As Scott Lang balances being both a superhero and a father, Hope van Dyne and Dr. Hank Pym present an urgent new mission that finds the Ant-Man fighting alongside the Wasp to uncover secrets from their past.
…and now for the posters:
Whoops, sorry… that was meant for Ant-Man.
Here you go…
Looking good! I really hope the both of them will have many roles in the next Avengers Infinity Wars.
Ant-Man and The Wasp
Since there are some intended modifications in Ant-Man and the Wasp character from the comic version, we will stick to the friendlier version, the MCEU version. In the movie, Scott Lang (later to be Ant-Man) is an ex-con willing to do anything to see his daughter. He’s very good doing his “job” that caught the attention of Hank, a rich scientist who also was The Ant-Man in his younger age together with his wife (The Wasp).
In the first Ant-Man movie, we can see that Hank was not getting along fine with his daughter, Hope, who even master the skill of controlling ants better than Scott did. Hope will later join the team as The Wasp, a heroin her mother used to become
Keterlibatan Stan Lee dibatalkan pihak Arizona Coyote setelah mendapatkan tuntutan pelecehan dari perusahaan perawat yang mengurus Stan Lee di kediamannya. Seiring dengan itu, jumlah tuntutan pun bertambah, termasuk tuntutan yang menyatakan bahwa Stan Lee (95), pernah mempertontonkan kegiatan yang tidak senonoh di hadapan tukang pijat di Hotel Chicago setelah melecehkan si tukang pijat secara fisik. Tuntutan ini mengakibatkan Stan Lee kena cekal.
Konon pelecehan itu dilakukan Stan Lee saat dirinya menghadiri The Chicago Comic & Entertainment Expo (C2E2) di bulan April tahun lalu. Lee menjadi selebritis di usianya yang sudah tua setelah seumur hidup mendedikasikan dirinya untuk Marvel.Kini Stan Lee memiliki penghasilan puluhan juta USD hanya dari franchise filmya saja.
Seperti selebritis lainnya, Stan Lee memiliki fans setia, yang rela untuk antri berjam-jam hanya untuk melihat dirinya di acara bergengsi dunia seperti Comic Con.
Stan Lee Kena Cekal: Tanggapan Kuasa Hukum
Kuasa hukum Stan Lee membantah adanya tuduhan itu dan menganggap kalau tuduhan itu bersifat pemerasan. Karena menurutnya, “Stan Lee mempunyai popularitas dan karir yang terlalu baik untuk dipertaruhkan”.
Saya rasa jawaban kuasa hukum Stan Lee ini sangat beralasan mengingat Marvel, perusahaan Stan Lee dulu pernah mengalami kesulitan keuangan sehingga harus menjual karakter-karakter superheronya ke perusahaan lain. Rasanya sulit dipercaya kalau Stan Lee mau mengalami masa sulit seperti itu lagi di saat Marvel sedang merajai pasaran layar bioskop.
Apapun yang sebenarnya terjadi, yang jelas kali ini Stan Lee kena cekal dan batal keterlibatannya di acara Arizona Coyote.
Mungkin Stan Lee menganggap dirinya sebagai Deadpool, salah satu karakter komik yang dipopulerkan Marvel dan bersifat urakan. Tunggu, Deadpool saja tidak melakukan pelecehan kan?
The superhero film will be set in the ’90s, and the Skrulls, alien shape-shifters, will be the primary antagonists. After encountering the Kree hero Captain Marvel, Carol Danvers was accidentally subjected to otherwordly radiation that transformed her into a superhuman warrior. Calling herself Ms. Marvel, she established herself as one of Marvel’s most powerful and prominent heroes both as a solo heroine and as a member of the Avengers. Recently, she adopted the mantle of Captain Marvel for herself.
Stan Lee (95) who we know as the father of all superheroes in the Marvel Universe has just been accused of harassment against his in-house nurse. What’s wrong with Stan Lee?
The allegations are thrown by a nursing company that has its nurses to take care of Stan Lee at his home in Hollywood Hills until the end of last year.
It is said that Stan Lee has harassed all the nurse who worked at his home by going around the house naked and asking for “satisfaction” in the bedroom among other actions. It has terminated a contract with Stan Lee before filing this lawsuit.
Wow, is it sure that Stan Lee were not just checking whether the nurse is a mutant or not?
But this allegation is denied Stan Lee lawyer, Tom Lallas. He said the allegations were untrue. Lallas said that the nursing company had not made an official report and indicated the possibility of extortion.
“Instead, Mr. Lee has received demands to pay money and threats that if he does not do so, the accuser will go to the media,” said Lallas. “Mr. Lee will not be extorted or blackmailed, and will pay no money to anyone because he has done absolutely nothing wrong.” ~Tom Lallas
About Stan Lee
Stan Lee is known as the originator of Marvel comic and likes to be a cameo in his films does not seem to take a headache on this charge.
Since this allegation, Stan Lee has hired another nursing company. And his new nursing party says that Stan Lee is a very good 95-year-old man and has a remarkable career at stake (for this kind of accusation).
Awal Pemunculan
Karakter fiksi karya Gerry Conway yang pertama kali muncul di komik The Amazing Spiderman #129 (Marvel, 1974) ini adalah sosok yang sudah tidak percaya pada hukum. Prinsipnya agak absurd, “senggol, bacok”. Kenapa bisa sesadis ini? Dikisahkan Francis (Frank) Castle yang sedang tamasya secara tidak sengaja menyaksikan pembunuhan yang dilakukan oleh mafia, kepergok lalu dibantailah keluarga Castle ini. Frank yang memiliki latar belakang tempur (diceritakan dengan berbagai detail menurut kemauan penulisnya) membalas dendam dengan menbantai keluarga mafia itu satu persatu dan seringkali secara random. Kelakuannya ini yang bikin dia suka berselisih paham dengan para pembela kebenaran, misalnya Daredevil. The Punisher memang bukan karakter protagonis. Dia lebih mirip orang jahat yg ngebantai orang yang lebih jahat tanpa banyak cingcong.
Punisher Newbie
Punisher naik ke layar lebar pada tahun 1989, bersamaan dengan dirilisnya film Batman, wah berat juga ya saingannya? Gw sih nonton dua2nya. Punisher diperankan oleh Dolph Lundgren. Inget orang yg badannya gede dan berkhianat di film The Expendables? Atau Ivan Drago musuhnya Rocky? Nah… itulah Dolph Lundgren. Dari segi fisik sih keren banget. Tapi cenderung jadi superior dibanding musuh2nya, ya soalnya kegedean sih. Punisher di sini bisa gw bilang sebagai Punisher versi newbie. Modalnya cuma motor, jaket kulit dan tinggal di gorong2. Yang paling gw inget adalah adegan dia masuk terus nembakin senapan mesin sambil monyong2. Sayang banget dia gak pake kostum khasnya di situ.
Punisher Pake Strategi
Tahun 2004, Thomas Jane menjadi pemeran The Punisher selanjutnya. Film ini berbeda dengan film Punisher lainnya, karena film ini lebih “bercerita” dan berbelok dari kisah aslinya. Kali ini dikisahkan tentang Howard Saint (John Travolta) yang anaknya terbunuh dalam aksi penyamaran Frank Castle sebagai agen FBI (belum jadi Punisher). Maka Saint dan istrinya menyuruh anak2 buahnya untuk membantai seluruh keluarga Frank. Jadi di film ini, dendamnya lebih personal. Terus terang banyak yang suka Punisher versi ini, tapi gw sih kurang yah… soalnya banyak banget adegan ngobrolnya. Ditambah lagi ada cewek Damsel in distress yg gak jelas tau2 baperan sama si Frank. Kostumnya cuma kaos berlogo tengkorak yg dibeli anaknya. Terus cara nyiksanya di komik yg pake es krim dimasukin juga ke film ini. Tapi untuk strategi dan kreatifitas pembantaiannya… versi Thomas Jane perlu diacungi jempol.
Punisher Absurd
Punisher : Warzone dirilis tahun 2008. Ini dia Punisher yang bikin gw melonjak2 kegirangan. Ray Stevenson jadi Punisher yang absurd banget di sini. Betul2 foya2 dan seenak jidatnya… oh iya, bukan foya2 duit yah… foya2 amunisi tepatnya. Saking absurdnya… ada penjahat yg lagi asik parkour nih… dia tembak pake roket! Iya… roket! Maklum, dia dapet persenjataannya tuh dari Micro (Wayne Knight) yg dapetinnya dari pasar gelap. Ya anggaplah para penjahat mati makan pelor orang jahat juga. Di sini Punisher udah jadi Punisher yang kita sekarang. Kostumnya udah canggih. Pembantaiannya makin gak pandang bulu. Di sini Punisher lebih mirip tentara yang haus darah. Membabi buta lantaran dendamnya sudah terbalaskan. Makanya doi jadi inceran polisi, bahkan ada satu divisi khusus yg punya satu ruangan berisi khusus kasus (baca: korban) yang dibikin Frank.
Jadi begitulah penjabaran gw tentang 3 versi Punisher layar lebar… menyisakan perasaan kurang sreg sama versi Thomas Jane, sampai… pada tahun 2012
JEJENG!
Dayuum… demikianlah kekecewaan gw sama versi Thomas Jane terbayar tuntas!
Punisher Gahar
Jon Bernthal muncul sebagai Punisher di serial Netflix, Daredevil (2016). Di sini dia harus berhadapan sama Daredevil dan Kingpin/Wilson Fisk (Vincent D’Onofrio). Loh… bukannya Daredevil dan Kingpin itu musuhan? Ya kaya ditulis di atas… Punisher ini punya jalan sendiri. Susah akurlah sama orang lantaran cara pandangnya beda. Daredevil yg dibilang sadis aja nganggap dia sadis kok. Plus, doi ini tahan siksaan banget… berani adu fisik kaya banteng. Kostumnya doi cat sendiri di atas rompi anti pelurunya, sebelumnya logo ini muncul secara simbolik dalam bentuk hasil rontgent kepalanya.
Mumpung masih anget… mending lu tonton deh. Apalagi tahun 2017 ini Punisher ini bakal punya serial sendiri.
Gw pertama kali tau Daredevil dari komik Daredevil : End of Days, yg nyeritain gimana dia dikeroyok rame2 sama penjahat. Keren banget! Dari situ gw langsung jatuh cinta sama karakter komik satu ini. Makanya gw bersorak-sorai gembira waktu muncul film layar lebarnya yang dibintangin Ben Affleck. Entah kenapa banyak yg gak suka Daredevil versi Ben Affleck, terlebih setelah versi serial Netflixnya dimulai.
Ya emang sih, gw juga suka banget sama serial ini, tapi mulai di Season 2 aja. Kenapa? Ada 2 alasan sih :
Udah Pake Kostum Merah Mirip Di Komik.Buat gw penting banget kalo film superhero itu pake kostum. Di season pertama Netflix, Daredevil alias Matt Murdock (Charlie Cox) cuma pake baju item. Gw jadi inget waktu kecil pertama kali liat Daredevil (Rex Smith) muncul buat nolongin Hulk di film The Trial of The Incredible Hulk.
Ada Punisher!!!
Hayo ngaku… Punisher (Jon Bernthal) nyolong banyak banget perhatianlu kan di film ini?!? Duh… abis ini gw musti nulis tentang Punisher deh.
Daredevil merupakan salah satu tokoh fiksi dari Marvel yg pertama kali terbit tahun 1964. Kostumnya masih berwarna kungking merah, yang kemudian berubah jadi merah gelap seperti yg kita tahu sekarang.Sejarahnya tetap sama, dengan setingan di kota Hell’s Kitchen. Diceritakan bahwa Matt Murdock kecil terkena cairan radioaktif ketika menolong seseorang yang hampir tertabrak kendaraan sehingga menyebabkan kebutaan pada matanya, namun meningkatkan indranya yang lain dan juga kekuatan dan kelincahan fisiknya.
Matt kehilangan ayahnya, Jack Murdock, seorang petinju yang “dibantai” karena menolak untuk mengalah dalam pertandingan. Dia lalu berjuang untuk membalas dendam atas kematian ayahnya sebagai Daredevil atau yg biasa disebut orang sebagai “Orang ga kenal takut” atau “Setan Hell’s Kitchen”.
Bermodalkan “radar” semacam sonar sebagai pengganti penglihatannya, Matt tumbuh dan besar di Hell’s kitchen, menjadikan seluruh area Hell’s Kitchen sebagai arena bermainnya. Intinya, Matt itu hometown boy banget deh.
Gimana kalau suatu saat Daredevil main ke Jakarta ya? Bisa sebentar2 nabrak seng pembangunan atau masuk galian kabel.
Matt jadi pengacara kemudian bikin tim bareng sama temennya, Franklin Nelson, atau yg biasa dipanggil Foggy. Dari kasus2 yang ditanganinya ini dia dapet petunjuk yang nantinya bakal diselesaikan oleh Daredevil… ala2 serial Dark Justice dululah… inget ga?
Tiap jagoan pasti ada bumbu2 cintanyalah ya… biasa itu… tapi gak biasa kalo buat Matt, lantaran dia terlibat hubungan yang aneh banget sama Elektra. Mirip hubungan Batman sama Thalia deh… pake sempet mati terus dibangkitin segala.
Musuh bebuyutan Daredevil lumayan keren2 dan berbobot… yg paling ngetop ya Kingpin (mantan musuh Spiderman) dan Bullseye. Tapi gak jarang juga dia bersinggungan sama Punisher.
Tahun 1980-an karakter Stick, pemimpin klan ninja Chaste diperkenalkan kepada pembaca sebagai tokoh yang berperan atas kemampuan tarung Daredevil. Iya juga sih ya… kuat dan lincah tapi gak jago kan gak keren juga. Sepertinya detail2 kaya gini makin diperhatiin ya? Dulu kan asal kena kecelakaan terus selamat…tau2 jadi jagoan. Ya kecuali kalo ngomongin Hulk ya… dia sih mukul random aja kalo kena bisa tinggal nama. Dipukul aja gak perlu ngehindar.
Daredevil, Punisher dan Elektra versi Netflix
Inget kan lagu ini? Bohong kalo gak…. dulu ampir tiap saat dan di mana2 ada lagu ini… sampe eneg!
Nah, sekarang gw mau ajak lu balik ke Daredevil versi Affleck. Di sini kita bisa liat Daredevil yg lebih cengengesan. Tapi selama dia bisa ngabisin orang satu bar sambil tutup mata (yaelah), ga masalah dong. Film ini sederhana, alurnya gampang, jadi ya gitu aja, tinggal ditonton ga pake ribet. Elektranya juga keren, sampe2 dibikinin film sendiri. Yang paling berkesan buat gw adalah… cara tidurnya yg berendem, biar kupingnya ga keganggu banyak suara. Unik.
Harus gw akui, walaupun gw “anak DC”, tapi untuk urusan layar lebar, Marvel punya strategi yg ga putus2.
Oh iya, apa kabar Daredevil sekarang? Terakhir sih gw liat lagi berurusan sama Ironman dengan armor cair ala musuh Terminator 2. Ada yang tau ini tentang apa?
Logan merupakan film superhero yang menurut gw paling seimbang antara unsur drama dan actionnya. Awalnya sih gw agak skeptis sama film ini, gara2 trailer pertamanya yang… duh… drama bingitz!
Etapiii… pendapat berubah begitu liat trailernya yg kedua. Gw sempet nyangka ada cameo Quicksilver loh hahaha…
Ya sebetulnya bagus atau jelek, tetep pasti gw tonton sih… Secara ini film Wolverine (Hugh Jackman) gitu. Apa yang bedain Wolverine ini dengan film2 Wolverine sebelumnya? Yang paling kontras keliatan adalah di film ini Wolverine terlihat lebih manusiawi, dia udah kena penuaan, wajarlah…umurnya udah ratusan tahun. Wah, ternyata dia bukan kaya vampir atau Highlander gitu ya? Bukan, dia juga tetep bisa nyembuhin diri… tapi ya kaya binatang udah tua aja, penyembuhannya gak instant lagi, walaupun dia tetep susah dibunuh.
Jujur sih, gw bukan fans dua film Wolverine sebelumnya, walaupun gw fans berat Wolverine yah…
Bayangin aja, di film Wolverine X-Men Origins, ngisahin soal asal muasal Logan dari kecil, dari dia belum dipasangin Adamantium sama Stryker. Belom lagi pertarungannya sama Sabretooth yang diulang2 dengan gaya yang sama. Terus musuh terakhirnya malah Deadpool2an… idih!
Di film keduanya, The Wolverine, dia malah kehilangan kekuatannya gara2 ulah Yashida yang pengen kekuatan Wolverine jadi miliknya sendiri. Walhasil banyak adegan Logan meringis2 gitu gara2 terluka. Tapi lumayanlah, di endingnya (yg di/terhapus) kita bisa liat kostum klasik Wolverine.
Jadi film Wolverine 3 yang dijudulin Logan bakal pake kostum nih? Ternyata kagak! Tapi sumpah… gw gak kecewa sama sekali.
Nih hal-hal yang bikin gw takjub sama film Logan :
Akhirnya kita dikasih liat detail cara penggunaan cakar adamantium sesungguhnya!
This slideshow requires JavaScript.
Kaki Laura (Dafne Keen) keluar cakar sob! Gw sampe melonjak kegirangan pas liat adegan ini.
Persahabatan yang unik dan kesetiakawanan antara sesama mutant yang baru saja berkenalan. Kita bisa dibikin berempati sama para mutant, padahal mereka itu hasil percobaan lab loh.
Pokoknya puaslah gw sama film ini di tengah2 banjirnya film2 superhero lainnya.