolnya baik2, pelan, ga usah ngagetin, kan lebih cepet ditolongin ya? Atau ya… pokoknya Aku ga demen film horror kaya gitu deh. Tetep masuk nomer 1 daftar Aku dari cerita aja, bukan sebagai film horror loh ya. Film ini pinter banget ngebikin orang yang cakep jadi keliatan jelek loh… nih contohnya :
    donnie-vincentgrey

    Percaya gak ini Donnie Wahlber NKOTB?

    mischa

    …dan ini Mischa Barton.

  2. Tales From The Crypt merupakan serial TV  (kalo gak salah Aku pernah liat komiknya juga) yang kemudian diangkat ke versi layar lebar. Soundtracknya asik2, ada Pantera segala. Kamumayan seru di jamannya. Ya mirip2 Twilight Zone tapi versi horror gitu deh.

  3. Split (2016) Loncat jauh beberapa tahun ke depan, lantaran film2 lainnya ngeselin banget kalo Aku musti bahas di sini.Nih beberapa film dia yang Aku nyesel nonton :
    – The Last Airbender (2010) <~ dafuq?!? Yg suka serial animasinya mending jauh2in film ini kalo ga mau muntah2.
    – After Earth (2013) <~ Keliatan banget Will Smith yang mulai maksain Jaden (anaknya) semakin menggeluti dunia film, padahal duo mereka ok banget di film Pursuit of Happyness. Datar banget, tapi coba aja… seringkali selera Aku yang salah juga sih.
    – The Village (2004) <~ Horror gagal, ga berasa nonton horror.
    – Signs (2002) <~ Kelamaan ngebangun ceritanya, tau2 abis aja.
    – The Happening (2008) <~ duuuh… ini selevel Aftermath kali ya? Mungkin maksudnya mau bikin kaya Cloverfield dengan potongan2 gitu (tapi gagal).
    – Unbreakable (2000) <~ superhero/meta human bernama David (Bruce Willis) yg baru sadar punya kelebihan setelah ketemu lawannya, Elijah (Samuel L. Jackson). Kalo lu ngarepin liat adegan kaya film2 superhero DC atau Marvel, jauh2 dari film ini deh, pasti kecewa. Bahkan kalo lu penggemar serial Heroes yg cerita superhero di alam nyata, lu bakal kecewa. Sayang ih, padahal pemerannya kelas kakap loh di jamannya. Ga percaya? Coba aja deh tonton.

 

 

    Balik ke Split, ini film tentang orang yang punya 23 (ya! dua puluh tiga!) kepribadian dan nyulik 3 cewek buat dikurbanin ke The Beast, kepribadian ke-24 yang baru bakal “lahir”. Asik juga ngeliat akting James McAvoy yang meranin 9  (di film ini cuma dikasih liat ada 6 [3 cuma terselip dalam dialog] dari 24) karakter sekaligus. Singkat cerita, cuma Casey yang berhasil lolos dari kelakuan The Beast. Ih, kok gak jelas ya? Gak kaya spoiler gini tulisannya… Kali ini Aku kasih tugas deh, coba tonton sendiri, terus bahas film ini di kolom komentar.

Setuju atau suka tulisan Aku? Coba kasih donasi biar semangat.

Spoiler Film-Film M. Night Shyamalan (Yang Saya Suka Aja) Part. 1


Terus terang, walau Saya bukan bukan fans M. Night Shyamalan, waktu pas buka imbd.com, ternyata Saya udah nonton dan suka sebagian film buatannya. Mungkin salah Saya aja lantaran nontonnya sebagian2 ya? Wew… Nih beberapa film bikinan dia yang Saya urutin menurut keblingsatan Saya saat nonton film ini, Saya cuma kasih spoiler di film2 yang Saya suka yah :

  1. Udah ketebak banget kalo Sixth Sense bakal masuk urutan satu di daftar Saya ini. Selain filmnya keren, endingnya ga ketebak juga. Bercerita soal seorang psikolog anak, Dr. Malcolm Crowe, yang jadi hantu penasaran gara2 Vincent Grey (Donnie Wahlberg) nembak dia dan lalu bunuh diri. Tapi Crowe ga sadar bahwa dirinya itu hantu dan ga sadar bahwa dia nyoba nyembuhin Cole (Haley Joel Osment) yang diduga menderita skizofrenia (suka halu2 gitu) lantaran dia gagal nyembuhin Grey. Akhirnya, Cole pun bisa nerima kelebihannya dan malah ngebantu hantu2 yang sebelumnya dianggap nakutin. Nah ini sebetulnya nyebelin banget buat Saya! Paling sebel sama film hantu yang ujung2nya ternyata cuma mau minta tolong (kaya si Ed (My House!) yg nyeremin di Conjuring 2). Maksud Saya, kenapa gak dari awal sih nongolnya baik2, pelan, ga usah ngagetin, kan lebih cepet ditolongin ya? Atau ya… pokoknya Saya ga demen film horror kaya gitu deh. Tetep masuk nomer 1 daftar Saya dari cerita aja, bukan sebagai film horror loh ya. Film ini pinter banget ngebikin orang yang cakep jadi keliatan jelek loh… nih contohnya :
    donnie-vincentgrey

    Percaya gak ini Donnie Wahlber NKOTB?

    mischa

    …dan ini Mischa Barton.

  2. Tales From The Crypt merupakan serial TV  (kalo gak salah Saya pernah liat komiknya juga) yang kemudian diangkat ke versi layar lebar. Soundtracknya asik2, ada Pantera segala. Kamumayan seru di jamannya. Ya mirip2 Twilight Zone tapi versi horror gitu deh.

  3. Split (2016) Loncat jauh beberapa tahun ke depan, lantaran film2 lainnya ngeselin banget kalo Saya musti bahas di sini.Nih beberapa film dia yang Saya nyesel nonton :
    – The Last Airbender (2010) <~ dafuq?!? Yg suka serial animasinya mending jauh2in film ini kalo ga mau muntah2.
    – After Earth (2013) <~ Keliatan banget Will Smith yang mulai maksain Jaden (anaknya) semakin menggeluti dunia film, padahal duo mereka ok banget di film Pursuit of Happyness. Datar banget, tapi coba aja… seringkali selera Saya yang salah juga sih.
    – The Village (2004) <~ Horror gagal, ga berasa nonton horror.
    – Signs (2002) <~ Kelamaan ngebangun ceritanya, tau2 abis aja.
    – The Happening (2008) <~ duuuh… ini selevel Aftermath kali ya? Mungkin maksudnya mau bikin kaya Cloverfield dengan potongan2 gitu (tapi gagal).
    – Unbreakable (2000) <~ superhero/meta human bernama David (Bruce Willis) yg baru sadar punya kelebihan setelah ketemu lawannya, Elijah (Samuel L. Jackson). Kalo lu ngarepin liat adegan kaya film2 superhero DC atau Marvel, jauh2 dari film ini deh, pasti kecewa. Bahkan kalo lu penggemar serial Heroes yg cerita superhero di alam nyata, lu bakal kecewa. Sayang ih, padahal pemerannya kelas kakap loh di jamannya. Ga percaya? Coba aja deh tonton.

 

 

    Balik ke Split, ini film tentang orang yang punya 23 (ya! dua puluh tiga!) kepribadian dan nyulik 3 cewek buat dikurbanin ke The Beast, kepribadian ke-24 yang baru bakal “lahir”. Asik juga ngeliat akting James McAvoy yang meranin 9  (di film ini cuma dikasih liat ada 6 [3 cuma terselip dalam dialog] dari 24) karakter sekaligus. Singkat cerita, cuma Casey yang berhasil lolos dari kelakuan The Beast. Ih, kok gak jelas ya? Gak kaya spoiler gini tulisannya… Kali ini Saya kasih tugas deh, coba tonton sendiri, terus bahas film ini di kolom komentar.

Setuju atau suka tulisan Saya? Coba kasih donasi biar semangat.

Spoiler Film-Film M. Night Shyamalan (Yang Gw Suka Aja) Part. 1


Terus terang, walau gw bukan bukan fans M. Night Shyamalan, waktu pas buka imbd.com, ternyata gw udah nonton dan suka sebagian film buatannya. Mungkin salah gw aja lantaran nontonnya sebagian2 ya? Wew… Nih beberapa film bikinan dia yang gw urutin menurut keblingsatan gw saat nonton film ini, gw cuma kasih spoiler di film2 yang gw suka yah :

  1. Udah ketebak banget kalo Sixth Sense bakal masuk urutan satu di daftar gw ini. Selain filmnya keren, endingnya ga ketebak juga. Bercerita soal seorang psikolog anak, Dr. Malcolm Crowe, yang jadi hantu penasaran gara2 Vincent Grey (Donnie Wahlberg) nembak dia dan lalu bunuh diri. Tapi Crowe ga sadar bahwa dirinya itu hantu dan ga sadar bahwa dia nyoba nyembuhin Cole (Haley Joel Osment) yang diduga menderita skizofrenia (suka halu2 gitu) lantaran dia gagal nyembuhin Grey. Akhirnya, Cole pun bisa nerima kelebihannya dan malah ngebantu hantu2 yang sebelumnya dianggap nakutin. Nah ini sebetulnya nyebelin banget buat gw! Paling sebel sama film hantu yang ujung2nya ternyata cuma mau minta tolong (kaya si Ed (My House!) yg nyeremin di Conjuring 2). Maksud gw, kenapa gak dari awal sih nongolnya baik2, pelan, ga usah ngagetin, kan lebih cepet ditolongin ya? Atau ya… pokoknya gw ga demen film horror kaya gitu deh. Tetep masuk nomer 1 daftar gw dari cerita aja, bukan sebagai film horror loh ya. Film ini pinter banget ngebikin orang yang cakep jadi keliatan jelek loh… nih contohnya :
    donnie-vincentgrey

    Percaya gak ini Donnie Wahlber NKOTB?

    mischa

    …dan ini Mischa Barton.

  2. Tales From The Crypt merupakan serial TV  (kalo gak salah gw pernah liat komiknya juga) yang kemudian diangkat ke versi layar lebar. Soundtracknya asik2, ada Pantera segala. Lumayan seru di jamannya. Ya mirip2 Twilight Zone tapi versi horror gitu deh.

  3. Split (2016) Loncat jauh beberapa tahun ke depan, lantaran film2 lainnya ngeselin banget kalo gw musti bahas di sini.Nih beberapa film dia yang gw nyesel nonton :
    – The Last Airbender (2010) <~ dafuq?!? Yg suka serial animasinya mending jauh2in film ini kalo ga mau muntah2.
    – After Earth (2013) <~ Keliatan banget Will Smith yang mulai maksain Jaden (anaknya) semakin menggeluti dunia film, padahal duo mereka ok banget di film Pursuit of Happyness. Datar banget, tapi coba aja… seringkali selera gw yang salah juga sih.
    – The Village (2004) <~ Horror gagal, ga berasa nonton horror.
    – Signs (2002) <~ Kelamaan ngebangun ceritanya, tau2 abis aja.
    – The Happening (2008) <~ duuuh… ini selevel Aftermath kali ya? Mungkin maksudnya mau bikin kaya Cloverfield dengan potongan2 gitu (tapi gagal).
    – Unbreakable (2000) <~ superhero/meta human bernama David (Bruce Willis) yg baru sadar punya kelebihan setelah ketemu lawannya, Elijah (Samuel L. Jackson). Kalo lu ngarepin liat adegan kaya film2 superhero DC atau Marvel, jauh2 dari film ini deh, pasti kecewa. Bahkan kalo lu penggemar serial Heroes yg cerita superhero di alam nyata, lu bakal kecewa. Sayang ih, padahal pemerannya kelas kakap loh di jamannya. Ga percaya? Coba aja deh tonton.

 

 

    Balik ke Split, ini film tentang orang yang punya 23 (ya! dua puluh tiga!) kepribadian dan nyulik 3 cewek buat dikurbanin ke The Beast, kepribadian ke-24 yang baru bakal “lahir”. Asik juga ngeliat akting James McAvoy yang meranin 9  (di film ini cuma dikasih liat ada 6 [3 cuma terselip dalam dialog] dari 24) karakter sekaligus. Singkat cerita, cuma Casey yang berhasil lolos dari kelakuan The Beast. Ih, kok gak jelas ya? Gak kaya spoiler gini tulisannya… Kali ini gw kasih tugas deh, coba tonton sendiri, terus bahas film ini di kolom komentar.

Setuju atau suka tulisan gw? Coba kasih donasi biar semangat.

A Cure For Wellness


Liat kan gambar utama tulisan ini? Mungkin lu mikir gini, “dih… ganteng2 kok ompong?”. Ya di cerita ini ceritanya giginya itu ada yang rontok lantaran “keracunan” air rendaman belut, dan ada juga yang emang dicabut paksa.

A-Cure-for-Wellness

Hiy, ngeri ya? Kok bisa sampe digituin? Yakin mau tau nih? Terusin aja bacanya, lantaran di sini lu bakal tau cerita seluruhnya, alias spoiler!

Ceritanya soal si Lockhart (Dane Dehaan) yang diutus sama kantornya buat ngejemput salah satu boss perusahaannya, Pembroke (Harry Groener) dari rumah sakit yang ada di Alpen, Swiss. Wuih, pemandangannya keren! Walau barangkali jaman sekarang semuanya dibikin pake CGI.

Sampe sana, Lockhart ga langsung bisa ketemu Pembroke, lantaran masih dalam perawatan. Jadi dia memutuskan kembali ke kota dulu buat cari penginapan. Eh, tau2 ada rusa nyebrang nabrak mobil yang ditumpanginnya (untung cuma CGI, kasian banget rusanya). Bangun2 udah balik lagi ke rumah sakit tadi dengan kaki yang digips seolah2 patah.

Screen Shot 2017-05-31 at 5.35.59 AM.png

Untung cuma CGI (moga2)

Akhirnya dia bisa juga nemuin Pembroke setelah main detektif2an. Pembroke yang awalnya bandel ga mau pulang akhirnya mau pulang juga setelah dikabarin perusahaannya bakal bangkrut. Tapi mendadak Pembroke ngilang, katanya lantaran kesehatannya memburuk lagi.

Gw jadi mikir, ini ceritanya kok mirip Shutter Island ya? Tapi ternyata makin ke belakang makin ga mirip. Ya udah biarin aja…

Lockhart kenalan sama cewek namanya Hannah (Mia Goth), sosok cewek yang terbelakang dan punya wajah gak berdosa.

915856_149

Gak berdosa kan tampangnya?

Dari Hannah, Lockhart tahu bahwa ada sesuatu dengan air yang ada di situ. Lalu kepala dokter di sana, Volmer (Jason Isaac), berhasil meyakinkan Lockhart buat ikut terapi air di sana. Dan bener aja kan? Gara2 ikut2an pake terapi air, Lockhart malah jadi ngaco. Plus ditambahin sugesti2 bahwa dia kena trauma dan halu gara2 bokapnya bunuh diri depan matanya (loncat dari jembatan). Tapi naluri keponya makin gila, sampe dia keluyuran dan nemuin badan Lockhart udah ngambang kaya di tabung pengawet gitu. Terus kegep, disiksa deh.

Akhirnya dia berhasil kabur ke kota cuma buat dijemput lagi sama dokternya di kantor polisi. Ternyata polisi itu kaki tangannya si dokter juga, secara rumah sakit itu jadi pusat penghidupan banyak orang. Nah, ternyata satu rumah sakit udah kaya dicuci otak aja, ga ada yang percaya Lockhart bahwa pihak rumah sakit cuma mau ambil keuntungan dari para pasien dengan cara ngeracunin pasien itu biar ga pulang2.

Ternyata ga sesimpel itu. Rumah sakit ini dulunya tempat Volmer melakukan percobaan yang sama dengan yang dikerjain sekarang, korbannya masyarakat desa. Percobaan itu buat bikin istrinya Volmer supaya bisa ngelahirin. Percobaannya berhasil, tapi istri Volmer dibakar orang desa setelah ngelahirin Hannah. Sekarang Volmer bikin percobaan ke para pasien yang satu persatu mati juga. Buat dapetin saripati dari proses badan orang yang udah diracunin belut yang berkhasiat bikin umur panjang.

Volmer berniat buat punya anak dari Hannah. Jejeng! Padahal Volmer kan udah tuwir… taon 1912 aja dia udah dewasa. Padahal kan Volmer tuh bapaknya Hannah. Namanya juga peran antagonis yah… Lalu terjadilah aksi heroik Lockhart (yang entah kenapa kok ga dibunuh aja ya?) mengganggu aksi bejad Volmer. Volmer membuka penyamarannya… ternyata dia adalah Red Skull!

download

Eh, ternyata gak mirip ya? Tapi sama2 Jermanlah.

Bukan sih, dia ya tetep Volmer aja, cuma jelek gitulah mukanya kaya squishy campur slime. Dasar emang karakter Lockhart ini ngeselin banget deh… udah gagal melulu, yang bunuh Volmer aja malah si Hannah dengan kekuatan datang bulannya (hoax).

Setelah Volmer mati, mereka lenggang kangkung kabur dari neraka jahanam itu naek sepeda.

Kok Volmer bisa ngebet banget sih sama anak yang tampangnya ga berdosa gitu? Mungkin dia pernah liat foto Hannah di poster film lain.

Nymphomaniac-character-posters-Lars-Von-Trier-sex-movie

Bisa nemu ga Hannah yang mana?

Setuju atau suka tulisan gw? Coba kasih donasi biar semangat.