Status

Matrix Writer Gives Me The Best of All Three Worlds


A Long Intro

If you’ve been with me for a while, you’ll know that my activities are changing operating systems and working on all those operating systems. In addition I have another hobby, writing some blogs.

This makes my activities interfere with my hobby and vice versa. Indeed everything I write in the client app will end up in the destination web. However, it feels awkward if I have to repeatedly adjust myself every time I change the operating system.

So far I have three favorite WordPress client, namely Blogo for Mac and iOS., Blogilo for Linux, and Blogpad for on iPad. All three are favorites for the same reason, the ability to duplicate my writing from one blog to another. And it’s very easy to live.

Before finding Matrix Writer, I had time to try Leanote. Very cool! Unfortunately, there is no way that I think easy to connect it to one of my WordPress blog and both Facebook and Twitter. So, in my opinion, it is a luxury I can not use.

DeepinScreenshot_select-area_20180213214143

Blogo has its own shortcomings, no text justification option. So I always have to do it on the WordPress web. Because I’m frankly disgusted with the WordPress desktop app. Several times my writing just disappeared. Internet connection problem? Maybe. But a desktop app doesn’t rely on that, dogammit!

Matrix Writer First Look

As you can see, inserting this video was not my first attempt. In fact, it’s my third attempt because I was intrigued to connect my other accounts to Matrix Writer. I even tried to connect my Leanote account.

By the way, how can I get my writing to Matrix Writer blog? If such thing exists. Because I’ve been searching, and I couldn’t find what to fill in the login option on the Home. I better finish writing first, unless I’ll have to rewrite this article again.

What Else Can We Find In Matrix Writer?

To name just a few:

  1. One Drive and Google Drive integration.
  2. Maps.
  3. cool <— emoticons!
  4. HTML and XML.
  5. There is also superscript and subscript.

Status

Belajar Dari Kebodohan Diri Sendiri (Tapi Gak Juga)


Jadi Begini…

Ceritanya hari ini saya kalang kabut sendiri gara-gara library film saya tidak muncul di halaman depan movies.digressingme.cool. Sekarang sih sudah bisa lagi, cuma kampretnya adalah… saya tidak bisa mereplika kesalahan dan perbaikan dengan cara yang sama. Alias sudah lupa langkah-langkahnya.

Ini kan bagaikan berburu bebek menggunakan senapan mesin. Sikat saja terus, lama-lama juga kena kok. Tapi  ya… gak efisien banget!

Awal masalahnya adalah ketika saya habis menginstall beberapa plugin dan mengaktifkannya sekaligus. Hasilnya, tampilan homepage saya berubah dari film menjadi post. Padahal, saya tidak pernah posting apa-apa di situ. Ya jadi kosong melompong dong.

Teralihkan

Lalu saya putus asa dan memutuskan buat ganti tema aja sekalian. Ketemulah tema Ganvar (bukan Gampar) yang desainnya bagus deh. Tapi film saya tetap tidak tampil.

Bukannya ngurusin soal film, saya malah keasikan kustomasi tema Ganvar itu. Duh! Habis bagus sih. Sudah kepalang naksir, sampai saya bela-belain install Elementor dan masukin film-film itu ke homepage secara manual.

Agar lebih terlihat serasi dengan temanya, saya pun kutak-katik css-nya sedikit. Sambil sebentar-sebentar saya preview. Akhirnya… saya dapat tampilan yang cantik.

Selasai?

Belum!

Ketika kustomasi saya akhiri dan melihat web saya untuk pertama kalinya, ternyata tombol dan garis-garis pembatasnya berantakan dan tumpang tindih seperti kode AdSense yang salah widget.

Berhasil Oye…

Dan saya memutuskan untuk mandi saja dulu, walaupun tadnya mau saya genapi seminggu tidak mandi.

Ternyata mandi memberikan kesabaran baru buat saya. Lalu saya copot dan pasang satu persatu plugin-nya. Dan ternyata… masih gagal…

Saya putuskan untuk menghapus instalasi WordPress saya dan memulai dari awal setelah saya backup terlebih dahulu.

Terbersitlah naluri buat iseng, saya install tema awal yang saya pakai. Dan ternyata… simsalabim fuah… berhasil!

Website saya kembali berjalan normal seperti tidak saya sentuh sama-sekali hari ini. Wew, serasa seperti Sinchan… saya yang mengacau, saya juga yang jadi berjasa… padahal gak penting juga.

Tapi minimal satu hari ini berhasil saya isi dengan sesuatu yang positif (walaupun saya lupa caranya).

Merdeka!

How To Get Faster WordPress Website February 2018 Edition


Why Do We Need Fast WordPress Website?

The answer is, “faster WordPress website is needed because people nowadays lack patience”.  As the internet infrastructure grows, it offers more speed, more bandwidth, range, and power. The downside is, your competitor also ought the capability to imitate your every move. By watching your promo, your layout etc.

And in time, they will go even ahead of you. That metaphor seems exaggerated to you? Maybe. But imagine when you and your competitor are stepping on the same stone, and the way to influence your customer is by getting to them first. Continue reading

blogpad pro

Blogpad Pro For The Blogholic


Finally, I can write a blog today, thanks to Blogpad Pro. Today is a less exciting day because first my MacBook Pro errors, then my Chromebook also error. And I’ve been too lazy to fix it today. Then I wrote an earlier article using the iPhone, and that too with an unpleasant appearance. Often the display does not refresh when I do scrolling and lets me stare at a blank page.

The solution came exactly when I was resigned and chose to watch only the serial movies on my iPad. That’s where I realized that I still have other writing tools. Ha ha ha…

Although initially, I was a bit skeptical because (I thought) the result would not be much different from writing a blog on the iPhone. Immediately I connect my iPad to my Samsung Keyboard that has long been unused since my Samsung broken. :_(

If anyone want to help fix my Samsung, let’s chat below:

[rumbletalk-chat hash=”insert here your chat hash”]
Continue reading

Di Mana Adanya Pos WordPress?


Tiba-tiba aja gw menanyakan hal ini, “di mana adanya pos WordPress?” ketika gw mau coba buat nulis pos secara offline(kalau memungkinkan). Soalnya cara instalasi WordPress 5 menit ternyata membutuhkan waktu lebih dari 50 menit ketika gw coba lakukan dengan daya tangkap gw yang mulai memudar ini. Boro-boro script jalan, buat ngelewatin langkah MyPhp aja udah skak mat. Dan kebetulan gw memang baru aja buka jalur FTP ke situs gw ini dari elementaryOS.

Lalu gw bikin PR gw dengan baca guide ini.

Jalan Buntu

Dan setelah baca sampai selesai, gw nemu jawabannya: Pos WordPress ditaruh di dalam database.

Secara gampang, bisa dibilang gak ada yang bisa kita lakukan dengan postingan kita melalui cara blusukan di folder-folder melalui FTP atau Plesk atau file manager lainnya.

Sayang juga ya? Secara ini bisa bantu gw bikin postingan secara offline. Atau ada yang punya tutorial cara gampang install WordPress 5 menit?

elementaryOS Loki Linux Rasa MacOSX


Mungkin kalian baca ini karena kebetulan lagi cari OS alternatif yang bisa diinstall ke dalam laptop atau PC yang mulai ngebosenin. Atau mungkin juga karena memang lagi cari info tentang elementaryOS Loki. Di bawah ini gw tulisin mengenai pendapat gw saat sebelum dan sesudah menginstall elementaryOS ini.

Perlu diingat bahwa gw bukanlah seorang pakar yang bakal ngasih kupasan secara detail dengan bahasa yang cuma para kaum terpelajar yang ngerti, melainkan sebagai sesama user yang kebetulan bosenan dan selalu nyobain hal-hal yang baru ditemui di internet(selama terjangkau).

Sebelum Install

Waktu lagi cari info soal cara bikin Live USB buat Windows di Mac, gw tersesat di halaman web Elementary OS, dan seperti biasanya gw cobain deh. Ya mumpung Chromebook gw selalu sanggup menerima cobaan yang gw timpakan atas dirinya juga.

Tampilan web Elementary OS cakep banget, dan desainnya pun enak dilihat mata. Bagaikan mau mengedepankan urusan desain sebagai nilai jual, Elementary OS menyiapkan icon-icon lucu di dalam paketnya.

Ternyata OS ini gak gratis juga, lantaran gak nemu tombol downloadnya, gw nyumbang 1USD buat ngedownload OS ini(huuu riya!).

Dengan ukuran .iso yang 1.37GB, moga-moga OS ini betul-betul memanjakan pengalaman post-install dengan mulus dan gak banyak ngasih PR lanjutan.

Toko Aplikasi, yang Indie dan Sumber Terbuka

PusatApl memberikan aplikasi native dan Sumber Terbuka untuk elementary OS. Jelajahi aplikasi baru dengan cepat, perbarui yang Anda miliki dengan mudah. Lebih lagi, dukung pengembang indie melalui pembelian bayar-yang-Anda-mau.

Aplikasi yang Anda butuhkan, Bukan yang Lainnya.

elementary OS memiliki aplikasi yang dipilih dengan baik, mendukung semua kebutuhan Anda sehari-hari, Anda pun bisa memiliki lebih banyak waktu menggunakan komputer, bukannya membersihkan aplikasi sampah.

 

Wah, “aplikasi sampah” katanya. Entah apakah yang dimaksudnya sama dengan yang gw pikir, tapi memang gw pernah ngerasain gimana ngeselinnya abis install OS dan harus buangin aplikasi yang gw gak mau pakai satu persatu. Dan itu sangat melelahkan!

Elementary OS adalah open source, kita bisa ikutan jadi pengembang, jadi penerjemah dan bantu ngurusin webnya.

Unduh elementaryOS Loki

Pengganti yang cepat dan terbuka untuk Windows dan macOS

elementaryOS merupakan sebuah distro linux berbasiskan Ubuntu. Distro ini menggunakan desktop manager-nya sendiri yang bernama Pantheon[2] dan terintegrasi dengan aplikasi bawaan elementary OS lainnya, seperti Plank (sebuah dock-bar berbasiskan Docky), peramban web Midori, dan Scratch (Teks editor yang sederhana). Distro ini menggunakan Gala sebagai Window Managernya,[3] yang berbasiskan pada Mutter Windows Manager.[2]

Distro ini pada awalnya bermula dari sepaket tema dan aplikasi-aplikasi yang ditujukan untuk Ubuntu, namun kemudian berubah fungsi menjadi sebuah distro linux tersendiri.[4] Sebagai turunan dari Ubuntu, distro ini kompatibel dengan repositori dan paket-paket milik Ubuntu. Distro ini juga menggunakan software center milik Ubuntu untuk menangani pemasangan dan pencopotan perangkat lunak, meskipun software center elemetary sendiri sedang dalam pengerjaan.[5] Tampilan antar mukanya dibuat agar terlihat intuitif bagi pengguna-pengguna baru tanpa menggunakan banyak sumber daya dan dengan desain yang serupa dengan sistem operasi OS X dari Apple.[6]

Baca juga: EndlessOS, PhoenixOS, RemixOS, Ubuntu 17.10, Xenial/Crouton, Ubuntu 16.04, GalliumOS, ChromeOS

Sejarah

Rilis versi stabil pertama dari elementary OS adalah “Jupiter“,[4] diluncurkan pada Maret 2011 dan berbasis Ubuntu 10.10. Sejak Oktober 2012, versi ini tidak lagi didukung dan berarti juga tidak lagi bisa diunduh di situs resmi elementary OS[7][8]

Pada bulan November 2012, versi beta pertama dari elementary OS bernama kode “Luna” dirilis, yang menggunakan Ubuntu 12.04 LTS sebagai dasarnya.[9] Versi beta kedua dari “Luna” dirilis pada tanggal 6 May 2013, melakukan lebih dari perbaikan atas 300 bug dan beberapa perubahan seperti peningkatan dukungan untuk berbagai localization, dukungan layar ganda dan pembaruan beberapa aplikasi.[10][11]

Pada tanggal 7 Agustus 2013, jam hitung mundur muncul pada situs resmi elementary OS yang berakhir pada 10 Agustus 2013.[12] Versi stabil kedua dari elementary OS, bernama “Luna“, diluncurkan pada 10 Agustus 2013, dengan perombakan total dan desain ulang situs resminya.[1]

Pada tanggal 11 April 2015, elementary OS berkode nama “Freya” diluncurkan dengan beberapa peningkatan.

Pada tanggal 13 Juni 2016, elementary OS “Loki” diluncurkan. Ini merupakan rilis tak stabil pertama dari elementary OS loki dan mengimplementasikan lebih dari 20 cetak biru dan lebih dari 800 bug ditutup serta peningkatan lainya.

Coba elementaryOS dengan mendapatkannya di sini.

Sesudah Install

Setelah diinstall, gw baru bisa berkomentar kalau elementaryOS memang sesuai yang dijanjikan. Setidaknya buat urusan penampilan. Sekilas terlihat mirip banget sama MacOSX, terutama dari warna sampai “kekakuannya”buat urusan kustomasi. Tapi ini baru percobaan gw setelah beberapa menit aja.

Awalnya touchpad gw gak berjalan mulus alias patah-patah, tapi begitu selesai menunaikan update, langsung lancar lagi. elementaryOS hadir dengan browser bawaannya yang bernama Epiphany yang performanya juga oke.

elementaryOS gak nyediain aplikasi apa-apa di dalamnya, setidaknya gak yang bisa langsung gw pakai kerja. Yang hadir cuma video player dan photo gallery. Untungnya udah disediain AppCenter di mana kita bisa ngedownload aplikasi yang kita butuhin. Mungkin ini yang dimaksud dengan ujaran “Anda pun bisa memiliki lebih banyak waktu menggunakan komputer, bukannya membersihkan aplikasi sampah”di atas.

Tertarik?

EelementaryOS bisa didownload dari webnya atau kalau gak mau repot bisa beli Live USB yang tinggal colok dan pakai di sini.

Web Wordpress Keluar Pesan Warning: require_once

Web WordPress Keluar Pesan Warning: require_once


Ini tulisan singkat buat yang lagi panik gara-gara web WordPressnya keluar tulisan kaya gini…

Warning: require_once(/var/www/vhosts/digressingme.cool/httpdocs/wp-content/plugins/jetpack/3rd-party/buddypress.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/digressingme.cool/httpdocs/wp-content/plugins/jetpack/3rd-party/3rd-party.php on line 8

Gak perlu panik, dan siapin quota dulu. Gini cara betulinnya…

Web WordPress Keluar Pesan Warning: require_once

 

Web WordPress Keluar Pesan Warning: require_once

  • Telusuri sampai ketemu file 3rd-party.php dan buka/edit.

Web WordPress Keluar Pesan Warning: require_once

  • Lihat baris ke 8 atau sesuai yang ditulisin di warning. Angka 8 ini didapat dari tulisan (perhatiin yang Aku warnain merah) /var/www/vhosts/digressingme.cool/httpdocs/wp-content/plugins/jetpack/3rd-party/3rd-party.php on line 8.
  • Hapus tulisan yang ada di baris yang dikasih tahu si warning ini.
  • Save file 3rd-party.php ke tempatnya semula.
  • Like page Aku dan follow web ini kalau ini membantu. 🙂

 

Alasan Pilih WordPress


Satu hal yang bikin Aku selalu balik lagi pakai WordPress (setelah nyobain Blogger, Wix dan Weebly) adalah karena buat pemula kaya Aku ini WordPress gampang banget dipake. Dan Aku kenal teman Aku yang jago coding dan tetap pakai WordPress. So… artinya kegunaan WordPress ini luas juga ya?

Tampilan Keren

Ditambah lagi Aku tuh orannya bosenan, jadi sebulan aja bisa gonta-ganti tema WordPress berkali-kali. Tentu aja kebiasaan ini gak bakal tersalurkan kalau tema yang tersedia gak keren-keren.

Nah, ini adalah beberapa tema WordPress yang layak dicoba:

Danni

Ronneby

 

Selain itu, kita juga dengan mudahnya nyobain berbagai macam fungsi supaya web kita semakin terlihat dan berfungsi layaknya web yang ditangani profesional.

Belakangan ini memang Aku lebih menyukai Content Management System, karena Aku mau lebih fokus pada tulisan dan isinya, bukan cangkangnya. Jadi, kemasan web Aku harus bagus gak masalah sampah apapun yang Aku masukin ke dalamnya.

Ada kutipan yang lebih baik buat menjelaskan tentang apa itu CMS:

Pengertian Content Management System (CMS) – Content Management System atau sering disebut dengan CMS adalah aplikasi web yang berisikan template untuk mengelola isi halaman web secara mudah. Penggunaan Content Management System?tidak memerlukan pengetahuan pemrograman web yang handal karena proses instalasi dan cara penggunaannya sudah user friendly. CMS sendiri ada yang dibuat khusus menyesuaikan kasus yang ada dan biasanya berbayar dan ada yang berupa template instan yang fungsionalitasnya dibuat dengan menyeuaikan pada beberapa proses bisnis yang ada didunia nyata yang dapat digunakan secara gratis.
– via kentos

Tema Wordpres

Lima Tema WordPress Profesional dan Keren


Halo, sob… masih pakai tema Wordpress yang sama? Gw juga sih, tapi kayanya bentar lagi ganti sama beberapa kandidat tema WordPress profesional yang gw temui di di bawah ini. Lihat deh, mending ganti sama yang mana ya?

Tema WordPress Profesional Ke-1

Parallel

screenshot

One Page Multipurpose WordPress Theme

An elegant business theme perfect for professionals and small businesses!

Tema WordPress profesional yang keren ini bisa bikin calon customer kamu makin yakin sama apa pun yang mau kamu tawarin. Walaupun lu sebetulnya kerja di rumah kaya gw, bukan berarti kita gak perlu pencitraan demi menjaga image barang jualan kita. Tapi bukan berarti nipu juga ya, sob! Gw lupa udah pernah cerita atau belum kalau gw pernah dikasih presentasi sama orang, terus gw langsung drop pas liat “web under maintenance” di video presentasinya. Langsung gw urungkan niat gw ikutan bisnis dia milyaran Rupiah… soalnya gw emang ga punya duit sebanyak itu.

Tema WordPress Profesional Ke-2

Integral

screenshot

Kalau gw terjemahin bulat-bulat sih ya… tema ini cocok untuk freelancer, agensi dan bisnis. Sempurna buat mamerin kerja atau bisnis kamu. Tema one page kaya gini sangat ngebantu kalau sasaran pemirsa lu kebanyakan pemakai telpon selular kelas atas. Lantaran ke depannya berbagai media mulai divertikalkan. Nggg… moga-moga bioskop gak sampai dibuat vertikal deh ya.

 

Tema WordPress Profesional Ke-3

Novapress

tema WordPress profesional

Kalau yang ini bakal nyaman banget dinimati khalayak mager, secara tema ini mendukung infinite scroll atawa gulir tak terbatas. Terus aja scroll layar hape sampe jempol pegel atau sampai lu tahu asal muasal sebuah website.

Tema WordPress Profesional Ke-4

Verb Pro

screenshot

Verb adalah tema yang responsif. Cocok untuk blog, majalah dan koran online dan situs untuk bikin review. Kayanya gw bakal coba yang ini, sob. Soalnya dia bilang mudah buat dimonetize (dibuat menghasilkan uang).

Tema WordPress Profesional Ke-5

Launch

screenshot

Launch ini tema yang tampilannya enak di mata dan bikin calon pembeli betah berlama-lama. Ya soalnya ini tema yang dikhususkan untuk pembuatan toko online, dengan integrasi Woo Commerce.