eXtern OS


This morning I woke up with an itchy body because it had not showered for several days. This is because the weather is too cold and make me lazy to a bath. As always, the first thing I do is write. Most write about the operating system. Apparently, I ran out of writing material. I do not have any operating system that I can suggest to you other than what I have written.

Fedora 27 is the operating system I haven’t written before. The reason is that I don’t have the deeper knowledge to notice what’s its difference with Ubuntu 17.10. So, in order to get a fresh idea, I decided not to write, and instead watch some trailers, the most interesting is A Quiet Place.

More about A Quiet Place here.

It turned out that I actually got a great article on YouTube! I found a video entitled eXtern OS, uploaded by Anesu C. I thought it was a high budget fan-made video. Very cool! The coolest video review I’ve ever seen. Then I was tempted to download Extern OS through the link it gave.

Get Extern OS here.

Apparently, the video maker was also the maker of eXtern OS. Wow! I never thought someone who created something that cool can be so humble. So, go ahead and support him by subscribing his YouTube channel and his Patreon site.

Let’s Take A Look!

How to Run eXtern OS from USB?

The downside is, we can’t install the eXtern OS on our system (yet). But, hey, we can be a part of its history in the making. You can make the “back in my days” meme about eXtern OS when it’s finally available to be our computer’s main OS.

But, you have 2 options, to run it off a DVD or a USB. The advantage of a USB is that you can enable something called persistence. This allows eXtern to save changes across reboots when you run it on any computer using that USB. Something that no other Live USB support.

Run from USB for Windows Users

Download any bootable USB creator, one that has been tested to work is Linux Live USB Creator and also Rufus.

Run from USB for Linux Users

Download any bootable USB creator, one that has been tested to work that comes with a lot of Distros is “Startup Disk Creator”. If you do not have it you can install it on Debian systems (i.e Ubuntu) using this command:

sudo apt-get install usb-creator-gtk

elementaryOS Loki Linux Rasa MacOSX


Mungkin kalian baca ini karena kebetulan lagi cari OS alternatif yang bisa diinstall ke dalam laptop atau PC yang mulai ngebosenin. Atau mungkin juga karena memang lagi cari info tentang elementaryOS Loki. Di bawah ini Aku tulisin mengenai pendapat Aku saat sebelum dan sesudah menginstall elementaryOS ini.

Perlu diingat bahwa Aku bukanlah seorang pakar yang bakal ngasih kupasan secara detail dengan bahasa yang cuma para kaum terpelajar yang ngerti, melainkan sebagai sesama user yang kebetulan bosenan dan selalu nyobain hal-hal yang baru ditemui di internet(selama terjangkau).

Sebelum Install

Waktu lagi cari info soal cara bikin Live USB buat Windows di Mac, Aku tersesat di halaman web Elementary OS, dan seperti biasanya Aku cobain deh. Ya mumpung Chromebook Aku selalu sanggup menerima cobaan yang Aku timpakan atas dirinya juga.

Tampilan web Elementary OS cakep banget, dan desainnya pun enak dilihat mata. Bagaikan mau mengedepankan urusan desain sebagai nilai jual, Elementary OS menyiapkan icon-icon lucu di dalam paketnya.

Ternyata OS ini gak gratis juga, lantaran gak nemu tombol downloadnya, Aku nyumbang 1USD buat ngedownload OS ini(huuu riya!).

Dengan ukuran .iso yang 1.37GB, moga-moga OS ini betul-betul memanjakan pengalaman post-install dengan mulus dan gak banyak ngasih PR lanjutan.

Toko Aplikasi, yang Indie dan Sumber Terbuka

PusatApl memberikan aplikasi native dan Sumber Terbuka untuk elementary OS. Jelajahi aplikasi baru dengan cepat, perbarui yang Anda miliki dengan mudah. Lebih lagi, dukung pengembang indie melalui pembelian bayar-yang-Anda-mau.

Aplikasi yang Anda butuhkan, Bukan yang Lainnya.

elementary OS memiliki aplikasi yang dipilih dengan baik, mendukung semua kebutuhan Anda sehari-hari, Anda pun bisa memiliki lebih banyak waktu menggunakan komputer, bukannya membersihkan aplikasi sampah.

 

Wah, “aplikasi sampah” katanya. Entah apakah yang dimaksudnya sama dengan yang Aku pikir, tapi memang Aku pernah ngerasain gimana ngeselinnya abis install OS dan harus buangin aplikasi yang Aku gak mau pakai satu persatu. Dan itu sangat melelahkan!

Elementary OS adalah open source, kita bisa ikutan jadi pengembang, jadi penerjemah dan bantu ngurusin webnya.

Unduh elementaryOS Loki

Pengganti yang cepat dan terbuka untuk Windows dan macOS

elementaryOS merupakan sebuah distro linux berbasiskan Ubuntu. Distro ini menggunakan desktop manager-nya sendiri yang bernama Pantheon[2] dan terintegrasi dengan aplikasi bawaan elementary OS lainnya, seperti Plank (sebuah dock-bar berbasiskan Docky), peramban web Midori, dan Scratch (Teks editor yang sederhana). Distro ini menggunakan Gala sebagai Window Managernya,[3] yang berbasiskan pada Mutter Windows Manager.[2]

Distro ini pada awalnya bermula dari sepaket tema dan aplikasi-aplikasi yang ditujukan untuk Ubuntu, namun kemudian berubah fungsi menjadi sebuah distro linux tersendiri.[4] Sebagai turunan dari Ubuntu, distro ini kompatibel dengan repositori dan paket-paket milik Ubuntu. Distro ini juga menggunakan software center milik Ubuntu untuk menangani pemasangan dan pencopotan perangkat lunak, meskipun software center elemetary sendiri sedang dalam pengerjaan.[5] Tampilan antar mukanya dibuat agar terlihat intuitif bagi pengguna-pengguna baru tanpa menggunakan banyak sumber daya dan dengan desain yang serupa dengan sistem operasi OS X dari Apple.[6]

Baca juga: EndlessOS, PhoenixOS, RemixOS, Ubuntu 17.10, Xenial/Crouton, Ubuntu 16.04, GalliumOS, ChromeOS

Sejarah

Rilis versi stabil pertama dari elementary OS adalah “Jupiter“,[4] diluncurkan pada Maret 2011 dan berbasis Ubuntu 10.10. Sejak Oktober 2012, versi ini tidak lagi didukung dan berarti juga tidak lagi bisa diunduh di situs resmi elementary OS[7][8]

Pada bulan November 2012, versi beta pertama dari elementary OS bernama kode “Kamuna” dirilis, yang menggunakan Ubuntu 12.04 LTS sebagai dasarnya.[9] Versi beta kedua dari “Kamuna” dirilis pada tanggal 6 May 2013, melakukan lebih dari perbaikan atas 300 bug dan beberapa perubahan seperti peningkatan dukungan untuk berbagai localization, dukungan layar ganda dan pembaruan beberapa aplikasi.[10][11]

Pada tanggal 7 Agustus 2013, jam hitung mundur muncul pada situs resmi elementary OS yang berakhir pada 10 Agustus 2013.[12] Versi stabil kedua dari elementary OS, bernama “Kamuna“, diluncurkan pada 10 Agustus 2013, dengan perombakan total dan desain ulang situs resminya.[1]

Pada tanggal 11 April 2015, elementary OS berkode nama “Freya” diluncurkan dengan beberapa peningkatan.

Pada tanggal 13 Juni 2016, elementary OS “Loki” diluncurkan. Ini merupakan rilis tak stabil pertama dari elementary OS loki dan mengimplementasikan lebih dari 20 cetak biru dan lebih dari 800 bug ditutup serta peningkatan lainya.

Coba elementaryOS dengan mendapatkannya di sini.

Sesudah Install

Setelah diinstall, Aku baru bisa berkomentar kalau elementaryOS memang sesuai yang dijanjikan. Setidaknya buat urusan penampilan. Sekilas terlihat mirip banget sama MacOSX, terutama dari warna sampai “kekakuannya”buat urusan kustomasi. Tapi ini baru percobaan Aku setelah beberapa menit aja.

Awalnya touchpad Aku gak berjalan mulus alias patah-patah, tapi begitu selesai menunaikan update, langsung lancar lagi. elementaryOS hadir dengan browser bawaannya yang bernama Epiphany yang performanya juga oke.

elementaryOS gak nyediain aplikasi apa-apa di dalamnya, setidaknya gak yang bisa langsung Aku pakai kerja. Yang hadir cuma video player dan photo gallery. Untungnya udah disediain AppCenter di mana kita bisa ngedownload aplikasi yang kita butuhin. Mungkin ini yang dimaksud dengan ujaran “Anda pun bisa memiliki lebih banyak waktu menggunakan komputer, bukannya membersihkan aplikasi sampah”di atas.

Tertarik?

EelementaryOS bisa didownload dari webnya atau kalau gak mau repot bisa beli Live USB yang tinggal colok dan pakai di sini.