Big Little Lies adalah sebuah film yang merupakan saduran dari novel dengan judul yang sama karangan Liane Moriaty. Film inilah yang membawakan beberapa penghargaan Golden Globe bagi Nicole Kidman. Dan bukan hanya itu, pemeran pria di film ini pun mendapatkan penghargaan.
Nicole Kidman dan Reese Witherspoon berperan sebagai penutur cerita dengan setting kota Monterey yang berada di tepi pantai. Sayangnya ini bukan film Warkop DKI, jadi kita tidak bisa menonton Nicole Kidman, Shailene Woodley dan Reese Witherspoon melawak pakai bikini.
Kota ini penuh dengan kesenjangan sosial, namun Big Little Lies merupakan sebuah cerita tentang hubungan keluarga dan lingkungannya. Di season kedua, nama besar aktris senior Meryl Streep yang terkenal dengan film Death Becomes Her akan ikut berperan.
Tunggu, “season”? Ya, karena ini adalah serial HBO dan bukan merupakan film layar lebar. Makin lama kualitas serial baik TV maupun NetFlix semakin baik. Ini tantangan untuk industri layar lebar.
Reese Witherspoon sempat menjulang namanya ketika membintangi banyak film drama komedi remaja di tahun 90-an, misalnya Legally Blonde. Sementara Nicole Kidman tampil luar biasa sebagai hantu cantik di film The Others.
Beserta penayangan awal Sundance seperti “To the Bone” and “The Incredible Jessica James,” film yang dijagokan seperti “Lion,” dan beberapa film klasik modern.
Netflix telah mengumumkan daftar film yang akan tersedia untuk streaming pada bulan Juli. Daftar ini mencakup film yang betul-betul baru, juga dokumenter, komedi, judul animasi dan beberapa film klasik. Di bawah ini adalah daftar lengkap film-film tersebut :
1. “To the Bone” (available July 14)
“To the Bone”
Courtesy of Sundance
Penampilan langsung Marti Noxon adalah hit dari Sundance, di mana drama yang dibintangi oleh Lily Collins tentang gangguan makan memenangkan lebih dari penonton karena kemampuannya yang lincah untuk menceritakan sebuah kisah dramatis yang menarik diselingi dengan humor yang bagus. Direkam dari pengalaman Noxon sendiri dengan anoreksia dan didukung oleh Collins yang selalu andal, film ini penting sekaligus menghibur, dan ini harus bisa menjangkau khalayak yang sangat luas di platform streaming. Jangan sampai ketinggalan.
Paul Thomas Anderson memuji 2002 drama komedi romantis Adam Sandler dalam salah satu dari beberapa peran “hey, this guy can really act!” Dan termasuk beberapa peran yang paling tak terhapuskan dan pengamatan terkaya tentang kehidupan dan cinta. Ini adalah klasik modern, dan sekarang bisa disalurkan langsung ke rumahlu.
Jeff Orlowski memenangkan U.S. Documentary Audience Award di Sundance di awal tahun ini, dokumentari memukau tentang pelestarian terumbu karang dari kepunahant. Menampilkan footage bawah air yang keren, film ini mengisahkan keberadaan terumbu karang yang terancam dan upaya untuk menyelamatkannya.
Kisah nyata yang menyayat hati ini adalah pergantian musim penghargaan pada awal tahun ini, dengan penampilan dari Nicole Kidman dan Dev Patel. Berdasarkan kehidupan yang luar biasa dari Saroo Brierley muda, mengisahkan perpisahannya dari keluarganya dan perjalanan mengejutkannya untuk kembali kepada mereka bertahun-tahun kemudian, dibantu pake… beneran nih… untuk Google Maps dan hatinya yang gigih. Huhuhu…sedih deh.
Film spinoff “Star Wars” ini mengikuti awak pesawat ke Death Star yang mengerikan dalam upaya untuk benar-benar benar-benar menempelkannya ke Kekaisaran dan Darth Vader. Tidak mencairkan ketegangan dan kreativitasnya. Biarkan yang satu ini memuaskan lu sebelum masuk di alam semesta film yang berkembang pesat.
Bagian awal bulan dipenuhi kisah klasik anak2 (yg sekarang sih udah tua), dari “Free Willy” sampai “The Mighty Ducks,” tapi susah banget nyaingin film klasik Steven Spielberg’s yang dirilis tahun 1982. Tontonlah bersama seluruh keluarga untuk melihat film tentang dunia kanak2, persahabatan dan pengikhlasan,
Inilah film lainnya di Bulan Juli:
1 Juli :
Titanic
Free Willy
Disney’s The Mighty Ducks
Madagascar: Escape 2 Africa
The Truth Is in the Stars
E.T. the Extra-Terrestrial
Zip & Zap and the Marble Gang
The Invisible Guest (Contratiempo)
Albion: The Enchanted Stallion
Liar’s Dice
Boat Trip
Mixed Signals
Delicatessen
Caramel
Unriddle II
Unriddle
Emma
The Boy in the Striped Pajamas
Last Night
Out of Thin Air
The Longest Yard
Jackass: Number Two
Punch-Drunk Love
Are We There Yet?
Are We Done Yet?
The Land Before Time Dad
The Land Before Time II: The Great Valley Adventure
The Land Before Time III: The Time of the Great Giving
Here Alone
Spawn: The Movie
Code Name: The Cleaner
The Astronaut Farmer
Best in Show
Proof of Life
Matchstick Men
Taking Lives
Police Academy
3 Juli:
Diamond Cartel
Extraordinary: The Stan Romanek Story
9 Juli:
Speech & Debate
The Void
Butter
7 Juli:
1 Mile to You (Life At These Speeds)
8 Juli
Bad Santa 2
Horse Dancer
9 Juli:
Lion
9 Juli:
To the Bone, NETFLIX ORIGINAL
Chasing Coral, NETFLIX ORIGINAL
Buddy Thunderstruck: The Maybe Pile, NETFLIX ORIGINAL
17 Juli:
Uncertain Glory
A Cowgirl’s Story
18 Juli:
Rogue One: A Star Wars Story
22 Juli:
Railroad Tigers
24 Juli:
Victor
28 Juli:
The Incredible Jessica James, NETFLIX ORIGINAL
31 Juli:
After The Reality
Checkpoint
Dark Night
Taking Earth
Wew… pastinya udah banyak banget dong yg nulis artikel soal ini. Terus apa pentingnya nerusin baca tulisan ini? Soalnya di sini gw bakal kasih pendapat pribadi buat tiap2 Batman yang gw tau. Dan pendapat gw ini penting loh…
Gw bakal bahas mulai dari komik, film layar lebar sampai animasinya. Lego Batman gimana? Kayanya nanti deh gw tulisnya, lantaran terus terang gw belom ada kepengenan buat nonton itu. Batman versi fanmade gak gw bahas ya sob, soalnya ga bisa gw jadiin acuan. Bener2 cuma Batman versi Bruce Wayne… bukan pas digantiin yang laen.
Era Bahasan
Untuk komiknya, gw mulai baca terbitan Cypress. Sebelumnya, gw kurang tau… yg gw tau bahwa tampilan Batman coretan Bob Kane sendiri justru bukan itu yg dipake jadi Batman yg kita tau sekarang. Awalnya Batman pake penutup mata ala Robin Hood dan Green Arrow. Batman juga awalnya bawa senjata dan ga segan ngebunuh saat tampil sebagai komik strip. Tapi lalu dibuat versi lebih “bersahabatnya”. Ya tentu aja karena alasan bisnis juga sih… kan jadi bisa masuk TV, radio dan berbagai film kartun seperti Super Friends.
Gw sendiri sih pertama kali nonton Batman layar lebar itu waktu eranya Michael Keaton dan Tim Burton. Beda banget sama yang biasa gw tonton di TV (Adam West). Uuuu… bangga banget gw pamer2in majalah Wizard yg wanginya khas cetakan luar negri ke temen2 gw. Oh iya, di Wizard itu juga bahas soal pembuatan Punisher (Dolph Lundgren). Jadi era bahasannya mungkin lebih detail ke era saat film Batman serial TV sampai yang terakhir saat gw nulis ini (Suicide Squad). Tapi belom tentu gw bahasnya berurutan yah… terima nasib aja deh.
Versi Batman di serial TV yang pake theme song yg ga bisa ilang dari kepala ini bisa dibilang versi sangat bersahabat untuk anak2. Batman sangat2 demokratis loh… apa2 ditanya ke Robin (sambil liat ke kamera dan nunjuk jari). Adegan perkelahiannya juga seru, walau seringkali cut to cut-nya gak nyambung. Misalnya, waktu Batman digotong di atas ubin merah, pas ganti angle jadi ubin ijo gitu. Tapi sebagai anak2 gak pusinglah… pokoknya seru banget liat ada tulisan “POW” & “BAM” (ala2 stiker2 yg ada di app itu) tiap kali mereka berantem. Retro banget!
Kostumnya berbahan kain, itu repotnya, kuping Batman jadi ga bisa mancung… repot juga ya? Tapi dia bisa nengok loh, gak kaya yg lain. Di sini juga Batman dan Robin sehat banget, manjat gedungnya pake tali yg dilempar pake Batarang. Cara manjatnya… ya tinggal kameranya yg dimiringin, pas shooting sih jalannya datar2 aja.
Kalo ngomongin Batman, kaya ngomongin James Bond aja… harus bahas gadget dan kendaraannya yang awalannya selalu pake “BAT”. Batmobile, Batpod, Batplane… Batukdikomixaja.
Gw rasa di era ini Batman dan Robin punya keajaiban… gimana coba mereka nyembunyiin semua “senjata rahasia” mereka dengan kostum kaya gitu? Bayangin aja, di komik The New Teen Titans VS Justice League of America, Robin bisa ngeluarin tameng entah dari mana… tau sendiri kan era itu Robin cuma pake cangcut? Eh jangan dibayangin deh, tar lu aneh2 mikirnya.
Mobil Batman di serial TV keren loh, gw sempet liat mobil ini di film Rockstar (Mark Wahlberg). Asik banget kali ya buat jalan2 di pantura pake ini? Sambil di jok belakang ada John Frusciante ngegitar lagu Californication… halah ngelantur.
Komputer Batman di sini luar biasa dan entah gimana cara mikirnya… salah satu adegan yg gw inget adalah… Robin masukin barbuk dari TKP ke komputer itu, lalu tuh komputer ngelepehin mie… ya! Mie! Lalu Batman sambil megang mie tadi memutar otak nyoba nebak apa maksud si komputer. Setelah batman tau… dia pun mengacungkan jari sambil bilang ,”ayo Robin, kita ke Batmobile”. Tererererererere tererererererere… baaaatmaaaaan!
Animasi
Batman The Animated Series ini menurut gw keren banget… warnanya solid2 gitu kaya logo PDI Perjuangan. Dengan Kevin Conroy sebagai pengisi suara yang bikin banyak orang tergila2 dan nyalonin dia buat jadi pemeran Batman.
Urusan kostum gak jadi masalah deh ya… secara ini kan animasi, ya lentur2 aja kaya di komik.
Desain minimalisnya justru bikin megah. Gotham jadi suram tapi tetap enak diliat. Gw ga yakin bakal ada animasi Batman sekhas ini dalam waktu dekat. Kalo ada gimana? Ya gw tontonlah!
Mobilnya mewah sob… dijamin deh kalo naik Batmobile yg ini pasti jadi idola di mana2. Orang kayaaahhh…
Batman (Tim Burton, 1989)
Ini Batman yg gw agung2kan… Batman yg kakunya lebih dari Robocop tapi keren banget. Apa yg bikin gw demen Batman ini? Karena dia banci tampil banget. Bentar2 nongol… dikasih liat banget dia ngurusin cecurut jalanan sampe koruptor. Full action! Dan dari sinilah gw tau kalo batman itu narsis banget sampe harus ngenalin dirinya ke para penjahat dengan bilang ,”I’m Batman!”.
Ditambah lagi, pacarnya ini adalah Vicki Vale (Kim Basinger), sesuai sama pacarnya di komik.
Kostumnya? Uuuu… jangan ditanya kakunya. Sampe2 Michael Keaton (yang sebelumnya kerja bareng sama Tim Burton di film Beetlejuice) harus pakai set kostum yg berbeda buat dishoot dari angle yg berbeda. Tapi dia ini pelopor kostum pake otot2an loh. Di film ini juga pertama kali gw liat Batman anti peluru.
Yuk kita bahas mobilnya… mobilnya unik banget! Dengan turbin yang pake moncong yg kaya dildo yg entah apa fungsinya sih. Tapi mobil ini keren, ngeremnya pakem banget dan bisa pake voice command. Mungkin A.I di mobilnya bernama BatSiri yah?
Dengan kemampuan muter 180 derajat dengan cara nembakin sling ke pinggir jalan. Batman ini baik yah? Di versi yg diperanin Ben Affleck, sling ini dipake buat nyeret mobil yg terus dilempar buat nimpain mobil laen. Hih…ngeri!
Batwing di sini bentuknya khas… pokoknya menyalahi semua hukum fisika mana pun yang pernah lu pelajari. Bentuknya mirip logo Batman, tapi bisa terbang. Kenapa bisa? “Because he’s Batman!”
Musuhnya? Joker yang diselewengkan sebagai Jack Napier (pembunuh ortu Batman). Mungkin biar ceritanya simple dan franchisenya lancar kali ya? Jadi tuntas gitu. Padahal Joker dan Jack Napier adalah dua orang berbeda. Di komik, Jack Napier ditemuin Batman udah bunuh diri. Ngeselin kan? Padahal Batman udah setengah mati loh cuma buat balas dendam… eh si Jack malah bunuh diri.
Pokoke… 2 seri awal Batman yg diperanin Michael Keaton tuh dark banget deh. Sebagai Bruce Wayne juga dia pas banget. Pinter banget nunjukin karakter gak stabil yang sehari2 menyendiri di goa kelelawar (yg bernama… yap…Batcave) dan malemnya sibuk gebukin penjahat. Terus tiba2 ketemu Vicki Vale nan jelita… ya grogilah doi.
Batman Returns (Tim Burton, 1992)
Masih dengan setup yang sama dengan Batman sebelumnya, kali ini Batman harus berhadapan sama Catwoman (Michelle Pfeiffer) dan Penguin (Danny DeVito) sekaligus. Tapi Catwoman akhirnya bersekutu sama Batman lantaran ternyata Penguin bersekutu sama Max (Christopher Walken) yg pernah “ngebunuh” Catwoman. Serius… ini film moodnya bener2 dark!
Batman Forever (Joel Schumacher, 1995)
Mungkin ini film Batman paling gw ga suka, cuma lantaran Batman (di sini diperankan oleh Val Kilmer) senyum tersipu2 abis ketemu cewek (Nicole Kidman). Dafuq?!? Entah apa yg ada di pikiran Joel Schumacher sampe musti masukin adegan ini. Gara2 nila setitik, rusak susu seBatlanga.
Tapi gw gak di sini buat bersedih hati gw harus move on! Batman tetaplah Batman, walau di sini dia jadi didampingin sama Robin (Chris O’Donnell) yang kelakuannya ngeselin (dan secara fisik terlalu bantet menurut gw).
Kali ini Batman harus berhadapan dengan The Riddler (Jim Carrey) dan Two-Face (Tommy Lee Jones) dalam tonal yang hip-hip ceria dan penuh warna… bye2 kegelapan.
Lucunya, Two-Face yang di dua film sebelumnya diperankan oleh seorang aktor kulit hitam (Billy Dee Williams), di sini jadi kulit putih. Apa jangan2 sebetulnya dia itu Three-Face…jejeng!
Kostum Batman dan Robin di sini mengalami banyak perkembangan, bisa bergerak lebih lincah (ya minimal hal ini bikin gw terhibur). Aksi2 ala komik dan animasi yang di dua film sebelumnya ga ada bisa diliat di sini. Seperti bergelantungan di gedung dan gadget2 aneh lainnya.
Mobilnya? Ga pake istilah stealth lagi. Saking pedenya Batman, mobilnya dibuat menyala2.
Dari film ini gw jadi tau artis yg namanya Seal karena dia yg nyanyiin soundtracknya.
Batman & Robin (Joel Schumacher, 1997)
Masih dengan nuansa ceria yang membangkitkan nostalgia akan serial Batman tahun 1966. batman & Robin kali ini berhadapan sama (gak tanggung2) tiga musuh sekaligus! Uuuu…ngeri yah? Ada Mr. Freeze (Arnold Schwarzenegger)dan Pison Ivy (Uma Thurman) yang ngacungin Bane (Jeep Swenson) yg badannya bisa jadi gede kalo dia masukin cairan kimia yang dia gendong kemana2. Tapi gak usah khawatir, Batman (George Clooney) dapat bantuan gak terduga dari Batgirl (Alicia Silverstone).
Duh… Ini Bane yg di komik matahin punggungnya Batman?
Aksinya tetap lincah, gadget2nya juga sama kaya di Batman Forever. Malah punya kartu kredit Batman yg valid until Forever… Batman… Forever… nangkep kan? Lucu gak sih? Di sini kecerdasan Batman diuji (tanpa bantuan komputer yg bisa keluar mie) sama The Riddler. Robin dicium sama Poison Ivy, yg bikin dia berbalik ngelawan Batman. Bane ngapain? Ya ngamuk2 ga jelas gitu aja sesuai suruhan Poison Ivy.
Dan demikianlah… film Batman & Robin menutup masa remaja gw dan meninggalkan kesan yang gimana gitu… sampaaaaiii…
JEJENG!
Batman Begins (Christopher Nolan, 2005)
Dia (dalam trilogi ini diperankan Christian Bale) muncul lagi ke layar lebar sambil memperkenalkan dirinya sebagai :
Film ini sedikit mengingatkan gw pada komik Batman Year One, di mana diceritakan bahwa dia gak serta merta pakai baju ala kelelawar gara2 ada kelelawar nabrak kacanya saat dia lagi bengong sendirian. Untuk kostumnya sendiri pun mengalami beberapa kali upgrade, sesuai kebutuhan, dan di sini dia dibantu Mr. Fox (Morgan Freeman) sebagai penyedia peralatannya. Setiap bagian dari kostumnya memiliki fungsi. Misalnya, kuping, sebagai tempat nyimpen radio buat dia memonitor kegiatan polisi. Utility belt-nya pun sangat fungsional. Gak ada lagi benda yang ga ketauan disimpen di mana.
Di film ini juga diceritakan kalo Bruce Wayne tuh gak mendadak jago, tapi dengan penuh disiplin jadi murid Ra’s Al Ghul (Liam Neeson) untuk melatih kemampuan tarungnya.
Singkatnya : Batman versi Nolan adalah Batman yang (terlalu) manusiawi.
Gak lengkaplah ya cerita Batman tanpa adanya Alfred dan Ro… gak gak… di sini gak ada Robin (dalam versi yg kita tau selama ini). Fiuh…
Perlengkapan Batman di sini lebih mirip perlengkapan militer. Kostumnya terdiri dari beberapa bagian solid dengan bagian kevlar di persendiannya, sehingga memudahkan dia untuk bergerak.
Mobilnya? Mobil apa? Maksudlu Tumbler yang lebih mirip tank?
Pokoknya Batman versi ini bisa bikin kita mikir kenapa gak semua orang kaya bisa jadi Batman.
Tahu kan 3 duri yang ada di masing2 tangannya itu? Nah baru di sini lu bisa liat apa gunanya. Kepake banget deh, gak cuma jadi pajangan kaya yg udah2.
The Dark Knight (Christopher Nolan, 2008)
Entah kenapa Nolan ngasih judul kok ngebingungin gini yah? Gak sesimple batman 1,2,3 dst… Gw sampe ga bisa langsung bahas film Batman mana yg gw maksud tanpa nyebut penjahatnya… Ya! Film ini adalah film Joker (menurut gw). Heath Ledger keren banget… tapi kita bukan mau bahas Joker sih. Balik ke Batman… bwiwiwiwiwiwip…*suara nge-rewind*
Di sini Batman perlu kostum yg bikin dia bisa lebih lincah lagi, jadi ganti material ceritanya. Tetep aja sih gw susah bedain, soalnya serba gelap gitu warnanya.
Di film ini Tumbler ancur, dan “bereinkarnasi” jadi Batpod. Nih liat…
Batpod ini keren banget, bisa ngerem ke samping kaya kepiting. Duh gw susah jelasinnya pake bahasa teknis. Yang jelas cuma Batman yang bisa naikin Batpod tanpa keserimpet jubahnya sendiri.
Baju Batman dapet upgrade, yaitu matanya bisa ngeliat melalui gelombang telepon yang dicitrakan, Semacam radar tapi 3D gitu kali yah? Gw sih kurang demen liatnya… ini batman apa Ironman sih?
The Dark Knight Rises (Christopher Nolan, 2012)
Kalo film ini sejenak ngebawa ingetan gw ke komik The Dark Knight Returns yang nyeritain Batman udah tua dan sempet pensiun.
Eeeeeeh… di sini dia ketemu Bane (Tom Hardy)! Nah ini dia Bane yang matahin punggung Batman. Seandainya aja tampilannya kaya Bane di film Batman & Robin (1997), pasti keren… tapi ya itu tadi… kan gak “manusiawi” kalo ada penjahat kemana2 gendong cairan kimia lengkap dengan selang2nya.
Batman dapet bantuan dari Catwoman (Anne Hathaway) yg dipinjemin Batpod buat nolongin para polisi yang terperangkap.
Enak bener ya dapet Batpod? Gpp deh, secara Batman masih punya The Bat! The Bat ini adalah perwujudan dari Batwing yang di film sebelumnya gak mungkin banget bisa terbang. Keren gak? Jelaslah! Helikopter yang lebih mirip ED-209 musuh Robocop ini dibekali bnyak persenjataan dan kemampuan manuver yang luar biasa.
Dan cuma di film ini… dalam sejarah film layar lebar, Batman kesiangan!
Habislah trilogy Nolan, dan dimulailah perdebatan seru ketika Ben Affleck disebut2 sebagai pemeran Batman selanjutnya. Huuuu… penonton kecewa. Iya… sampai tiba2…
Batman (Ben Affleck) di sini juga terinspirasi dari versi Frank Miller (The Dark Knight Returns). Bentuknya yang balik ke bentuk minimalis tapi maxijangguts. Dengan logo…mmm… semuanya deh… satu warna. Mungkin buat dia ,”Bat is The New Black!”.
Satu kekurangan yg ga bisa dihindari adalah… lagi2 Batman ga bisa nengok.
Batman buncit yg cocok dibilang Fatman ini terus bikin penonton kecewa? Gak! Mereka yang tadinya maki2… nih jilat ludah lu sendiri. Batman ini beda dari gambaran Bruce yg difilmkan sebelumnya! Bruce tua yang sukses, berambisi, emosi gede tapi sangat cerdik.
Di sini Batman sempat ditampilkan pake kostum ala Batman di komik Red Son waktu mimpi, dan tentunya pake Mech Batsuit yg mirip Robocop. Loh kok mirip Robocop? ya kebetulan Frank Miller itu terlibat dalam pembuatan film Robocop sebelumnya. Inspirasi kali ya?
Batman ini bernyali dan agak selebor… tapi sangat setia kawan. Batman ini… kejam! Terus orang menggerutu ,”hah? kok Batman ngebunuh sih?”… wew… Batman taon 1989 juga ngebunuh kali… berapa banyak anak buah Joker dia bantai? Yang puncaknya Batman ngeledakin pabrik yg penuh anak buah Joker. Blam! Jangan2 yg protes belom lahir ya?
Loh… siapa tuh yg ngendaliin Batwing secara remote? Itu Alfred (Jeremy Irons), sob… di sini dia bukan tukang lap2 doang. Mungkin lu yg nonton serial Gotham lebih tau soal Alfred ini.
Batmobile juga ganti desain dong… secara dia orang kayaaaa… Gw sih liatnya kaya Batmobile versi Joel Schumacher yang diancurin terus diganti baru gitu deh.
Di film ini juga “dicameokan” Batmobile yg pertama kali dia pake di komik Batman jadul.
Suicide Squad (Zack Snyder, 2016)
Tetap dengan tampilan yang sama dengan di BVS (lantaran ini ceritanya sesudah BVS), di sini lu bisa liat kelincahan dia pas “nangkep” Harley Quinn (Margot Robbie).
Justice League (Zack Snyder, 2017)
Ini sih belom gw tonton… tapi ngeliat dari trailernya, dia pake kostum dengan plat kaya di game Arkham Knight!
Dan… oh iya… benda apa itu yang dia naekin pas bilang ,”my turn.”… ada yang tau? Awalannya “Bat” juga pastinya sih.
Nah, gimana menurut lu… Batman mana yang jadi favoritlu?
Pernah dong ngerasa ketipu pas nonton film dengan akhiran yang ga diduga2? Emang paling asik nonton film kaya gini, apalagi kalo udah nonton duluan terus ngeliatin muka temen yang berusaha nebak2 padahal kita udah tau tar endingnya gimana.
Nah, coba kita liat film tontonanlu ada gak di list yg gw bikin. Kalo gak ada, tambahin aja di kolom komen. Inget ya… spoiler bingitz!
The Others Ini film tentang Grace Stewart yang diperanin Nicole Kidman yang idup sama dua orang anaknya dan 3 orang asisten rumah tangga. Ceritanya dia tuh lagi nungguin suaminya pulang dari perang dan ngerasain keberadaan hantu di rumah itu, sampe2 anaknya sempet kesurupan segala. Eh ternyata hantunya adalah keluarga Grace dan para pembokatnya. Yang dikira hantu justru para manusia yang mau ngisi rumah itu. Kira2 gini kali ya kalo hantu bikin film tentang manusia.
Identity Mengisahkan perang kepribadian di dalam diri Malcolm Rivers (Pruitt Taylor Vince), seorang kriminal yang bakal dihukum mati. Pihak pembelanya berusaha supaya kepribadian yang baik yang akhirnya menguasai badan Malcolm, supaya Malcolm gak usah dihukum mati. Susah juga ya buktiinnya? Padahal di sini orang pura-pura insaf aja bisa dibebasin. Ya, namanya juga film. Dikisahkan satu persatu kepribadian jahat terbunuh, sampai yang tersisa satu kepribadian baik, kepribadian cewek. Si cewek ini pulang ke desa, hidup tenang… lalu dibunuh oleh kepribadian yang ga diduga2 masih ada, yaitu kepribadian anak kecil (yang ternyata jahat).
Lake House Alex (Keanu Reeves) yang hidup di tahun 2004 memiliki sahabat pena yang hidup di tahun 2006, bernama Kate (Sandra Bullock). Lalu mereka saling jatuh cinta dan janjian untuk ketemu 2 tahun lagi (di tahun 2006 versi Kate), tapi Alex malah mati ketabrak mobil waktu nyebrang jalan saking terpananya ngeliatin Kate… bego yah? Jangan ditiru dong! Ternyata Kate yang gampangan ini pinter juga loh…dia nyuratin si Alex pindah tempat janjian aja, di rumah di danau. Mungkin si Kate takut Alex ketabrak mobil lagi kali ya? Soalnya rumah danau itu adanya di kampung, ga ada mobil lewat.
Fight Club Karakter orang insomnia yang diperankan oleh Edward Norton ketemu Tyler Durden (Brad Pitt) setelah apartemennya meledak. Tyler Durden dan si insomnia ini ternyata satu orang dengan dua kepribadian. Suatu malam si Tyler keliatan lagi mukulin dirinya sendiri, terus yang nonton jadi kepengen ikutan, terus yang laen pengen ikutan berantem. Sampe akhirnya kumpulan mereka jadi banyak dan terorganisir. Serunya, si Tyler kalo lagi diperanin Edward Norton tuh cupu dan ga tau aksi2 yang bakal diperbuat ganknya yang ternyata lebih teratur di bawah pimpinan dirinya yang dipernain Brad Pitt. Ujung2nya mereka berhasil ngeledakin gedung2 di kota dengan bom hasil bikinan mereka sendiri.
Memento
Nah, kalo buat film ini, udah gw bikinin versi “gampangnya” di sini.
Watchmen
Ini film yang menurut gw walaupun udah dikasih spoiler berkali2 tetep aja keren buat ditonton lagi. Secara visual sangat menghibur sih. Cerita soal Ozymandiazs (Matthew Goode) yang ngehianatin kelompok superheronya.
Pertama2 dia ngebunuh Comedian (Jeffrey Deam Morgan), terus ngejebak Rorscach (Jackie E.H) yang nyelidikin pembunuhan si Comedian. Bahkan manusia paling mantap jiwa di muka bumi aja, Dr. Manhattan (Billy Crudup) bisa dia perdaya sampe sempet mengasingkan diri ke Mars segala.
Di film ini Ozymandias sebagai penjahat menang, lantaran ya alesan dia masuk akal juga sih. Gara2 perbuatan dia, dunia jadi damai dan orang ga ketergantungan lagi sama bbm lantaran dia punya energi ala Dr. Manhattan sebagai alternatifnya.