MacBook Upgrade: The Easy Way To Resurrect Your Old MacBook/Pro


If you’re reading this, chances are you’re in one of the scenarios below:

Scenario 1:

Have an old MacBook/Pro and feel if your MacBook is not able to serve your needs well? Wait, do not let it be thrown away or sold at a cheap price. Because with a little effort (and cost) we will be able to prosecute MacBook Upgrade and make it endure for at least the next few years.

So let your nephew who has been begging for your MacBook waiting for a few more years. Because, you’ll fall in love with your MacBook (Pro) again!


Scenario 2:

You see someone selling a used MacBook on Amazon for a very cheap price, and you really crave it once.

Scenario 3:

You are a technician who is dismantling a MacBook belongs to a person who is in one of the two scenarios above.

Let’s Start Our MacBook Upgrade

Read the tips for MacBook Air here.

  • SSD

Older MacBook doesn’t have SSD since SSD was not even invented yet. But now you can easily replace your old HDD with SSD. SSD was first introduced in MacBook Air, hence the slim body and anti-shake. I even dropped my SSD on purpose and the data can still be accessed. SSD has no moving parts, so any kind of shaking won’t destroy the data in it (unless if the damage is done physically).

This can be done on MacBook Pro & MacBook

  • 2 SSDs!

The average SSD comes in a smaller capacity than the HDD. This actually makes sense, because anyway most of the data we can save in Cloud services.

Read more about Cloud storage here.

But this will be a problem if you need physical storage media to do video and photo editing (among other tasks) that require real-time data rotation.

This is when we’ll be using 2 SSDs at once, by putting it into the caddy that we then put into our MacBook.

This can be done on MacBook Pro & MacBook

  • Using RAID 0

If you still have an extra HDD, why not use two HDD’s inside your MacBook? Use the same method with the 2 SSDs above, insert your HDD, then make your 2 HDDs into one Raid 0. Raid 0 works to use both HDDs that you have simultaneously with speed as its primary goal.

I was tempted to make 2 SSDs into RAID 0, but I did not feel any significant change. Apparently, this is still a questionable thing to its usefulness.

Here is how we’ll do it:

  • Press Cmd and Space to open Spotlight
  • Type diskutil to open the Disk Utility
  • Go to File > RAID Assistant…
  • Choose Stripped (RAID 0)
  • Click Next
  • Choose your disks
  • Set the properties*
  • Everything should be well guided from there

*Be careful when choosing Chunk Size, as this will prevent the occurrence of the Bottle Neck effect. Remember how the Bottle Neck effect in the movie Saving Private Ryan? This is similar.

Choose a small chunk size if your MacBook data usage is small but often (eg typing blogs and other Office tasks), and use large sizes if you’re working on large data (for example, continuously applying Photoshop or Final Cut Pro X filters).

  • Resetting It Completely

After years of usage and hundreds of times installing and removing applications, lots of junk files are left on our Mac. Of course, we can use “app forced to us to install it”, know what application I mean?

But nothing is cleaner than actually resetting our Mac to be as new (even with the latest OS version).

First of all, make sure you have an internet connection.

The trick is to hold down the Cmd + R key when turning on the Mac. Then select New Install from there. Leave your Mac, and do activities as usual (unless your usual activity is to use a MacBook). Once that process is complete, your MacBook will look like new.

  • Other OS

Mac OSX is by far the most sophisticated OS I’ve ever had. But, just like what Apple always does, the older device would be rendered useless from one update to another. This is the time you should consider to run your old MacBook on other operating systems that run perfectly on your old MacBook.

Here is the list of other OS that runs smoothly on my MacBook Pro Mid-2010:

Read here to learn a trick for MacBook Pro on Deepin/other Linux.

  • Alternative Apps

Another way for MacBook Upgrade is by using alternative applications. Doing this can also make your MacBook feels lighter. For example, replace heavy Adobe Photoshop with GIMP, replace Adobe Lightroom with Photos, Replace Final Cut Pro X with iMovie.

Read more about Free Photoshop alternatives here.

It’s like circumcising many functions, but we can use several small separate apps to get similar results, without the temptation of trying hundreds of tool functions in Photoshop that we don’t need have never touched before (and this is related to the chunk size we discussed earlier).

That concludes our topic about MacBook Upgrade, see you on the other topics.

boot loop di

Boot Loop di Macbook Pro 2010 atau Mac Lainnya


Boot Loop di Macbook Pro 2010

Jadi begini, barusan gw mendadak ingat bahwa ada file-file video gak porno yang harus gw backup dan edit. Maka dengan seksama mulailah gw colok sana-sini dan rubah posisi meja kerja gw jadi posisi GAWE MODE. Kampretnya, waktu gw nyalain, itu mbp restart-restart sendiri, atau istilahnya “boot loop”.

Kirain hape doang yang bisa boot loop. Walah, apes deh…

Tapi gw tetap pede dong, soalnya nih ya… skenario terburuk yang bisa terjadi adalah gw tinggal restore dari Time Machine (yang sekarang sedang gw lakukan). Seandainya gak ada Time Machine, ya nasiblu aja itu sih? Hahaha… Eits sabar… Kalau lu gak punya time machine, lu bisa konekin Mac lu ke internet via wifi terus install ulang deh dengan gratis. Datalu sih hilang ya, tapi yang penting bisa lu bikin ulang kan? Udahlah, kangan terlalu mikirin masa lalu.

Pastinya lu udah coba start di Recovery Mode kan? Itu loh, yang pencet lalu tahan cmd dan R. Di situ ada pilihan buat ke Disk Utility, Install Ulang dan Time Machine. Kita bahas satu persatu yuk.

Ayo duduk yang manis dulu dan jangan muntah di kelas:
  1. Disk Utility.
    Sebaiknya pakai disk utility dulu, siapa tau sembuh. Sekalian lihat jumlah ruang yang tersisa di HDD. Karena gw  pernah punya pengalaman, nginstall segala rupa (yang gw pikir kecil-kecil, misalnya Fonts) yang ternyata bikin Mac buat start aja ngeden dulu.
  2. Time Machine (kalo punya, kalo gak punya langsung baca nomer selanjutnya aja).
    Walaupun ini mungkin bisa membuka luka lamalu, tapi Time Machine bisa jadi penyelamat masa depanlu. Caranya, sambungkan media penyimpanan Time Machine ke Mac, lalu tinggal klik pilihan Time Machine. Tar keluar tampilan yang seolah-olah tahu banget kita lagi maunya buru-buru. Tunggu beberapa saat sampai penyimpanan Time Machine muncul. Pilih media penyimpananlu, pilih kapan terakhir kali Time Machine bikin backup (saran gw sih, pilih tanggal sebelum muncul masalah-masalah). Pilih ke mana mau dimasukin backupnya. Ingat ya, Time Machine bakal ngapus seluruh data yang ada di drive yang lu pilih. Jadi buat yang pada pake 2 SSD/HDD harap hati-hati aja, jangan sampai datalu ketimpa dan lu jadi punya dua startup drive. Trik ini dulu pernah gw pakai buat masukin OS baru ke Macbook jadul yang kata Apple gak support.
  3. Install ulang.
    Asal lu punya internet, lu bisa install ulang Mac yang kena boot loop di saat mulai nyala. Pilih aja opsi buat install ulang sambil konek ke wifi. Terus tinggalin beraktivitas sebentar, bangsa sehari dua hari. Begitu balik lagi, masukin deh informasi dirilu. Ya sekalian update juga, siapa tau password lama masih {namalu} love {nama mantan} Wkwkwkwk…wekaweka…
Ini kombinasi tombol keyboard yang bisa dicoba:
  1. cmd-opt-P-R untuk reset PRAM (cadangan memory yang blablabla…) tahan sampai booting 4-5 kali (ini gak membantu kasus gw)
  2. cmd-R buat masuk recovery mode.

Lalu, apa sih sebenernya penyebab boot loop di Mac gw? Inilah hebatnya Apple… kita tetap gak tahu, tapi tahu-tahu bisa kerja…Uuuu dimanja (apa pembegoan masal?).

Di bagian bawah tulisan ini gw sisipin sumber yang lebih komplit seandainya semua jampi-jampi yang gw tulis di sini gak mempan mengusir keapesanlu.

Btw, ternyata ngetik pake app WordPress tuh gak luwes ya? Buat ngelink ke halaman gw sendiri kok ora iso, buat bikin Subjudul juga ga bisa nih, padahal kalau pakai Chrome gampang tuh. Tinggal highlight dan klik.

Sumber : https://wp.me/p21eJg-6l

boot loop

Boot Loop di Macbook Pro 2010 atau Mac Lainnya


Boot Loop

Boot loop atau terus-terusan restart pada waktu mau nyalain laptop atau gadget emang bikin kesal. Apalagi kalau lagi ada kejar tayang kerjaan.

Jadi begini, barusan gw mendadak ingat bahwa ada file-file video gak porno yang harus gw backup dan edit. Maka dengan seksama mulailah gw colok sana-sini dan rubah posisi meja kerja gw jadi posisi GAWE MODE. Kampretnya, waktu gw nyalain, itu mbp restart-restart sendiri, atau istilahnya “boot loop”.

Kirain hape doang yang bisa boot loop. Walah, apes deh…

Tapi gw tetap pede dong, soalnya nih ya… skenario terburuk yang bisa terjadi adalah gw tinggal restore dari Time Machine (yang sekarang sedang gw lakukan). Seandainya gak ada Time Machine, ya nasiblu aja itu sih? Hahaha… Eits sabar… Kalau lu gak punya time machine, lu bisa konekin Mac lu ke internet via wifi terus install ulang deh dengan gratis. Datalu sih hilang ya, tapi yang penting bisa lu bikin ulang kan? Udahlah, jangan terlalu mikirin masa lalu.

amzn_assoc_placement = “adunit0”;
amzn_assoc_search_bar = “true”;
amzn_assoc_tracking_id = “digressingme-20”;
amzn_assoc_search_bar_position = “bottom”;
amzn_assoc_ad_mode = “search”;
amzn_assoc_ad_type = “smart”;
amzn_assoc_marketplace = “amazon”;
amzn_assoc_region = “US”;
amzn_assoc_title = “Simpan Data Di Sini”;
amzn_assoc_default_search_phrase = “backup data”;
amzn_assoc_default_category = “All”;
amzn_assoc_linkid = “cb62c70191b4ac590642fb5ed72fe6d7”;

//z-na.amazon-adsystem.com/widgets/onejs?MarketPlace=US

Pastinya lu udah coba start di Recovery Mode kan? Itu loh, yang pencet lalu tahan cmd dan R. Di situ ada pilihan buat ke Disk Utility, Install Ulang dan Time Machine.

Kita bahas satu persatu yuk, ayo duduk yang manis dulu dan jangan muntah di kelas:
  1. Disk Utility.
    Sebaiknya pakai disk utility dulu, siapa tau sembuh. Sekalian lihat jumlah ruang yang tersisa di HDD. Karena gw  pernah punya pengalaman, nginstall segala rupa (yang gw pikir kecil-kecil, misalnya Fonts) yang ternyata bikin Mac buat start aja ngeden dulu.
  2. Time Machine (kalo punya, kalo gak punya langsung baca nomer selanjutnya aja).
    Walaupun ini mungkin bisa membuka luka lamalu, tapi Time Machine bisa jadi penyelamat masa depanlu. Caranya, sambungkan media penyimpanan Time Machine ke Mac, lalu tinggal klik pilihan Time Machine. Tar keluar tampilan yang seolah-olah tahu banget kita lagi maunya buru-buru. Tunggu beberapa saat sampai penyimpanan Time Machine muncul. Pilih media penyimpananlu, pilih kapan terakhir kali Time Machine bikin backup (saran gw sih, pilih tanggal sebelum muncul masalah-masalah). Pilih ke mana mau dimasukin backupnya. Ingat ya, Time Machine bakal ngapus seluruh data yang ada di drive yang lu pilih. Jadi buat yang pada pake 2 SSD/HDD harap hati-hati aja, jangan sampai datalu ketimpa dan lu jadi punya dua startup drive. Trik ini dulu pernah gw pakai buat masukin OS baru ke Macbook jadul yang kata Apple gak support.
  3. Install ulang.
    Asal lu punya internet, lu bisa install ulang Mac yang ngadat ini. Pilih aja opsi buat install ulang sambil konek ke wifi. Terus tinggalin beraktivitas sebentar, bangsa sehari dua hari. Begitu balik lagi, masukin deh informasi dirilu. Ya sekalian update juga, siapa tau password lama masih {namalu} love {nama mantan} Wkwkwkwk…wekaweka…
Ini kombinasi tombol keyboard yang bisa dicoba:
  1. cmd-opt-P-R untuk reset PRAM (cadangan memory yang blablabla…) tahan sampai booting 4-5 kali (ini gak membantu kasus gw)
  2. cmd-R buat masuk recovery mode.

Lalu, apa sih sebenernya penyebab penyakitlu? Inilah hebatnya Apple… kita tetap gak tahu, tapi tahu-tahu bisa kerja…Uuuu dimanja (apa pembegoan masal?).

Di bagian bawah tulisan ini gw sisipin sumber yang lebih komplit seandainya semua jampi-jampi yang gw tulis di sini gak mempan mengusir keapesanlu.

Btw, ternyata ngetik pake app WordPress tuh gak luwes ya? Buat ngelink ke halaman gw sendiri kok ora iso, buat bikin Subjudul juga ga bisa nih, padahal kalau pakai Chrome gampang tuh. Tinggal highlight dan klik.

Penangkal Hilangnya Data

Wah, gimana kalau ternyata datalu hilang?

  1. Lu bisa coba cari pakai aplikasi dari Wondershare Data Recovery.
  2. Pakai jasa orang lain, seperti yang gw lihat ada di sini.
Solusi Backup Biar Lain Kali Gak Seribet Sekarang

Gw sih lagi keranjingan yang namanya cloud backup. Gak usah khawatir ruang kerjalu ngebul mentang-mentang namanya “cloud”. Ini sistemnya ya kaya iCloud, Dropbox, Box dan One Drive sih, cuma lebih khusus ke masalah backup, makanya berani kasih gede (gw punya lebih dari 125GB).

Namanya Degoo… Klik aja deh.

100 GB Free Backup

Sumber : https://wp.me/p21eJg-6l