Mulai Menyelesaikan Sesuatu Itu Gak Gampang
Menyelesaikan sesuatu itu gak gampang buat orang moody kaya gw. Dan ini terlihat sejak gw masih kecil. Gw punya koleksi komik bikinan gw yang gak ada satupun ceritanya yang tamat. Hebat kan? Gak! Maka dari itu, gw menulis ini untuk mengajak mulai menyelesaikan sesuatu.
Walaupun ada satu artis yang jadi ngetop dengan karya komiknya yang disebut “unfinished art” atau kalau gw terjemahkan jadi “seni yang tidak selesai”. Sayang gw lupa siapa namanya, silahkan Googling sendiri. Intinya, dia ini tidak pernah selesai dalam membuat gambarnya. Lalu apa bedanya dengan gw? Sederhana aja… di niatnya aja udah beda. Kalau gw itu niatnya bikin komik sampai tamat, tapi gak selesai. Kalau dia (mungkin) memang secara konstan membuat gambar yang tidak selesai namun secara konstan. Ini sebagai pembuktian bahwa pamor seseorang itu dicapai dengan kerja keras dan juga kedisiplinan dan yang jelas “kecintaan” pada apa yang dia kerjakan.
Menelaah Kenapa Tidak Mulai Menyelesaikan Sesuatu
Coba kita telaah kenapa kita tidak mulai menyelesaikan sesuatu. Mungkin kita bakal nemuin hal-hal seperti gw tulis di bawah ini:
- Kurang motivasi
- Kurang suka
- Kurang memiliki
Perlu gw ingatkan, bahwa gw nulis ini menurut pengalaman pribadi ya. Gw bukan dokter apalagi dukun atau seorang ahli yang bisa menjamin kesuksesan. Ya mungkin lantaran gw juga belom sukses hohoho…
- Perasaan kurang memiliki motivasi bisa disebabkan banyak hal sih. Salah satunya adalah kurangnya apresiasi orang terhadap apa yang kita bikin. Ya jelas kesel dong kalau kita udah ngerjain sesuatu yang sepele tapi gak ada yang menghargai? Sekarang kenapa gak kita coba untuk niru pengalaman artis yang gw tulis di atas? Yaitu mulai mengerjakan sesuatu sampai selesai buat diri kita aja dulu. Nanti juga kita ngetop sendiri, ya minimal mulai dilirik oranglah. Dan percaya gak, hal itu sebetulnya bisa dari hal yang menurut kita sepele. Contoh kasusnya di gw adalah orang bisa bilang, “tuh coba kaya si digress, sepi pengunjung aja tetap nulis artikel”. Nah, kalau kaya gini, salah siapa? Gw sama temen-temen gw gitu?
- Kurang suka sama apa yang kita kerjain ini sih lumayan parah dan hampir sulit buat dilanjutin. Ya gimana mau cinta kalau belum suka kan? Kalau gw kutip lirik dari lagu Dewa (yang sayangnya pentolannya kena politik dan jadi bego) kira-kira begini: “Aku bisa membuatmuhu jatuh cinta kepadaku meski kau tak cinta jreng kepadkuhu”.
Sederhananya, cinta itu perlu proses. Solusinya? Gak ada… cuma perlu dijalanin aja. Basi? Gak juga. Soalnya buat jalanin ini aja kita perlu nyali extra loh. Pasti pernah ngalamin kan? - Kurang memiliki ini masih ada hubungan dengan yang di atas. Tapi lebih dalem lagi, cuma lebih gampang dikasih contoh. Perumpamaannya adalah. Kita bisa lihat orang kehilangan duit seratus ribu dan tetap senyum, sementara kita kehilangan duit goceng aja pusing. Solusinya? Mungkin bisa dengan banting setir dan mulai ngerjain sesuatu yang memang kita cintai. Bisa sederhana kok, mulai nyanyi, mulai menari atau sekedar mulai teriak-teriak sambil bikin eksperimen sosial seperti yang sering gw lihat di YouTube.